Pengaruh DPK dan Pembiayaan Bank Syariah terhadap Perekonomian Indonesia

Authors

  • Ghiandra Rizky Nugraha Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Handri Handri Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Nadia Meirani Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsbm.v6i2.25295

Keywords:

Dana Pihak Ketiga (DPK), Pembiayaan, Bank Umum Syariah, Pertumbuhan Ekonomi, Regresi Data Panel

Abstract

Abstract. Economic growth is a primary benchmark in measuring national development success. Sharia commercial banking plays a strategic role through financial intermediation by mobilizing Third-Party Funds (TPF) and reallocating them as financing to productive sectors. This study aims to evaluate the impact of TPF Growth and Sharia Commercial Bank financing on Indonesia's economic growth, both partially and simultaneously, during the 2019–2024 period. This study adopted a quantitative approach with an explanatory research design. Secondary panel data were used, combining time-series data (2019–2024) and cross-sectional data from 10 Sharia Commercial Banks selected via purposive sampling, yielding 60 observations. Parameter estimation was conducted using panel data regression via the Random Effect Model (REM) processed in EViews 12. Statistical results reveal that, partially, Third-Party Fund growth (TPF Growth) has a positive and significant effect on Indonesia's economic growth. Conversely, Sharia Commercial Bank financing partially shows no significant effect on economic growth. Simultaneously, TPF Growth and financing do not significantly affect national economic growth. The R-squared value of 0.0554 indicates that the independent variables explain only 5.54% of economic growth variations, while the remaining 94.46% is driven by external macroeconomic factors outside the model. These findings highlight the need to optimize Islamic financing allocation toward productive real sectors.

Abstrak. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan nasional. Industri perbankan syariah memegang peran strategis melalui fungsi intermediasi keuangan dengan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan ke sektor usaha produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak Growth DPK dan pembiayaan Bank Umum Syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik secara parsial maupun simultan selama periode 2019–2024. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk data panel yang menggabungkan data time series 2019–2024 dan data cross section 10 Bank Umum Syariah hasil pemilihan purposive sampling (total 60 observasi). Estimasi parameter dilakukan menggunakan regresi data panel pendekatan Random Effect Model (REM) yang diolah melalui EViews 12. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (Growth DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebaliknya, pembiayaan Bank Umum Syariah secara parsial terbukti tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara simultan, Growth DPK dan pembiayaan secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai R-squared sebesar 0,0554 mengindikasikan bahwa variasi kedua variabel independen hanya mampu menjelaskan fluktuasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,54%, sedangkan 94,46% sisanya dipengaruhi faktor makro eksternal di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi alokasi pembiayaan syariah agar lebih optimal dalam menggerakkan sektor riil yang produktif.

 

References

Brigham, E. F. ., & Houston, J. F. . (2019). Fundamentals of financial management. Cengage.
Firmansyah, N. B., Purbayati, R., Mauluddi, H. A., & Nurrachmi, I. (2022). Analisis Pengaruh Faktor Internal dan Faktor Eksternal Terhadap Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Umum Syariah di Indonesia. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 3(1), 54–63. https://doi.org/10.35313/jaief.v3i1.3794
Michael P. Todaro & Stephen C. Smith. (2020). Economic Development.
Sari, I., & Suparno, S. (2024). PENGARUH DANA PIHAK KETIGA PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA: A Theoritical Approach. JAE (JURNAL AKUNTANSI DAN EKONOMI), 9(1), 43–53. https://doi.org/10.29407/jae.v9i1.21828
Scott, W. R. (2021). Financial Accounting Theory (9th ed.). Pearson, Canada.
Shoolihah, M. F. Q., Setyono, J., & Rahmawati, M. (2025). Analysis of Economic Factors Affecting the Financing of Bank Syariah Indonesia (BSI) in 2014–2024. Journal of Business Management and Islamic Banking, 145–158. https://doi.org/10.14421/jbmib.2025.0402-03
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Tirta, A. S. (2013). Analisis Pengaruh Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Investasi Terhadap Pengangguran di Provinsi Jawa Tengah. Universitas Negeri Semarang.
Watkins, M. W. (2018). Exploratory Factor Analysis: A Guide to Best Practice. Journal of Black Psychology, 44(3), 219–246. https://doi.org/10.1177/0095798418771807
Yuliana, M., & Tohirin, A. (2025). Pengaruh perbankan syariah dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Kebijakan Ekonomi Dan Keuangan, 85–93. https://doi.org/10.20885/JKEK.vol4.iss1.art10

Published

2026-08-03