Strategi Pengembangan Produk Kokathai melalui Pemasaran Online di Shopee Food

  • Reksa Syah Fahreza Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Rezi Muhamad Taufik Permana Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Nindya Saraswati Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
Keywords: E-commerce, Thaitea, Varian

Abstract

Abstract. This final report focuses on the product development of Kokathai through online marketing using the Shopee Food platform. Kokathai is a food and beverage product in the drink category, specifically Thaitea, created to meet market needs, particularly for individuals who are looking for a refreshing, flavorful drink that can be customized to personal tastes. With a variety of interesting flavors and toppings, Thaitea has become the ideal choice for those who want to enjoy a unique drinking experience. Additionally, with affordable prices and consistent quality, Thaitea has gained popularity across various demographics, from students to adults aged 10-40 years. A SWOT analysis is used to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the Kokathai business. Porter’s Five Forces model helps understand the level of competition within the industry. The Balanced Scorecard is employed to measure overall business performance, while the SMART analysis is designed to set specific, measurable, achievable, relevant, and time- bound goals. Furthermore, the BCG Matrix analysis is applied to evaluate the position of Kokathai’s product. Through this report, it is hoped that Kokathai can identify the right development strategies and implement the necessary evaluation steps. In doing so, the business can continue to grow, enhance its competitiveness, and expand its market in the future.

 

Abstrak. Laporan akhir ini berfokus pada pengembangan produk kokathai melalui pemasaran online dengan menggunakan media shopee food. Kokathai adalah produk food and beverage dibidang minuman yaitu Thaitea yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar, khususnya bagi individu yang membutuhkan minuman yang menyegarkan, kaya rasa, dan dapat disesuaikan dengan selera pribadi. Dengan berbagai varian rasa dan topping yang menarik, Thaitea menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman minum yang berbeda. Selain itu, dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang konsisten, Thaitea semakin diminati oleh berbagai kalangan, dari pelajar hingga dewasa berumur 10-40 tahun. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis Kokathai. Five Forces Porter membantu memahami tingkat persaingan dalam industri. Balanced Scorecard digunakan untuk mengukur kinerja bisnis secara menyeluruh, sedangkan SMART analysis dirancang untuk menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu. Selain itu, analisis BCG Matrix diterapkan untuk mengevaluasi posisi produk Kokathai. Melalui laporan ini, diharapkan Kokathai dapat mengidentifikasi strategi pengembangan yang tepat dan mengimplementasikan langkah-langkah evaluasi yang diperlukan. Dengan begitu, bisnis dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan memperluas pasar di masa depan.

References

[1] Abdurrozzaq Hasibuan, R. D. R. (2024). TRANSFORMASI INDUSTRI MAKANAN DAN
MINUMAN MENUJU INOVASI NUTRISI DAN KEAMANAN PANGAN.
[2] Adhiana, T. P., Prakoso, I., & Pangestika, N. (2020). Evaluasi Kapasitas Produksi Ban Menggunakan Metode Rccp Dengan Pendekatan Bola. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 6(1), 6–12. https://doi.org/10.33884/jrsi.v6i1.2379
[3] Fadhli, I., Informasi, T., Pembinaan, U., & Indonesia, M. (2020). PENDAHULUAN Jenjang Perguruan Tinggi adalah tingkat pendidikan setelah pendidikan menengah yang meliputi program D3 , program S1 , program S2 , program S3 , dan program profesional , serta program spesialis , yang dilaksanakan oleh kampus berdasarkan kebi. VII(1), 39–46.
[4] Fajrian, F., Muhamad Imron Zamzani, & Afrizal, F. (2023). Analisis Strategi Pengembangan Industri Kreatif Digital di Kota Balikpapan. Jurnal Surya Teknika, 10(1), 584–589. https://doi.org/10.37859/jst.v10i1.4768
[5] Janet, I., Simandjuntak, M., Rohmayati, T., & Nurlaela, R. S. (n.d.). Analisis Keamanan Pangan Minuman Thai Tea Di Sekolah Menengah Pertama Safety Food Analysis of Thai Tea Drink in Junior High School. In Agustus (Vol. 10).
[6] Lutfi Hendriyati, & Ihsan Budi Santoso. (2021). Strategi Pemasaran Food And Beverage Untuk Meningkatkan Penjualan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cavinton Hotel Yogyakarta, Indonesia. Journal of Tourism and Economic, 4(1), 60–72. https://doi.org/10.36594/jtec/xwpgeh73
[7] Misbahussururi, A., & Hartini, T. (2024). Analisis Strategi Dengan Menggunakan Porter ’ s Five Forces Model Pada Perusahaan Kentucky Fried Chicken ( KFC ) Di Indonesia. 02(02), 1087–1092.
[8] Wahyuni, W., Fatih, M. L., Syahrani Hsb, R. M., Sakina, S., & Suhairi, S. (2022). Analisis Studi Kelayakan Bisnis Dalam Aspek Produksi. VISA: Journal of Vision and Ideas, 2(2), 126–134. https://doi.org/10.47467/visa.v2i2.960
Published
2025-02-03