Pengaruh Efikasi Diri dan Spiritualitas di Tempat Kerja terhadap Kinerja Inovasi pada Karyawan PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten
Abstract
Abstract. In developing excellence and competing with competitors, companies need innovation. Employees with high levels of self-efficacy will improve innovation performance in the company. Spiritual values are also needed in the workplace that can encourage innovation. The purpose of this study was to determine self-efficacy, spirituality in the workplace, and innovation performance and to determine the effect of self-efficacy and spirituality on innovation performance partially or simultaneously. The method used in this study is quantitative and uses multiple linear regression analysis. The object of research in this study is PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten. The research sample used a saturated technique sample in the company's marketing and sales division totaling 36 respondents. Data collection used a questionnaire that measured the level of self-efficacy, spirituality in the workplace and innovation performance. Based on the results of the study, it shows that self-efficacy is measured by the dimensions of level, strength and generalization including the very high category, spirituality in the workplace is measured by the dimensions of meaning in work, sense of togetherness, and alignment with company values including the high category, the level of innovation performance is measured by the dimensions of product, process and managerial including the very high category. Self-efficacy partially has a positive and significant effect on innovation performance, spirituality in the workplace partially has no significant effect on innovation performance, self-efficacy and spirituality in the workplace simultaneously have a positive and significant effect on innovation performance.
Abstrak. Dalam mengembangkan keunggulan dan bersaing dengan kompetitor, perusahaan memerlukan adanya inovasi. Karyawan dengan tingkat efikasi diri yang tinggi akan meningkatkan kinerja inovasi di perusahaan. Diperlukan juga nilai-nilai spiritualitas di tempat kerja yang dapat mendorong dalam berinovasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi diri, spiritualitas di tempat kerja, dan kinerja inovasi dan mengetahui pengaruh efikasi diri dan spiritualitas terhadap kinerja inovasi secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan menggunakan analisis regresi linear berganda. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten. Sampel penelitian menggunakan teknik sampel jenuh pada divisi pemasaran dan penjualan enterprise yang berjumlah 36 orang responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat efikasi diri, spiritualitas di tempat kerja dan kinerja inovasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri diukur dengan dimensi tingkat, kekuatan dan generalisasi termasuk kategori sangat tinggi, spiritualitas di tempat kerja diukur dengan dimensi bermakna dalam pekerjaan, rasa kebersamaan, dan keselarasan dengan nilai perusahaan termasuk kategori tinggi, tingkat kinerja inovasi diukur dengan dimensi produk, proses dan manajerial termasuk kategori sangat tinggi efikasi diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi, spiritualitas di tempat kerja secara parsial tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja inovasi, efikasi diri dan spiritualitas di tempat kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi.
References
[2] Alfarobi, M & Hartono, A. (2022). Pengaruh Inovasi Terbuka Terhadap Kinerja Inovasi Pada UKM di Indonesia. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 10(2), 1149–1158. https://doi.org/10.37676/ekombis.v10i2.2231
[3] Ashmos, D.P., & Duchon, D. (2000). Spirituality at Work: A Conceptualization & Measure. Journal of Management Inquiry
[4] Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: Freeman
[5] Fadhilah, S. (2018). Dampak Pendekatan Open Innovation Terhadap Kinerja Inovasi Perusahaan Di Indonesia. Journal of Management and Business Review, 15, 235–259.
[6] Kusuma, A., dkk. (2021). Pengaruh inovasi terhadap kinerja karyawan dengan self efficacy sebagai moderasi. In Forum Ekonomi (Vol. 23, No. 2, pp. 302-309).
[7] Noviawati, D. R. (2016). Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Pada Karyawan Divisi Finance Dan Divisi Human Resource Pt. Coca-Cola Distribution Indonesia, Surabaya). Jurnal Manajemen, 4(3), 1–12.
[8] Novitasari, D., dkk. (2021). The Role Of Leadership In Innovation Performance: Transactional Versus Transformational Style. JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi), 7(1), 27-36. doi: https://doi.org/10.34203/jimfe.v7i1.2981
[9] Rizkiah, N. I., & Mubarak, A. (2022). Studi Kontribusi Workplace Spirituality terhadap Innovative Work Behavior. In Bandung Conference Series: Psychology Science (Vol. 2, No. 2, pp. 171-177).
[10] Yusuf, M. (2011). The impact of self-efficacy, achievement motivation, and self-regulated learning strategies on students’ academic achievement, Procedia - Social and Behavioral Sciences,Volume 15, Pages 2623-2626, ISSN 1877-0428. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.04.158.
[11] Woodman, R. W. (2014). Creativity and organizational change: Linking ideas and extending theory. In J. Zhou & C. Shalley (Eds.), Handbook of organizational creativity (pp. 283-300). New York, NY: Lawrence Erlbaum Associates.