Pengaruh Viral Marketing terhadap Impulse Buying yang Dimoderasi oleh FOMO (Fear of Missing Out)
Abstract
Abstract. In Indonesia, fashion is rapidly evolving, accompanied by dynamic changes in trends. The fashion industry, particularly the footwear sector, now not only meets basic needs but also has become a popular trend among young people. With the latest trends, public interest in local pride has increased, especially among the youth. This study focuses on Viral Marketing, Impulse Buying, and FOMO (Fear of Missing Out). The aim of this research is to determine the relationship between Viral Marketing and Impulse Buying, as well as the role of FOMO (Fear of Missing Out) as a moderating variable in the NAH Project. The method used in this research is a quantitative approach with a questionnaire as the data collection technique. The subjects of this study are 240 NAH Project shoe users residing in Bandung City, selected through purposive sampling. There are two hypotheses in this study. To test the hypotheses, the techniques used are simple regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA). The results of this study indicate that there is a positive and significant effect of Viral Marketing on Impulse Buying in the NAH Project. Furthermore, FOMO (Fear of Missing Out) strengthens the relationship between Viral Marketing and Impulse Buying in the NAH Project.
Abstrak.
Di Indonesia, fashion berkembang dengan cepat, diiringi oleh perubahan tren yang dinamis. Industri fashion, khususnya sektor sepatu, kini tak hanya memenuhi kebutuhan dasar tetapi juga menjadi tren populer di kalangan anak muda. Seiring tren terbaru, minat masyarakat terhadap local pride meningkat, terutama di kalangan anak muda. Penelitian ini berfokus pada Viral Marketing, Impulse Buying, dan FOMO (Fear of Missing Out). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Viral Marketing dan Impulse Buying serta peran FOMO (Fear of Missing Out) sebagai variabel moderasi pada NAH Project. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan instrumen kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Objek penelitian ini adalah pengguna sepatu NAH Project yang berdomisili di Kota Bandung dengan jumlah 240 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Terdapat dua hipotesis dalam penelitian ini. Untuk menguji hipotesis, teknik yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Viral Marketing terhadap Impulse Buying pada NAH Project. Selanjutnya, FOMO (Fear of Missing Out) memperkuat hubungan antara Viral Marketing dan Impulse Buying pada NAH Project.
References
[2] Databoks.katadata.co.id. (2023). Top Brand Survey: Sneakers. https://databoks.katadata.co.id/publikasi/2023/02/27/top-brand-survey-sneakers
[3] Detik.com. (2024). Berikut Sederet Sepatu Brand Lokal yang Paling Terkenal di Indonesia. https://www.detik.com/jatim/bisnis/d7141495/berikut-sederet-sepatu-brand-lokal-yang-paling-terkenal-diindonesia
[4] Eni. (2022). Seminar Teori Manajemen Pemasaran. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Issue Mi).
[5] Kaloeti, D. V. S., Kurnia S, A., & Tahamata, V. M. (2021). Validation and Psychometric Properties of The Indonesian Version of The Fear of Missing Out Scale in Adolescents. Psicologia: Reflexao e Critica, 34(1). https://doi.org/10.1186/s41155-021- 00181-0
[6] Kotler, P. and Keller, Kevin L. (2016). Marketing Management, 15th Edition New. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka. Utama.
[7] Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alphabet.