Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP <p><strong>Bandung Conference Series: Urban &amp; Regional Planning </strong>merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional UNISBA yang diselenggarakan tahunan oleh UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung. <strong><a title="BCSURP" href="https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/" target="_blank" rel="noopener">BCSURP</a> </strong>ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN <a title="ISSN BCSURP" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220215171170238" target="_blank" rel="noopener">2828-2124</a> yang diterbitkan oleh <a title="UPT Publikasi" href="https://portal-publikasi.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">UPT Publikasi Ilmiah</a>,&nbsp;<a title="unisba" href="https://www.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Bandung</a>. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-<em>indeks</em>&nbsp;di&nbsp;<a title="GS" href="https://scholar.google.com/citations?user=02OrAmkAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>,&nbsp;<a title="Id Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27928" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>,&nbsp;<a title="doi" href="https://search.crossref.org/?q=unisba&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, dan&nbsp;<a title="DOAJ" href="https://doaj.org/search/journals?ref=quick-search&amp;source=%7B%22query%22%3A%7B%22filtered%22%3A%7B%22filter%22%3A%7B%22bool%22%3A%7B%22must%22%3A%5B%7B%22terms%22%3A%7B%22bibjson.publisher.name.exact%22%3A%5B%22Universitas%20Islam%20Bandung%22%5D%7D%7D%5D%7D%7D%2C%22query%22%3A%7B%22query_string%22%3A%7B%22query%22%3A%22universitas%20islam%20bandung%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22%2C%22default_field%22%3A%22bibjson.publisher.name%22%7D%7D%7D%7D%7D" target="_blank" rel="noopener">DOAJ</a>. &nbsp;Terbit setiap <strong>Maret</strong> dan <strong>September.</strong></p> en-US uptpublikasi@unisba.ac.id (Unang Arifin) bcsurp@unisba.ac.id (Haya Nailah Ramadhaniah) Wed, 22 Jan 2025 10:55:14 +0800 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Identifikasi Potensi Lokal untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Karyamukti, Kabupaten Cianjur https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/15930 <p><strong>Abstract.</strong> Karyamukti Tourism Village has significant potential for development as a tourist destination, but it still faces several challenges, such as the impact of the COVID-19 pandemic, inadequate tourism facilities, and suboptimal destination management. This research is descriptive and qualitative in nature, aiming to identify the local potential present in Karyamukti Tourism Village from the aspects of nature, culture, and man-made attractions that have yet to be optimally utilized. The results of the identification of local potential that has not been fully utilized in Karyamukti Tourism Village are expected to serve as a foundation for formulating appropriate tourism development strategies in the future. This way, Karyamukti Tourism Village can develop its tourism potential into an attractive and sustainable destination, providing a better tourism experience and significant economic benefits for the local community in the years to come.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Desa Wisata Karyamukti memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, namun masih menghadapi beberapa permasalahan seperti dampak pandemi COVID-19, fasilitas pariwisata yang kurang memadai, serta pengelolaan destinasi pariwisata yang belum optimal. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokal yang ada di Desa Wisata Karyamukti baik dari aspek alam, budaya, maupun buatan, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Hasil identifikasi terkait potensi lokal yang belum termanfaatkan secara optimal di Desa Wisata Karyamukti ini, diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang tepat di masa yang akan datang, sehingga Desa Wisata Karyamukti dapat mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya menjadi destinasi yang menarik dan berkelanjutan serta memberikan pengalaman berwisata yang lebih baik dan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal di masa yang akan datang.</p> Muhamad Iqbal Budi Rohman, Imam Indratno Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/15930 Thu, 23 Jan 2025 00:00:00 +0800 Perancangan Site Plan Perumahan (Studi Kasus Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi) https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/16587 <p><strong>Abstract.</strong> This study aims to design a suitable residential site plan for inhabitants by considering the strategic potential and challenges faced by the area. The background of this research is the demand for adequate housing in strategic regions as a result of infrastructure developments such as the Indonesia-China High-Speed Rail (KCIC) and Cimekar Station. The research employed a mixed-method approach, including primary and secondary data collection through interviews, field observations, and literature reviews.The findings of the study produced a zoning concept that includes residential zones, public facilities, social facilities, green open spaces, infrastructure, and commercial areas, with spatial structures based on the neighborhood unit theory. The recommendations also cover sustainable environmental management, internal circulation planning, and noise impact mitigation. This research is expected to serve as a guideline for developers, local governments, and the local community in planning comfortable, functional, and sustainable residential areas.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk merancang <em>site plan </em>perumahan yang terintegrasi transportasi massal di kawasan strategis dengan mempertimbangkan potensi strategis dan masalah yang dihadapi kawasan tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan perumahan yang terintegrasi dengan kawasan strategis sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur seperti Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) dan Stasiun Cimekar. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, melalui pengumpulan data primer dan sekunder, termasuk wawancara, observasi lapangan, dan kajian literatur.Hasil penelitian menghasilkan&nbsp; yang mencakup zona hunian, fasilitas umum, fasilitas sosial, ruang terbuka hijau, infrastuktur dan komersial, dengan struktur ruang berbasis teori <em>neighborhood unit</em>. Rekomendasi juga meliputi tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, pengelolaan sirkulasi internal, dan mitigasi dampak kebisingan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengembang, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam merencanakan kawasan perumahan yang nyaman, fungsional, dan berkelanjutan.</p> M. Arief Baihaqy. ZM, Fachmy Sugih Pradifta Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/16587 Wed, 29 Jan 2025 00:00:00 +0800 Strategi Pengembangan Potensi Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Perekonomian di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/16930 <p><strong>Abstract.</strong> Kecamatan Karang Baru has abundant natural resources, particularly in the agriculture, plantation, fisheries, and livestock sectors. This study aims to identify the leading commodities with potential to develop the local economy and formulate strategies for the development of natural resources in Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. A quantitative approach was used, incorporating LQ, Shift Share (SS), and SWOT analysis. The results indicate that leading commodities such as coffee, guava, breadfruit, duck, gourami, and tilapia have great potential for development through improved productivity, product diversification, and market access enhancement. Additionally, non-leading commodities also hold potential for development by applying efficient agricultural technologies, diversifying products, and expanding market promotion. The study recommends strategies including collaboration between institutions, cooperation between governments, product quality improvement, and infrastructure strengthening to foster sustainable local economic growth.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kecamatan Karang Baru memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan yang berpotensi mengembangkan ekonomi daerah dan merumuskan strategi pengembangan sumber daya alam di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan analisis LQ, Shift Share (SS), dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan seperti kopi, jambu biji, sukun, itik, gurame, dan bawal memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, diversifikasi produk, dan penguatan akses pasar. Selain itu, komoditas non-unggulan juga berpotensi untuk berkembang dengan penerapan teknologi pertanian efisien, diversifikasi produk, dan promosi pasar yang lebih luas. Penelitian ini merekomendasikan strategi berupa kolaborasi antar lebaga, kerja sama antar pemerintah, peningkatan kualitas produk, dan penguatan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.</p> Yasmin Murtaza, Ivan Chofyan Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/16930 Thu, 30 Jan 2025 00:00:00 +0800 Pengembangan Sistem Transportasi Wisata di Kawasan Pariwisata Waduk Jatigede https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17075 <p><strong>Abstract. </strong>This study aims to examine the condition of facilities, infrastructure, services, and comfort of transportation between tourist attractions in the Jatigede Reservoir Tourism Area. The focus of the study is on facilities, infrastructure, comfort, and services. This study was conducted using qualitative and quantitative research methods, with the approach method of distributing questionnaires, surveys, and document studies. The population and sample were 100 respondents. Data analysis was carried out using scoring analysis, short- distance. The results of the study indicate that the current means of transportation, such as tourist buses with a capacity of 22 people. In addition, facilities such as pick-up points and transportation routes in the Jatigede Reservoir area still need improvement to support tourist comfort. This study recommends the development of a tourist transportation system, such as adding a fleet of tourist buses, as well as improving supporting tourism infrastructure such as travel information and price information. Empowering local communities as managers, and improving the quality of services while supporting the local economy. With the development of this transportation system, the Jatigede Reservoir area can develop equality between tourist attractions.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sarana, prasarana, pelayanan, dan kenyamanan transportasi antar objek wisata di Kawasan Wisata Waduk Jatigede. Fokus penelitian adalah pada sarana, prasarana, kenyamanan, dan pelayanan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pendekatan penyebaran kuesioner, survei, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis skoring, lintas pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana transportasi yang ada saat ini, seperti bus pariwisata dengan kapasitas 22 orang. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem transportasi wisata, seperti penambahan armada bus wisata, serta peningkatan prasarana pendukung wisata seperti informasi perjalanan dan informasi harga. Pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pengelola, dan peningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung perekonomian setempat. Dengan pengembangan sistem transportasi ini, kawasan Waduk Jatigede dapat berkembangnya kemerataan antar objek wisata.</p> Rizal Akbar Nugraha, Tonny Judiantono Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17075 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Evaluasi Kinerja Pengelolaan Persampahan di Kota Palu berdasarkan Prespektif Masyarakat https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17085 <p><strong>Abstract.</strong> Along with the increasing population, it results in an increase in the volume of waste every day, so that waste becomes an important issue in urban areas such as in Palu City. The purpose of this study is to evaluate the performance in implementing the waste management program in Palu City. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis methods and a Likert scale. Based on the analysis carried out, from the volume of waste produced, the waste that can be transported from the waste source to the TPA is 55.41% of the amount of waste production produced. The factors that cause this are the limited number of waste facilities and infrastructure and the frequency of transportation carried out. The local government targets this waste management to be 100%, while the average achievement is 71.76%. From the assessment based on the community perspective, the performance of waste management in Palu City is low. Several things that can be recommended from the results of this study are first, increasing the capacity of facilities and infrastructure, increasing the frequency of waste transportation, and second, conducting intensive education and mentoring activities for the community to increase public awareness and knowledge regarding the importance of waste management.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, mengakibatkan peningkatan volume sampah setiap harinya, sehingga persampahan menjadi isu penting di kawasan perkotaan sebagaimana halnya di Kota Palu.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi kinerja dalam mengimplementasikan program pengelolaan sampah di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan skala likert. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dari volume sampah yang dihasilkan, sampah yang dapat terangkut dari sumber sampah ke TPA adalah 55,41% dari jumlah produksi sampah yang dihasilkan. Faktor yang menyebabkan hal ini dalah karena keterbatasan jumlah sarana dan prasarana persampahan dan frekuensi angkutan yang dilakukan. Pemerintah daerah mentargetkan untuk pengelolaan sampah ini adalah 100%, sedangkan rata-rata capaian 71,76%. Dari penilaian berdasarkan perspektif masyarakat bahwa kinerja pengelolaan sampah di Kota Palu adalah rendah. Beberapa hal yang dapat direkomendasikan dari hasil penelitian ini adalah pertama penambahan kapasitas sarana prasarana, peningkatan frekuensi angkutan sampah, dan yang kedua adalah melakukan kegiatan edukasi dan pendampingan secara intensif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.</p> Muthia Chaerani, Yulia Asyiawati Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17085 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Kajian Perbandingan Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Wisatawan Kampung Adat Cireundeu https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17224 <p><strong>Abstract.</strong> Cireundeu Traditional Village offers tourist attractions in the form of natural beauty as well as culture and traditions that have been preserved from generation to generation, making it attractive for tourists. However, some tourists expressed dissatisfaction regarding their experience there. Therefore, a comparative analysis of the level of satisfaction and importance of the 4A components (attractions, amenities, accessibility and institutions) is needed. This rsearch aims to provide recommendations to tourism managers and related parties to improve the quality of services in the Cireundeu Traditional Village. The IPA analysis method (*Importance Performance Analysis*) was used with 22 indicators. The research results show an overall conformity rate of 96.98%, which reflects the difference between tourist expectations and performance in several important aspects. The analysis diagram also identifies the main development priorities, namely improving overall environmental cleanliness.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kampung Adat Cireundeu menawarkan daya tarik wisata berupa keindahan alam serta budaya dan tradisi yang dilestarikan secara turun-temurun, menjadikannya menarik bagi wisatawan. Namun, beberapa wisatawan menyampaikan ketidakpuasan terkait pengalaman mereka di sana. Oleh karena itu, diperlukan analisis perbandingan tingkat kepuasan dan kepentingan terhadap komponen 4A (atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan kelembagaan). Penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi kepada pengelola wisata dan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas layanan di Kampung Adat Cireundeu. Metode analisis IPA (Importance Performance Analysis) digunakan dengan 22 indikator. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian keseluruhan sebesar 96,98%, yang mencerminkan adanya perbedaan antara harapan wisatawan dan kinerja pada beberapa aspek penting. Diagram analisis juga mengidentifikasi prioritas pengembangan utama, yaitu perbaikan kebersihan lingkungan secara menyeluruh.</p> Amelia Ayu Kinanti, Astri Mutia Ekasari Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17224 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Strategi Peningkatan Kualitas Permukiman berdasarkan Livable Settlement RW 10 Rancaekek Kencana https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17335 <p><strong>Abstract</strong>. Urbanization in Indonesia continues to increase, with an estimated 60% of the population living in cities by 2025. This phenomenon demands the concept of livable settlement to create livable, comfortable and sustainable settlements. This research was conducted in RW 10 Kelurahan Rancaekek Kencana, Bandung Regency, with the aim of evaluating the quality of settlements based on livable settlement criteria and designing strategies to improve them. The research method used qualitative and quantitative approaches through field observations, interviews, literature studies, institutional surveys, as well as descriptive and SWOT analysis. The results showed a number of problems, such as limited public transportation, lack of green open space (RTH), poor waste management, unmaintained drainage system, and road infrastructure that does not meet the standards. On the other hand, potentials such as the availability of education, health, and worship facilities can be optimized to support the quality of life of the community. The proposed strategies include vertical green space development, integrated waste management, improved transportation and infrastructure, and environmental education programs for the community. This strategy is expected to improve the quality of life, comfort, and sustainability of the settlement environment in RW 10. Active collaboration between the community and the government is key in realizing a settlement that is in accordance with the concept of livable settlement.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Urbanisasi di Indonesia terus meningkat, dengan estimasi 60% populasi akan tinggal di perkotaan pada tahun 2025. Fenomena ini menuntut adanya konsep livable settlement untuk menciptakan permukiman yang layak huni, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di RW 10 Kelurahan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, dengan tujuan mengevaluasi kualitas permukiman berdasarkan kriteria livable settlement dan merancang strategi peningkatannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, studi literatur, survei instansional, serta analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah permasalahan, seperti keterbatasan transportasi umum, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), buruknya pengelolaan sampah, sistem drainase yang tidak terpelihara, serta infrastruktur jalan yang belum memenuhi standar. Di sisi lain, potensi seperti tersedianya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan peribadatan dapat dioptimalkan untuk mendukung kualitas hidup masyarakat. Strategi yang diusulkan meliputi pembangunan RTH vertikal, pengelolaan sampah terintegrasi, peningkatan transportasi dan infrastruktur, serta program edukasi lingkungan bagi masyarakat. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan permukiman di RW 10. Kolaborasi aktif antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan permukiman yang sesuai dengan konsep livable settlement.</p> Shafira Rafa Maulida, Verry Damayanti Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17335 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Kajian Eksistensi Bangunan Cagar Budaya di Jalan ABC Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17551 <p><strong>Abstract.</strong> This research aims to achieve specific objectives, particularly in the management and preservation of cultural heritage buildings. A prevalent phenomenon is that modern urban development often threatens the existence of historical buildings. Additionally, the issue of owners wanting to alter the appearance of cultural heritage buildings poses a threat to these structures. The research employs a qualitative approach with interviews and observations. The analysis methods used are descriptive and oral historical. The findings indicate that owners of buildings on Jalan ABC, Bandung City, generally show a high commitment to preserving the original form and function of the buildings, with significant economic impacts and renovation plans focused on maintenance without altering the original architectural design. Despite concerns about changes to the buildings' appearances, the results show that owners prefer to maintain the historical and architectural values rather than making significant modifications.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Perencanaan adalah strategi kunci dalam pengembangan kota dan wilayah untuk mencapai tujuan tertentu, terutama dalam pengelolaan dan pelestarian bangunan cagar budaya. Fenomena yang terjadi yakni perkembangan kota modern sering kali mengancam keberadaan bangunan-bangunan bersejarah tersebut. Selain itu, isu pemilik bangunan cagar budaya ingin merubah wajah bangunannya menjadi sebuah ancaman bagi bagunan cagar budaya (BCB). Metode penelitian yang digunakan meliputi pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskritif dan oral historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik bangunan di Jalan ABC Kota Bandung umumnya memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian bentuk dan fungsi asli bangunan, dengan dampak ekonomi yang signifikan dan rencana renovasi yang fokus pada perawatan tanpa mengubah bentuk arsitektur asli. Meskipun terdapat isu tentang perubahan wajah bangunan, temuan menunjukkan bahwa pemilik lebih memilih untuk mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur daripada melakukan perubahan signifikan.</p> Hasan Syukur, Ira Safitri Darwin Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17551 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Kajian Tingkat Pencapaian Penerapan Smart Government Menurut OPD dan Masyarakat di Kabupaten Sumedang https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17819 <p><strong>Abstract.</strong> The Smart Government concept in Sumedang Regency has derivatives, including government administration, bureaucracy, and public services. The implementation of Smart Government in Sumedang Regency still has several weaknesses including public awareness of existing services, besides the need for improvement in optimizing digital services. So this research is to get the value of the achievement level of Smart Government implementation in Sumedang Regency. For this research method, namely qualitative, with observation and questionnaires. It can be seen that Smart Government Sumedang Regency has a final score of 61% - 80%, which means that the score is included in the Integrated category. where according to OPD there is still a lack in terms of sensors in Sumedang Regency, besides that according to the community, technological support in Sumedang Regency in implementing Smart Government is still lacking. Therefore, it is necessary to make adjustments to the needs of the community in providing services in order to facilitate the community in Sumedang Regency, then there is more maintenance in infrastructure to support services and socialization and training for the community and ASN in Smart Government in order to maximize services.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Konsep Smart Government di Kabupaten Sumedang memiliki turunan, diantaranya penyelengaraan pemerintahan, birokrasi, dan pelayanan publik. Penerapan Smart Government di Kabupaten Sumedang masih terdapat beberapa kelemahan diantaranya mengenai kesadaran masyarakat terhadap layanan - layanan yang ada, selain itu perlunya peningkatan dalam mengoptimalkan layanan digital. Maka penelitian ini untuk mendapatkan nilai tingkat pencapaian penerapan Smart Government di Kabupaten Sumedang menggunakan metode Garuda Smart City Framework. Untuk metode penelitian ini yaitu mix method, dengan observasi dan kuesioner. Dapat diketahui Smart Government Kabupaten Sumedang memiliki skor akhir 61% - 80% yang artinya skor tersebut masuk kedalam ketegori Integrated. dimana menurut OPD masih kekurangan dalam segi sensor yang terdapat di Kabupaten Sumedang, selain itu menurut masyarakat dukungan teknologi pada Kabupaten Sumedang dalam menerapkan Smart Government masih kurang. Maka dari itu perlu adanya penyesuaian mengenai kebutuhan masyarakat dalam penyediaan layanan agar dapat memudahkan masyarakat di Kabupaten Sumedang, lalu adanya pemeliharaan lebih dalam infrastruktur untuk penunjang pelayanan dan adanya sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat dan ASN dalam Smart Government agar dapat memaksilmalkan pelayanan.</p> Fawwaz Muhamad Fadhilla, Irland Fardani Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17819 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Pengegmbangan Jalur Evakuasi Hutan Pinus Rahong, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17930 <p><strong>Abstract.</strong> Development of evacuation routes in the Rahong pine forest tourist spot, Pengalengan sub-district, Bandung regency. The writing of this thesis has a direction in developing evacuation routes in the Rahong Pengalengan pine forest, the purpose of this study is to develop existing evacuation routes so that they are not just formalities. With the method used in the study, namely Network analysis. The data used are primary data obtained from surveys and interviews with the community and visitors and secondary data obtained from national and international journals. The results of this study are to show that the development of evacuation routes is made to facilitate evacuation in disaster situations and improve visitor safety and reduce the risk of disaster.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pengembangan jalur evakuasi pada tempat wisata hutan pinus rahong, kecamatan pengalengan, kabupaten bandung. Penulisan skripsi ini mempunyai arah dalam mengembangan jalur evakuasi pada hutan pinus rahong pengalengan, tujuan dari penelitian ini untuk mengembangan jalur evakuasi yang telah ada sehingga tidak hanya sebagai formalitas aja. Dengan metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis Jaringan. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh dari survey dan wawancara dengan masyarakat dan pengunjung serta sekunder yang diperoleh dari jurnal nasional maupun internasional. Hasil penelitian ini untuk menunjukan bahwa pengembangan jalur evakuasi dibuat agar mempermudah dalam melakukan evakuasi dalam situasi bencana dan meningkatkan keselamatan pengunjung dan mengurangi risiko dari bencana.</p> Mohammad Aksan Rachliansyah, Riswandha Risang Aji Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/17930 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Dampak Pembangunan Pelabuhan Patimban terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18073 <p><strong>Abstract.</strong> The construction of Patimban Port in Pusakanegara District, Subang Regency, as one of the National Strategy Projects (PSN), has had a significant impact on the socio-economic conditions of the local community. This study aims to identify social and economic changes that occurred before and after the construction of Patimban Port. Using the before-after method, T-test and qualitative descriptive, this study combines primary data from questionnaires and interviews with secondary data from supporting journals. The results of this study indicate that the construction of Patimban Port has a positive impact in the form of increased job opportunities, increased economy, increased access to easy facilities such as health facilities, education, and transportation, and increased regional development. There are negative impacts caused by the construction of Patimban Port, such as the conversion of agricultural land and ponds, shifting livelihoods, increased air pollution, and lack of empowerment for farming and fishing communities. This study recommends that training and community empowerment be held for those affected by the construction of Patimban Port and improved air pollution management.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kecamatan Pusakanegara,&nbsp; Kabupaten Subang, sebagai salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN), membawa dampak signnifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi sebelum dan sesudah pembangunan Pelabuhan Patimban. Dengan menggunakan metode before-after, Uji T dan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggabungkan data primer dari kuisioner dan wawancara dengan data sekunder dari jurnal pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan Pelabuhan Patimban memberikan dampak positif berupa peningkatan peluang kerja, pen4ingkatan perekonomian, peningkatan akses kemudahan fasilitas seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, serta transportasi, dan peningkatan pengembangan wilayah. Adapun terdapat dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya pembangunan Pelabuhan Patimban, seperti adanya alih fungsi lahan pertanian dan tambak, pergeseran mata pencaharian, peningkatan polusi udara, serta kurangnya pemberdayaan bagi komunitas petani dan nelayan. Penelitian ini merekomendasikan untuk diadaknya pelatihan dan pemberdayaan masyarakat bagi yang terdampak oleh pembangunan Pelabuhan Patimban serta peningkatan pengelolaan polusi udara.</p> Asep Supriyatna, Saraswati Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18073 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Kajian Pengembangan Kawasan Batu Enam Menjadi Pusat Pemerintahan Baru Kabupaten Rokan Hilir https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18095 <p><strong>Abstract.</strong> This study examines the development of the Batu Enam area in Bangko District as the new government center of Rokan Hilir Regency. This relocation aims to improve the efficiency of public services, integrate scattered agencies, and utilize strategic land owned by the local government. This study designs an efficient area layout and determines supporting facilities and infrastructure. Data were collected through observation, literature review, and interviews. The analysis includes an evaluation of accessibility, existing infrastructure, potential green open space, and environmental sustainability aspects. The results of the study indicate that Batu Enam has strategic advantages in terms of accessibility, infrastructure, and development potential. The planning includes a centralized office layout, integrated utility networks, green open space management, and road improvements to support mobility. This area is also designed as a city tourism destination with supporting facilities such as parks and cafeterias. Research recommendations include strategic steps for sustainable development and technical guidelines for efficient and environmentally friendly infrastructure development. With the new government center in Batu Enam, it is hoped that public services will be more effective and able to encourage economic growth in the surrounding areas.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini mengkaji pengembangan Kawasan Batu Enam di Kecamatan Bangko sebagai pusat pemerintahan baru Kabupaten Rokan Hilir. Pemindahan ini bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan publik, mengintegrasikan instansi yang tersebar, dan memanfaatkan lahan strategis milik pemerintah daerah. Studi ini merancang tata letak kawasan yang efisien serta menentukan sarana dan prasarana pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, kajian literatur, dan wawancara. Analisis mencakup evaluasi aksesibilitas, infrastruktur eksisting, potensi ruang terbuka hijau, dan aspek keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Enam memiliki keunggulan strategis dari segi aksesibilitas, infrastruktur, dan potensi pengembangan. Perencanaan meliputi tata letak perkantoran terpusat, jaringan utilitas yang terintegrasi, pengelolaan ruang terbuka hijau, serta perbaikan jalan untuk mendukung mobilitas. Kawasan ini juga dirancang sebagai destinasi wisata kota dengan fasilitas pendukung seperti taman dan kafetaria.Rekomendasi penelitian mencakup langkah strategis untuk pengembangan berkelanjutan serta panduan teknis bagi pembangunan infrastruktur yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan pusat pemerintahan baru di Batu Enam, diharapkan pelayanan publik lebih efektif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya.</p> Yudha, Ivan Chofyan Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18095 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Konsep Perancangan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18173 <p><strong>Abstract.</strong> Decree of the Regent of Indragiri Hilir Number 133/II/HK-2017 stipulates 176.36 ha as the location of slum areas in Indragiri Hilir Regency. The local government is trying to resolve this issue, one of which is by compiling the Plan for Prevention and Improvement of the Quality of Slum Housing and Slum Settlements (RP2KPKPK). However, there are 6.80 ha in Tembilahan Kota Village that have not been addressed in the RP2KPKPK document. This study aims to develop a concept for designing slum areas in Tembilahan Kota Village with a synoptic method framework. The analysis method used is site analysis with a mixed method approach. Data collected in this study were obtained through field observations, institutional surveys, and literature studies. The design results in this study will divide the area into three zones, namely (1) Bahtera Coastal Zone (2) Sentosa Revitalization Zone (3) Harmoni Heritage Zone. The design vision in this study is to create a waterfront residential area that carries the characteristics of Malay buildings with modern designs to present safe, comfortable, productive, and sustainable housing.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Surat Keputusan Bupati Indragiri Hilir Nomor 133/II/HK-2017 menetapkan 176,36 ha sebagai lokasi kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Indragiri Hilir. Pemerintah daerah berupaya menyelesaikan isu ini salah satunya dengan penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK). Namun terdapat 6,80 Ha di Kelurahan Tembilahan Kota yang belum tertangani dalam dokumen RP2KPKPK. Studi ini bertujuan untuk menyusun konsep perancangan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Tembilahan Kota dengan kerangka kerja synoptic method. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tapak dengan metode pendekatan mixed method. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ditempuh dengan observasi lapangan, survei instansional, dan studi literatur. Hasil perancangan dalam studi ini akan membagi kawasan ke dalam tiga zona yakni (1) Zona Pesisir Bahtera (2) Zona Revitalisasi Sentosa (3) Zona Warisan Harmoni. Visi perancangan dalam penelitian ini adalah menciptakan kawasan permukiman waterfront yang mengusung karakteristik bangunan Melayu dengan desain modern untuk menghadirkan hunian yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.</p> Shafa Rachmatika Noer Muklisin, Fachmy Sugih Pradifta Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18173 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pengunjung di Objek Kawasan Wisata Religi Masjid Raya Al-Jabbar https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18177 <p><strong>Abstract.</strong> Religious tourism is increasingly popular in Indonesia, including the Al-Jabbar Grand Mosque in Bandung as an attractive destination. However, its management still faces various challenges, such as the parking problem that is often complained about, the ticket system for the Rasulullah Museum gallery, as well as narrow road access and minimal public transportation. In addition, some visitors consider the available facilities to be inadequate, which can affect the tourist experience and reduce interest in visiting. This study aims to identify the main elements that influence visitor satisfaction, including attractions, amenities, accessibility, and additional services. This study also serves as an evaluation to improve the quality of the destination. The method used is quantitative descriptive statistics with SEM modeling through SmartPLS and a qualitative approach. The results of the study show that amenities, attractions, and additional services have a significant influence on tourist satisfaction. Overall, visitors are satisfied with the services received. This study can be a reference for stakeholders in designing religious tourism development strategies to make it more attractive and comfortable for tourists.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Wisata religi semakin diminati di Indonesia, termasuk Masjid Raya Al-Jabbar Bandung sebagai destinasi menarik. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti masalah parkir yang sering dikeluhkan, sistem tiket untuk galeri Museum Rasulullah, serta akses jalan yang sempit dan minimnya transportasi umum. Selain itu, beberapa pengunjung menganggap fasilitas yang tersedia kurang memadai, yang dapat memengaruhi pengalaman wisata dan menurunkan minat kunjungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen utama yang memengaruhi kepuasan pengunjung, mencakup atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Kajian ini juga berfungsi sebagai evaluasi untuk meningkatkan kualitas destinasi. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif dengan pemodelan SEM melalui SmartPLS serta pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amenitas, atraksi, dan layanan tambahan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Secara keseluruhan, pengunjung merasa puas dengan layanan yang diterima. Studi ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengembangan wisata religi agar lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan.</p> Liska Ananda Putri, Astri Mutia Ekasari Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18177 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Kajian Permasalahan Jalur Pedestrian Di Jalan Husein Kartasasmita Kota Banjar, Jawa Barat https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18178 <p><strong>Abstract.</strong> This research aims to examine the problem of pedestrian paths on Jalan Dr. Husein Kartasasmita, Banjar City, West Java, with a focus on identifying problems and recommending improvements. The research method used was quantitative with Likert scale analysis as well as a field observation approach and questionnaires to 20 sources consisting of experts, stakeholders and experts. The research results show that the condition of pedestrian paths on Jalan Husein Kartasasmita is generally poor, with an average score of 2.15 based on Likert scale analysis. Some of the main problems identified include non-compliance with sidewalk widths with standards, damage to sidewalk construction, lack of supporting facilities such as lighting, seating, trash cans and public transportation stops, as well as the absence of disabled-friendly facilities such as guideways and handrails. The recommendations put forward include revitalizing sidewalks, adding supporting facilities, and improving accessibility for people with disabilities. It is hoped that this research can be a consideration for the city government in improving the quality of pedestrian infrastructure and increasing public awareness of the importance of safe and comfortable pedestrian paths.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan jalur pedestrian di Jalan Dr. Husein Kartasasmita, Kota Banjar, Jawa Barat, dengan fokus pada identifikasi masalah dan rekomendasi perbaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis skala likert serta pendekatan observasi lapangan, dan kuesioner terhadap 20 narasumber yang terdiri dari ahli, stakeholder, dan pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalur pedestrian di Jalan Husein Kartasasmita secara umum buruk, dengan skor rata-rata 2,15 berdasarkan analisis skala Likert. Beberapa masalah utama yang teridentifikasi meliputi ketidaksesuaian lebar trotoar dengan standar, kerusakan konstruksi trotoar, kurangnya fasilitas pendukung seperti lampu penerangan, tempat duduk, tempat sampah, dan halte angkot, serta ketiadaan fasilitas ramah difabel seperti jalur pemandu dan pegangan tangan. Rekomendasi yang diajukan meliputi revitalisasi trotoar, penambahan fasilitas pendukung, dan perbaikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pedestrian serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jalur pedestrian yang aman dan nyaman.</p> Mochamad Fajar Ramadhan, Ernady Syaodih Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSURP/article/view/18178 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800