Pemetaan Tingkat Bahaya Bencana Kebakaran Sebagai Dasar Upaya Mitigasi Bencana Kebakaran

  • Vachnabil Juriansyah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Irland Fardani Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Kebakaran, Pemetaan, Risiko Bencana

Abstract

Abstract. Pontianak City, with its densely populated urban areas, faces an increased risk of fire disasters. Fire incidents are common occurrences in both urban and non-urban regions. In urban areas, fires primarily happen in densely populated and highly active zones. According to the Head of the Regional Public Order Agency (SATPOL PP) of Pontianak, there were 39 reported fire incidents in the city in 2021. Therefore, this research aims to assess the level of fire disaster risk in Pontianak City. The research adopts a quantitative approach, utilizing both primary and secondary data, analyzed through the PERKA BNPB NO 12 of 2012 and PERMEN PUN NO 20 of 2009 methodologies. The analysis revealed that six neighborhoods are classified as having a high-threat level, while 16 neighborhoods exhibit high vulnerability levels to fire disasters. Additionally, the capacity analysis indicated that all neighborhoods in Pontianak City have a low Community Resilience Index (IKM) and a moderate Community Disaster Index (IKD) of 0.45. Based on the risk assessment, five neighborhoods in Pontianak City are deemed high-risk areas, highlighting the need for appropriate infrastructure and recommendations. Measures such as installing fire hydrants and increasing awareness of fire disaster risks are essential, given the diverse traditional customs and rituals in Pontianak involving fire, including cultural ceremonies. Strengthening community involvement through environmental monitoring, fire-fighting training, and assistance in handling fire emergencies are vital steps to mitigate fire disasters effectively.

Abstrak. Kota Pontianak mempunyai kawasan perkotaan yang cukup padat. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana kebakaran di Kota Pontianak. Kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi pada kawasan perkotaan dan non-perkotaan. Pada kawasan perkotaan, kejadian kebakaran utamanya terjadi pada daerah berpenduduk padat atau pada daerah yang memiliki aktivitas tinggi dan menurut kepala Dinas SATPOL PP Kota Pontianak sudah terjadi 39 kasus kejadian kebakaran di tahun 2021 sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi nilai tingkat risiko bencana kebakaran di Kota Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan didukung penggunaan data primer maupun sekunder diolah menggunakan metode analisis PERKA BNPB NO 12 Tahun 2012 dan PERMEN PUN NO 20 Tahun 2009. Hasil analisis tingkat bahaya kebakaran menunjukkan 6 kelurahan dengan kelas bahaya tinggi, hasil analisis kerentanan menunjukkan 16 kelurahan dengan tingkat nilai kerentanan tinggi, hasil analisis kapasistas seluruh kelurahan di Kota Pontianak memiliki tingkat IKM yang rendah dengan tingkat IKD yang sedang sebesar 0,45. Dari hasil analisis tingkat risiko bencana kebakaran dapat diketahui bahwa 5 kelurahan di Kota Pontianak memiliki tingkat risiko tinggi sehingga Kota Pontianak memerlukan saran dan infrastruktur yang memadai seperti pengadaan hidran, meningkatkan kesadaran pengenalan bahaya bencana kebakaran dikarenakan masyarakat Pontianak memiliki beragam tradisi adat dan ritual yang melibatkan api salah satunya upacara adat dan pemantauan lingkungan atau dengan pelatihan dan bantuan dalam menghadapi kebakaran.

References

Annisa, K., & Weishaguna. (2023). Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1–8. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1805

BKKBN. (2017). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2017. Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, 1(1), 1–108.

Fatmawati, R. (2009). Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proteksi Kebakaran Gedung. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 7.

Kerawanan, T., & Permukiman, K. (2015). Pemanfaatan Teknik Pengideraan Jauh Untuk Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Permukiman. Geo-Image, 4(2). https://doi.org/10.15294/geoimage.v4i2.7526

Lesmanawati, F., & Fardani, I. (2022). Studi Identifikasi Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 44–53. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i1.758

Taridala, S. (2017). Model penentuan lokasi potensial prasarana mitigasi bencana kebakaran perkotaan sebagai salah satu dasar penataan ruang wilayah kota pantai (penerapan di kota kendari).

Wijayakusuma, B. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Kecamatan Cimenyan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 29–38. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1929

Published
2023-08-09