Arahan Revitalisasi Bangunan Cagar Budaya dan Bangunan Diduga Cagar Budaya di Kota Tua Senapelan Kota Pekanbaru

  • Muhammad Shadam Syafsafa Adsya Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Ira Safitri Darwin Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Bangunan cagar budaya, Revitalisasi, Senapelan

Abstract

Abstract. The Senapelan City is an ancient city and the founding nucleus of Pekanbaru, a city that has existed since precolonial times. Its role has transformed over time. In the past, Senapelan served as a strategic trading route and a loading and unloading point for goods conducted by the VOC (Dutch East India Company). During the colonial period, the Dutch established several trading offices towards the south. After Independence, the development of Pekanbaru shifted towards the south, leading to the abandonment of the Senapelan area. Consequently, many historical buildings deteriorated, were left abandoned, and eventually succumbed to the ravages of time. This research is intriguing to be conducted due to the presence of 13 Cultural Heritage Buildings (BCB) managed by the Regional Government and 18 Buildings with Cultural Heritage Potentials (BDCB) with varying conditions, ranging from well-maintained to neglected and even ruined structures. The study aligns with the zoning of the BCB that has been previously conducted in the Old Town of Senapelan. Based on this background, the research aims to formulate guidelines for the revitalization concept of the Old Town of Senapelan. The research adopts a qualitative approach using the hermeneutic method. The research findings indicate that the guidelines for the revitalization of the Old Town of Senapelan should consider the condition of the cultural heritage buildings and their historical value. This can be achieved through reconstruction, consolidation, rehabilitation, restoration, and maintenance approaches..

Abstrak. Kota Senapelan adalah kota tua cikal bakal berdirinya kota Pekanbaru yang sudah ada sejak dari zaman prakolonial. Peran kota ini bertransformasi dari waktu ke waktu. Pada masa lampau Senapelan merupakan jalur perdagangan strategis dan menjadi tempat bongkar muat barang yang dilakukan oleh VOC. Pada masa kolonial, Belanda membangun beberapa kantor dagang ke arah selatan. Pasca Kemerdekaan pembangunan Kota Pekanbaru mengarah ke arah selatan. Sejak saat itu Kawasan Senapelan mulai ditinggalkan, sehingga banyak bangunan bersejarah yang rusak, terbengkalai, hingga hancur dimakan umur. Penelitian ini menarik untuk dilakukan  karena terdapat 13 BCB yang di kelola oleh Pemerindah Daerah dan terdapat 18 BDCB dengan kondisinya yang berbeda-beda mulai dari bangunan yang terawat hingga terbengkalai bahkan hancur. Penelitian ini sesuai dengan zonasi BCB yang sudah dilakukan pada kawasan Kota Tua Senapelan. Merujuk latar belakang tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyusun arahan konsep revitalisasi Kawasan Kota Tua Senapelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutik. Hasil penelitian menunjukan arahan revitalisasi Kawasan Kota Tua Senapelan merujuk pada  kondisi bangunan cagar budaya dan nilai sejarah, yaitu dengan rekonstruksi, konsolidasi, rehabilitasi, restorasi dan Pemeliharaan.

References

Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat, W., 2022. Zonasi Kawasan Bandar Senapelan Kota Pekanbaru.

Darwin, I.S., 2020. Perkembangan Kota Bukit Tinggi dalam Perspektif Ruang dan Budaya dari Tahun 1600-an Hingga Tahun 2016. Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Ghalib, W., 1980. Sejarah Kota Pekanbaru. Pemerintah Daerah Kotamadya Tingkat II Pekanbaru.

Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2021, 2021. Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

Tohjiwa, A.D., 2015. SENSE OF PLACE KOTA BOGOR BERDASARKAN PERSEPSI PENDUDUK DI TIGA TIPOLOGI PERMUKIMAN. Tesa Arsitektur.

Wulandari, S., Melay, D.R., Hum, M., Tugiman, D., 2017. History Of Zero Point Displacement Pekanbaru City Of Senapelan To Jenderal Sudirman Street.

Astari, W. Y., & Rochman, G. P. (2023). Hubungan Timbal Balik antar Aktor dalam Pengembangan Wisata Budaya Keraton Kota Cirebon. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 47–54. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1950

Mas’ud, M. Z., & Rochman, G. P. (2022). Kohesi Sosial dalam Pengembangan Wisata Budaya: Studi terhadap Generasi Muda Kota Cirebon. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 177–184. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i2.1405

Published
2023-08-09