Strategi Pengembangan Usahatani Kopi di Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Banten

  • Naufal Luthfifaris Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: kopi, produksi, kesesuaian lahan

Abstract

Abstract. One of the Robusta Coffee producing areas in Indonesia is Serang Regency. Banten Province has several superior commodities, one of which is coffee, whose production volume continues to increase every year. Coffee plantations in Serang Regency are spread over several sub-districts, but only 4 areas are focused on producing coffee, namely Cinangka District, Anyar District, Ciomas District and Padarincang District. The areas in Serang Regency that produce the most coffee products are located in the Cinangka and Ciomas sub-districts. In 2021, Cinangka District with significant production will reach 184 tons per year in an area of 368 ha with a productivity of 500 kg/ha/year. Coffee productivity in Cinangka District is in the very low level category because ideally 1 ha of coffee production can produce 2-3 tons/year. This study aims to develop a strategy to increase coffee production in Cinangka District so that production can increase so that it can improve the community's economy. The target to be achieved is to identify the suitability of coffee plantation land, the factors that affect the level of coffee productivity and strategies to increase coffee production. With the method of land suitability analysis and SWOT analysis, it is expected to produce output: land suitability mapping of coffee plantations and strategies to increase coffee production. Based on the results of the study it was concluded that on existing land due to limitations in how to improve the limiting factors to increase coffee production, it is necessary to extensify in the available space in accordance with land suitability evaluation. For the strategy itself, it is necessary to procure cover crops that are in accordance with geographical conditions, the Government assists in procuring funds or providing initial capital, Cinangka District must set very competitive prices due to fluctuations in the price of its own coffee commodity and can look for donors or investors to increase its own Cinangka coffee commodity with an agreement that benefits both parties.

Abstrak. Salah satu daerah penghasil Kopi Robusta di Indonesia adalah Kabupaten Serang. Provinsi Banten memiliki beberapa komoditas unggulan yang salah satunya adalah kopi yang tiap tahunnya volume produksinya terus meningkat. Kebun kopi di Kabupaten Serang tersebar di beberapa kecamatan akan tetapi hanya 4 wilayah yang difokuskan untuk memproduksi kopi yaitu Kecamatan Cinangka, Kecamatan Anyar, Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Padarincang. Daerah di Kabupaten Serang yang paling banyak menghasilkan produk kopi terletak di kecamatan Cinangka dan Ciomas. Pada tahun 2021, Kecamatan Cinangka dengan produksi yang signifikan mencapai 184 ton per tahun pada luasan 368 ha dengan produktivitas 500 kg/ha/tahun. Produktivitas kopi di Kecamatan Cinangka termasuk kategori tingkat sangat rendah karena idealnya produksi kopi 1 ha dapat menghasilkan 2-3 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi peningkatan produksi kopi Kecamatan Cinangka agar produksi dapat meningkat sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sasaran yang ingin dicapai adalah teridentifikasinya kesesuaian lahan perkebunan kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas kopi dan strategi peningkatan produksi kopi. Dengan metode analisis kesesuaian lahan dan analisis SWOT diharapkan dapat menghasilkan output : pemetaan kesesuaian lahan kebun kopi dan strategi peningkatan produksi kopi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pada lahan yang sudah ada karena factor keterbatasan cara memperbaiki factor pembatas untuk menambah produksi kopi perlu adanya ekstensifikasi di tempat yang tersedia sesuai dengan evaluasi kesesuaian lahan. Untuk strateginya sendiri perlu adanya pengadaan tanaman pelindung yang sesuai dengan keadaan geografis, Pemerintah membantu dalam pengadaan dana atau pemberian modal awal, Kecamatan Cinangka harus menetapkan harga yang sangat kompetitif karena fluktuatifnya harga komoditas kopi sendiri dan bisa mencari donatur atau investor untuk meningkatkan komoditas kopi cinangka sendiri dengan perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak.

References

Mas’ud, M. Z., & Rochman, G. P. (2022). Kohesi Sosial dalam Pengembangan Wisata Budaya: Studi terhadap Generasi Muda Kota Cirebon. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 177–184. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i2.1405

Safarina, T. S., & Damayanti, V. (2023). Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Cibangkong Berdasarkan Konsep Livable Settlement. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 55–64. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1956

ADELIA, R., DIBIA, I., & MEGA, I. (2016). Evaluasi Kesesuaian Lahan Beberapa Komoditas Tanaman Hortikultura Dan Perkebunan Di Kawasan Agrowisata Desa Kerta Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Agroekoteknologi Trop. (Journal Trop. Agroecotechnology), 5(4), 405-413.

Alam, A. S., & Cawer, M. (2020). Strategi Pengembangan Usaha Tani Kopi Arabika (Studi Kasus Di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur). Jurnal Agrita, 1(1), 23-32.

Ambarita, J. P., & Kartika, I. N. (2015). Pengaruh luas lahan, penggunaan pestisida, tenaga kerja, pupuk terhadap produksi kopi di Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 4(7), 44553.

Amalia, D. N., & Ningsih, R. (2021). Strategi pengembangan marketing mix dengan analisis SWOT pada Gerai Kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 421-441.

Arefda, M. R. (2021). PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN SITURAJA KABUPATEN SUMEDANG (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Arief, Z. A., Rusdi, M., & Karim, A. (2023). Hubungan antara Karakteristik Lahan dan Produksi Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1), 383-388.

Published
2023-08-09