Kajian Risiko Bencana Tanah Longsor sebagai Dasar Mitigasi di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung
Abstract
Abstract.Cicalengka sub-district is a sub-district that is often hit by landslides due to its geographical conditions in hilly areas. Cicalengka sub-district experiences quite a lot and constant landslides every year. The purpose of this study was to assess the risk level of landslides and formulate efforts to mitigate the risks of landslides in the Cicalengka sub-district. The research method used in this research is spatial, quantitative and secondary primary data collection. For the research method used is the PERKA BNPB method No 12 of 2012, Puslittanak Bogor 2004 and uses GIS in its mapping. The results obtained for landslides for low risk are 978.44 Ha, for medium risk 3,385.3 Ha, and for high risk 14.58 Ha. And based on BNPB guideline decision making, the landslide risk index in Cicalengka sub-district is in the middle class with a total area of 4,378.32 Ha. Recommendations for mitigating the risk of landslides are classified for each risk class. For high risk classes by relocating people who are in high areas. Medium risk classification by constructing retaining walls and creating evacuation routes to facilitate evacuation activities at landslide hazard locations.
Abstrak. Kecamatan Cicalengka merupakan kecamatan yang sering terkena bencana tanah longsor disebabkan oleh kondisi geografisnya berada pada daerah perbukitan. Kecamatan cicalengka mengalami kejadian tanah longsor yang cukup banyak dan kontstan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat risiko bencana tanah longsor dan merumuskan upaya mitigasi risiko bencana tanah longsor yang ada di kecamatan cicalengka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah spasial, kuantitatif dan pengumpulan data primer sekunder. Untuk metode penelitian yang digunakan ialah metode PERKA BNPB No 12 Tahun 2012, Puslittanak Bogor Tahun 2004 dan menggunakan GIS dalam pemetaannya. Hasil yang didapat bencana tanah longsor untuk risiko rendah seluas 978,44 Ha, untuk risiko sedang 3.385,3 Ha, dan untuk risiko tinggi 14,58 Ha. Dan berdasarkan pengambilan keputusan pedoman BNPB indeks risiko tanah longsor di Kecamatan Cicalengka berada pada kelas sedang dengan total luasan 4.378,32 Ha. Rekomendasi mitigasi risiko bencana tanah longsor di klasifikasikan pada tiap kelas risiko. Untuk kelas risiko tinggi dengan merelokasi masyarakat yang berada pada kawasan tinggi. Klasifikasi risiko sedang dengan membuat dinding penahan tanah dan membuat jalur evakuasi sehingga memudahkan kegiatan evakuasi pada lokasi bahaya tanah longsor.
References
Durianto, D. (2001). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Firdaus, H. S., & Nasrudin Usman, D. (2022). Pengaruh Perubahan Curah Hujan dan Perubahan Tutupan Lahan terhadap Bencana Longsor berdasarkan Analisis Spasial. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(2), 159–166. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i2.480
Putri, N. P., & Purwadio, H. (2013). Arahan Pengendalian Alih Fungsi Daerah Resapan Air Menjadi Lahan Terbangun di Kecamatan Lembang, Bandung. Jurnal Teknik POMITS,
Alharia Dinata, Fameira Dhiniati. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Sebagai Upaya Mitigasi di Kota Pagar Alam. 2019.
Roihan Muhammad Derajat, Lili Somantri, Iwan Setiawan. Pemetaan Tingkat Risiko Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. 2021.
Taufik Eka Ramadhan, Andri Suprayogi, Arief Laila Nugraha. Pemodelan Potensi Bencana Tanah Longsor Menggunakan Analisis SIG di Kabupaten Semarang. 2017.
Faizana F., Laila Nugraha A., & Darmo Yuwono B. Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang. 2015.
Furi Lesnamawati, Irland Fardani. Studi Identifikasi Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang. 2022.2(1).