Analisis Tingkat Kekumuhan Permukiman Kelurahan Pelindung Hewan Kecamatan Astana Anyar

  • Muhammad Fauzan Rizkiatama Syam Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Verry Damayanti Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: permukiman, kumuh, strategi

Abstract

Abstract. Slum settlements are one of the problems that occur in urban areas as a result of weak government oversight of spatial planning policies, high population growth, low economic levels and people's indifference to regional spatial planning. The Pelindung Hewan Village is one example of a village in the city of Bandung which is included in the priority for handling slum areas based on the Decree of the Mayor of Bandung Number 648/Kep.1227-DPKP3/2020 with the specific areas being in RW 05, RW 06 and RW 08. This research aims to know the level of slums in priority slum areas in the Pelindung Hewan. The analytical method used is quantitative with an analysis of scoring system based on the PUPR Ministerial Regulation No. 14 of 2018 to determine strategic directions. The results showed that the slum level in RW 05 and RW 06 was at the moderate slum level, with high legal land status and other considerations, while for RW 08 it was included in the low slum level with high legal land status and other considerations.

Abstrak. Permukiman kumuh (slum) merupakan salah satu masalah yang terjadi dalam wilayah perkotaan akibat dari lemahnya pengawasan pemerintah terhadap kebijakan pengawasan tata ruang, pertumbuhan penduduk yang tinggi, tingkat perekonomian yang rendah serta ketidakpedulian masyarakat terhadap tata ruang kawasan. Kelurahan Pelindung Hewan adalah salah satu contoh kelurahan di Kota Bandung yang termasuk kedalam prioritas penanganan kawasan kumuh berdasarkan SK Walikota Bandung Nomor 648/Kep.1227-DPKP3/2020 dengan spesifik kawasannya berada di RW 05, RW 06 dan RW 08. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekumuhan kawasan prioritas kumuh di Kelurahan Pelindung Hewan. Metoda analisis yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis nilai pembobotan berdasarkan pada variabel Permen PUPR No 14 Tahun 2018 untuk menetukan arahan strategi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kekumuhan pada RW 05 dan RW 06 termasuk pada tingkat kumuh sedang, dengan status lahan legal, dan pertimbangan lain tinggi, sedangkan untuk RW 08 termasuk pada tingkat kumuh rendah dengan status lahan legal dan pertimbangan lain tinggi.

References

Amiany. (2017). Penanganan Fisik Permukiman Kawasan Kumuh di Kota Kapuas. Jurnal Teknika, Vol. 1, 70–77.

Annas, A. (2018). Analisis Penentuan Infrastruktur Prioritas Untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan di Kawasan Kumuh Lingkungan Kerantil Kota Blitar. Institut Teknologi Sepuluh November.

Peraturan Presiden No 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 - 2024, (2020).

Salinan Keputusan Wali Kota Bandung Nomor : 648/Kep.1227-DPKP3/2020 Tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Kota Bandung, (2020).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 14 Tahun 2018 Tentang Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, Pub. L. No. 14/PRT/M/2018.

Monica, F., Jamika, F. I., Razak, A., Handayuni, L., Yuniarti, E., & Fauzi, Mhd. (2023). Literatur Review: Strategi Penanganan Pemukiman Kumuh di Kelurahan Batang Arau Kota Padang terkait Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan. Jurnal Serambi Engineering, 8(1). https://doi.org/10.32672/JSE.V8I1.5574

Ridho, M. F., & Kurniasari, N. (2023). Kajian Peran Stakeholder dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living di Pagedangan Tangerang. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1816

Safarina, T. S., & Damayanti, V. (2023). Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Cibangkong Berdasarkan Konsep Livable Settlement. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 55–64. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1956

Sakdiah, C., Sakdiah, C., & Rahmawati, D. (2021). Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Kawasan DAS Metro Kota Malang Berdasarkan Prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Teknik ITS, 9(2), C223–C230. https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.56280

Published
2023-08-09