Profil Desa Wisata Campakamulya
Abstract
Abstract. Campakamulya Village is one of the tourist villages in Bandung Regency that has various potentials. These potentials include aspects of the physical environment, built facilities, funding for investment, politics, social, cultural, and human resources aspects. These potentials need to be improved as an effort to preserve social and cultural heritage, environmental conservation, and as an alternative to improving the community's economy. This research aims to identify the potentials it possesses, thus having a high selling point as a tourist village. The research's objective is to identify the profile of Campakamulya Tourist Village, so that its potentials and issues can be identified. The research results identified that Campakamulya Village has natural wealth potentials such as rivers, agriculture, forests, and diverse wildlife that can become tourist attractions. Supported by the availability of infrastructure and tourism facilities such as villas, cafes, healthcare facilities, places of worship, and others. The realization of Campakamulya Tourist Village is supported by cooperation between the government and the local community.
Abstrak.Desa Campakamulya merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung yang memiliki beragam potensi. Potensi-potensi tersebut antara lain aspek lingkungan fisik, aspek fasilitas terbangun, pendanaan untuk investasi, politik, sosial, budaya dan sumber daya manusia (SDM). Potensi tersebut perlu ditingkatkan sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian sosial budaya, pelestarian lingkungan hidup dan sebagai alternatif meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian ini sebagai upaya mengidentifikasi Potensi yang di miliki sehingga memiliki daya jual tinggi sebagai desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil Desa Wisata Campakamulya, sehingga dapat diketahui potensi dan masalah yang dimilikinya. Hasil penelitian teridentifikasi bahwa Desa Campakamulya memiliki potensi kekayaan alam seperti sungai, pertanian, hutan, dan keanekaragaman hewan yang dapat menjadi daya tarik wisata. Didukung ketersediaan infrastruktur dan fasilitas pariwisata berupa villa, kafe, sarana kesehatan, sarana peribadatan, dan lain-lain. Perwujudan Desa Wisata Campakamulya didukung oleh kerjasama antara pemerintah dan masyarakat setempat.
References
“UU No. 6 Tahun 2014.” Accessed: Jul. 28, 2023. [Online]. Available: Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Home/Details/38582/Uu-No-6-Tahun-2014
C. Fandeli, “Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam,” Yogyak. Penerbit Lib., 1995.
R. R. Aji, “Pengembangan Pariwisata Alam Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Di Desa Wisata Pentingsari,” J. Perenc. Wil. Dan Kota, Vol. 16, No. 2, Oct. 2019, Doi: 10.29313/Jpwk.V16i2.5240.
A. M. Ekasari, “Menilai Kelayakan Pengembangan Situ-Situ Di Kabupaten Bekasi Sebagai Obyek Destinasi Wisata,” ETHOS J. Penelit. Dan Pengabdi., Vol. 7, No. 2, Pp. 244–253, Jun. 2019, Doi: 10.29313/Ethos.V7i2.4572.
“PERDA Kab. Bandung No. 7 Tahun 2020,” Database Peraturan | JDIH BPK. Http://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/172668/Perda-Kab-Bandung-No-7-Tahun-2020 (Accessed Jul. 28, 2023).
“UU No. 10 Tahun 2009,” Database Peraturan | JDIH BPK. Http://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/38598/Uu-No-10-Tahun-2009 (Accessed Jul. 28, 2023).
P. Kotler, Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks, 2005.
S. Djaslim, Intisari Pemasaran Dan Unsur-Unsur Pemasaran. Bandung: Linda Karya, 2003.
C. B. Flora, Rural Communities: Legacy + Change, 5th Ed. New York: Routledge, 2019. Doi: 10.4324/9780429494697.
A. P. R. Dan and N. Kurniasari, “(Studi Kasus: Desa Alamendah, Kabupaten Bandung-Indonesia Dan Desa Peruas, Pahang-Malaysia),” J. Perenc. Wil. Dan Kota.
Havara, S. A., & Djoeffan, S. H. (2022). Peremajaan Kawasan Permukiman dengan Pendekatan Ekologi Berkelanjutan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 129–138. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i2.1314
Kenangkinayu, A. S., & Asyaiwati, Y. (2022). Studi Identifikasi Potensi dan Masalah untuk Pengembangan Desa Secara Berkelanjutan di Desa Tegalrejo. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 111–118. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i2.1275