Analisis Tingkat Risiko Bencana Longsor di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya

  • Dwi Rahma Putriana Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Irland Fardani Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Bencana, Longsor, Indeks Risiko

Abstract

Abstract. Cibalong District is an area that has a high potential for landslides with the highest number of incidents in Tasikmalaya Regency, which resulted in damage to houses and roads, injuries to fatalities. The main cause of the landslide is influenced by the high intensity of rainfall and low community preparedness in dealing with disasters. This study aims to identify the level of risk of landslides and formulate landslide disaster mitigation in Cibalong District. The analytical method used in the hazard analysis refers to the prediction model from Puslittanak, while the vulnerability analysis and capacity analysis refers to PERKA BNPB No. 2 of 2012. Based on the results of the study it was found that the level of risk of landslides in Cibalong District is in the medium class with the largest area being in Setiawaras Village of 2,007.63 Ha or 32.85% of the total risk area. The mitigation that can be done in Cisempur Village and Parung Village are planting trees with deep roots, relocating people who are in landslide-prone areas, building wire gabions, avoiding building settlements on steep slopes. Whereas for Eureunpalay Village, Setiawaras Village, Cibalong Village, and Singajaya Village, namely by providing evacuation routes and places, installing hazard signs, reducing the level of steep slopes by prohibiting building settlements in landslide-prone areas, permanently relocating residents especially in areas that are at a high level of risk, improving the drainage system. In addition, there is a need to increase village community preparedness through outreach and disaster simulation.

Abstrak. Kecamatan Cibalong merupakan daerah yang memiliki potensi rawan bencana longsor tinggi dengan jumlah kejadian terbanyak di Kabupaten Tasikmalaya, yang mengakibatkan adanya kerusakan bangunan rumah dan jalan, korban luka hingga korban jiwa. Penyebab utama longsor tersebut dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan dan rendahnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko bencana longsor dan merumuskan mitigasi bencana longsor di Kecamatan Cibalong. Metode analisis yang digunakan pada analisis bahaya yang mengacu pada model pendugaan dari Puslittanak, sedangkan analisis kerentanan dan analisis kapasitas mengacu pada PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa, tingkat risiko bencana longsor di Kecamatan Cibalong berada pada kelas sedang dengan luasan terbesar terdapat di Desa Setiawaras sebesar 2.007,63 Ha atau 32,85% dari total luas risiko. Adapun mitigasi yang dapat dilakukan pada Desa Cisempur dan Desa Parung yaitu penanaman pohon perakaran dalam, relokasi masyarakat yang berada di daerah rawan longsor, membangun bronjong kawat, menghindari membangun permukiman di daerah berlereng terjal. Sedangkan untuk Desa Eureunpalay, Desa Setiawaras, Desa Cibalong, dan Desa Singajaya yaitu dengan penyediaan jalur dan tempat evakuasi, pemasangan rambu bahaya, mengurangi tingkat keterjalan lereng dengan larangan membangun permukiman didaerah rawan longsor, pemindahan penduduk secara permanen khususnya pada daerah yang berada pada tingkat risiko tinggi, meningkatkan sistem drainase. Selain itu, perlunya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat desa melalui sosialisasi dan simulasi bencana.

References

Annisa, K., & Weishaguna. (2023). Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1–8. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1805

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Indeks Risiko Bencana (Vol. 01).

Latue, P. C., Imanuel Septory, J. S., Somae, G., & Rakuasa, H. (2023). Pemodelan Daerah Rawan Banjir di Kecamatan Sirimau Menggunakan Metode Multi-Criteria Analysis (MCA). Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 18(1), 10–17. https://doi.org/10.29313/jpwk.v18i1.1964

Lesmanawati, F., & Fardani, I. (2022). Studi Identifikasi Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 44–53. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i1.758

Oka, S. (2013). Kajian Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Fkip Ump, 5–24.

PERKA BNPB. (2012). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tentang Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Tasikmalaya, P. D. K. (2011). Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya.

Wijayakusuma, B. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Kecamatan Cimenyan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 29–38. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1929

Published
2023-08-09