Kesiapan Masyarakat Kecamatan Langgam terhadap Pembangunan Kawasan Techno Park Pelalawan

  • Azzi Muhammad Arkan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Tarlani Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Techno Park, Kesiapan Masyarakat, Dampak

Abstract

Abstract. One of the 100 Techno Parks that have been planned by the central government is in Pelalawan Regency in which a palm oil downstream industry will be built and making the Pelalawan Techno Park is largest Techno Park Area in Indonesia today with an area of 4.380 hectares, this is in accordance with the potential owned by Pelalawan Regency, namely oil palm as its mainstay commodity. Development is closely related to the readiness of the community, in this case the readiness of the community in Langgam District in facing the development of the Pelalawan Techno Park Area. If the community is not ready to face the existing development, it will affect the condition of the community itself. This studi used a quantitative approach with analysis of community readiness model (CRM) which was used to identify the level of community readiness in Langgam District through interviews with 11 key respondents. This study uses a quantitative approach with descriptive statistical analysis to identify the impacts arising from the development of the Techno Park Area and analysis of the community readiness model (CRM) which is used to identify the level of community readiness in Langgam District. Based on the results of the analysis that has been carried out, readiness of community in Langgam District for development of Pelalawan Techno Park Area is at level 6 of 9 levels of community readiness, initation. In initation stage marked by existence of sufficient information abaout effort is available at least most of the community has basic knowledge of the effort, the leader plays a key role in planning the effort, the community begins to get involved in handling existing problems because it is their responsibilitu, the resource used to support new efforts obtained, but tis action that have been taken and are ongoing are still seen as new ventures.

Abstrak. Salah satu dari 100 Techno Park yang telah direncanakan oleh pemerintah pusat berada di Kabupaten Pelalawan yang didalamnya akan dibangun industri hilirisasi kelapa sawit dan menjadikan Techno Park Pelalawan sebagai Kawasan Techno Park terluas di Indonesia saat ini dengan luas wilayah mencapai 4.380 hektar, hal tersebut sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Pelalawan yaitu kelapa sawit sebagai komoditi andalannya. Pembangunan erat kaitannya dengan kesiapan masyarakat dalam hal ini kesiapan masyarakat di Kecamatan Langgam dalam menghadapi pembangunan Kawasan Techno Park Pelalawan. Jika masyarakat tidak siap menghadapi pembangunan yang ada, maka akan mempengaruhi kondisi masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan masyarakat di Kecamatan Langgam terdahap pembangunan Kawasan Techno Park Pelalawan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan analisis community readiness model (CRM) yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan masyarakat di Kecamatan Langgam melalui wawancara kepada 11 responden kunci. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kesiapan masyarakat di Kecamatan terhadap pembangunan Kawasan Techno Park Pelalawan berada pada tingkatan ke 6 dari 9 tingkat kesiapan masyarakat yaitu initiation. Tahap initiation ditandai dengan keberadaan informasi mengenai upaya sudah cukup tersedia setidaknya sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan dasar akan upaya, pemimpin berperan kunci untuk merencanakan upaya, masyarakat mulai terlibat dalam penanganan masalah yang ada karena merupakan tanggung jawab mereka, sumber daya yang digunakan untuk mendukung upaya baru diperoleh, namun tindakan yang telah dilakukan dan sedang berlangsung masih dipandang sebagai usaha yang baru.

References

Bppt, P. K. P. (2015). Masterplan Kawasan Techno Park Pelalawan. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Dewi, M. R., Diyah Syafitri, E., & Dewanti, N. (2020). Analisis Kesiapan Masyarakat Kecamatan Sepaku Dan Samboja Terhadap Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia Analysis of Community Readiness in Kecamatan Sepaku and Samboja Towards Relocation of the National Capital City of Indonesia. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 16(4), 300–313.

Edwards, R. W., Jumper-thurman, P., Plested, B. A., Oetting, E. R., & Swanson, L. (2000). Community Readiness : Research To Practice. Journal of Community Psychology, 28(3), 291–307.

Kurniati, E., Meidiana, C., & Wicaksono, A. (2015). Kajian Kesiapan Masyarakat Terkait Rencana Kegiatan Industri Pertambangan Marmer (Studi Kasus Di Kelurahan Oi Fo’o, Kota Bima-NTB). Indonesian Green Technology Journal, 4(1), 18–27.

Ridho, M. F., & Kurniasari, N. (2023). Kajian Peran Stakeholder dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living di Pagedangan Tangerang. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 9–16. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1816

Safarina, T. S., & Damayanti, V. (2023). Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Cibangkong Berdasarkan Konsep Livable Settlement. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 55–64. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1956

Stanley, L. R. (2014). Community Readiness for Community Change. Tri-Ethnic Center Community Readiness Handbook, 9(3), 1–63. https://doi.org/10.18848/2324-7576/cgp/v10i03/53523

Published
2023-08-09