Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap di Kabupaten Teluk Bintuni dalam Mendukung Perekonomian Daerah
Abstract
Abstract. Fisheries production in Teluk Bintuni Regency is still far from the existing production potential, where in 2020 it was only 893.41 tons. This analysis uses mixed methods with the aim of knowing the leading commodities, the role of leading commodities and the right strategy in Teluk Bintuni Regency in the capture fisheries sector. The method used is secondary data collection through institutions and primary data through interviews and observations. To analyze the data, Location Quantient, Shift Share, Porter's Diamond Theory and SWOT analysis techniques were used. Based on the results of the analysis, it is known that the leading commodities in Teluk Bintuni Regency are crab, manyung, sembilang and shrimp which can be the main driving commodity in the capture fisheries sector. Based on the results of the LQ<1 and Shift Share<0 analysis and the comparison score of porter's diamond theory, it is concluded that the contribution of capture fisheries to the economy does not have a special role. SWOT analysis obtained diagram results are in quadrant 1. The strategy used has strengths and opportunities. For this reason, the strategy on S-O is (1) Preparation of regulations / policies in supporting integrated and sustainable resource management and utilization (2) Making innovations in producing other products from superior commodity catches, namely, crabs, Manyung, sembilang and shrimp. (3)Increase the production of commodity catches of Black Bawal, White Bawal, Gulamah, Black Snapper, White Snapper, Grouper, Kuwe, Layur, Manyung, Pari and Sembilang which are included in reef and demersal fish species. (4) Improvement of adequate facilities and infrastructure such as the average type of boat used by fishermen >10GT, using technology such as GPS and Image. The existing TPI is utilized according to its function, improving the infrastructure of the Bintuni-Sorong and Bintuni-Manokwari trans roads and (5)Improving the function of cooperatives for fishermen.
Abstrak. Produksi perikanan di Kabupaten Teluk Bintuni masih jauh dari potensi produksi yang ada, dimana pada tahun 2020 hanya sebesar 893,41 ton. Analisis ini menggunakan mixed method dengan tujuan yaitu mengetahui komoditas unggulan, peranan komoditas unggulan serta strategi yang tepat di Kabupaten Teluk Bintuni pada sektor perikanan tangkap. Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data sekunder melalui instansional dan data primer melalui wawancara dan observasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis Location Quantient, Shift Share, Teori Berlian Porter dan SWOT. Berdasarkan hasil analisis diketahui komoditas unggulan di Kabupaten Teluk Bintuni yaitu kepiting, manyung, sembilang dan udang yang dapat menjadi komoditas penggerak utama pada sektor perikanan tangkap. Berdasarkan hasil analisis LQ<1 dan Shift Share<0 dan skor perbandingan teori berlian porter disimpulkan kontribusi perikanan tangkap untuk perekonomian belum memiliki peran khusus. Analisis SWOT didapatkan hasil diagram berada pada kuadran 1. Strategi yang digunakan memiliki kekuatan dan peluang. Untuk itu strategi pada S-O yaitu (1)Penyusunan regulasi/kebijakan dalam mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu serta berkelanjutan (2)Membuat inovasi dalam memproduksi produk lain dari hasil tangkapan komoditas unggulan yaitu, Kepiting, Manyung, sembilang dan udang. (3)Meningkatkan produksi hasil tangkap komoditas Bawal Hitam, Bawal Putih, Gulamah, Kakap Hitam, Kakap Putih, Kerapu, Kuwe, Layur, Manyung, Pari dan Sembilang yang termasuk pada jenis ikan karang dan demersal. (4)Peningkatan sarana dan prasarana yang memadai seperti rata-rata jenis kapal yang digunakan nelayan >10GT, menggunakan teknologi seperti GPS dan Citra. TPI yang ada dimanfaatkan sesuai fungsinya, melakukan perbaikan infrastruktur jalan trans Bintuni-Sorong dan Bintuni-Manokwari dan (5)Meningkatkan fungsi koperasi untuk nelayan.
References
R. L. Safira, R. R. I. Prasiwi, A. Julia, and N. R. Putra, “Kesiapan Masyarakat dan Pemerintah Desa dalam Pembangunan pelabuhan di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang,” Jurnal Pengembangan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, vol. 17, no. 2, 2022.
M. F. Ridho and N. Kurniasari, “Kajian Peran Stakeholder dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living di Pagedangan Tangerang,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 9–16, Jul. 2023, doi: 10.29313/jrpwk.v3i1.1816.
Adityaji, R. (2018). Formulasi Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Dengan Menggunakan Metode Analisis Swot: Studi Kasus Kawasan Pecinan Kapasan Surabaya. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(1), 19–32. https://doi.org/10.26905/jpp.v3i1.2188
Arief, H. (2016). Analisis Bioekonomi(Maximum Sustainable Yield Dan Maximum Economic Yield) Multi Spesies Perikanan Laut Di Ppi Kota Dumai Provinsi Riau (Vol. 44, Issue 3). https://doi.org/Vol. 44. No.3
Ayu Monica, C., Marwa, T., & Yulianita, A. (2019). Analisis Potensi Daerah Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Daerah Di Sumatera Bagian Selatan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(1), 60–68. Https://Doi.Org/10.29259/Jep.V15i1.882
Delita, F., & Sidauruk, T. (2012). Analisis Swot Untuk Strategi Pengembangan Obyek Wisata Pemandian Mual Mata Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun. Jurnal Gepgrafi, 42–43. http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/geo
Eka Putri S. (2014). Strategipengembangan Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Yang Berdaya Saing Untuk Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Indramayu. 29–30. http://repository.unisba.ac.id/handle/123456789/3214
Erwina Y, Kurnia R, & Yonvitner. (2015). Status Keberlanjutan Sumber Daya Perikanan Di Perairan Bengkulu. http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/sosek/article/viewFile/1245/1139
Halim, A., Wiryawan, B., Loneragan, N. R., Hordyk, A., Fedi, M., Sondita, A., White, A. T., Koeshendrajana, S., Ruchimat, T., Pomeroy, R. S., & Yuni, C. (2020). Merumuskan Definisi Perikanan Skala-Kecil Untuk Mendukung Pengelolaan Perikanan Tangkap Di Indonesia. Http://Jfmr.Ub.Ac.Id
Heru W, Sumarji, & Daroini A. (2022). Pemberdayaan Sektor Riil & Umkm Model Klaster Komoditas Unggulan Daerah Di Kabupaten Nganjuk. Magister Agribisnis, Volume 22 No 1.
Irnawati, R., Simbolon, D., Wiryawan, B., Murdiyanto, B., & Wiji Nurani, T. (2011). Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Di Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Saintek Perikanan, 7(1), 1–9.
Ismail M. (2014). Faktor-Faktor Penyebab Menurunnya Hasil Tangkapan Ikan Dan Upaya Meningkatkan Fungsi Resevat Ikan Air Tawar. Https://Ejurnal.Balitbangda.Kukarkab.Go.Id/Index.Php/Gerbangetam/Article/View/82
Kaihatu M.M. (2013). Strategi Pengembangan Sektor Perikanan Dalam Mendukung Perekonomian Wilayah Kabupaten Maluku Tengah. 25–27. Http://Repository.Ut.Ac.Id/2605/
Masloman, I., Pembangunan, J. E., Ekonomi, F., & Bisnis, D. (2018). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Serta Sektor Yang Potensial Dan Bardaya Saing Di Kabupaten Minahasa Selatan. In Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi (Vol. 18, Issue 01).
Mustofa N R, Mudzakir A K, & Kurohman F. (2018). Pengembangan Berbasis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Di Kabupaten Pekalongan. Universitas Ponerogo. Https://Ejournal3.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jfrumt/Article/View/20528/19319
Purwaningsih, R., Fanani, Z., & Nugrahaeni, V. S. (2014). Model Optimasi Perikanan Budidaya Laut. In J@Ti Undip: Vol. Ix (Issue 3).
Simanjuntak, C. P. H., Sulistiono, S., Rahardjo, M. F., Zahid, A., Kelautan, P., & Jembrana, P. (2011). Iktiodiversitas Di Perairan Teluk Bintuni, Papua Barat Coconut Crab (Birgus Latro) Domestication View Project Resilience Model View Project. Https://Www.Researchgate.Net/Publication/320394750
Tinscha Pesurnay. R. (2018). Analisis Tipologi Klassen Dan Penentu Sektor Unggulan Di Kota Ambon - Provinsi Maluku. Universitas Kristen Indonesia Maluku, 60. Https://Ojs.Ukim.Ac.Id/Index.Php/Peluang/Article/View/324/237
Tumangkeng S. (2018). Analisis Potensi Ekonomi Di Sektor Dan Sub Sektor Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Kota Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 5–7.