Kajian Konsep Infrastruktur Hijau untuk Menurunkan Suhu Udara di Kawasan Teknopolis SWK Gedebage

  • Diva Rosseana Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Hilwati Hindersah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Pembangunan perkotaan, kenaikan suhu udara, infrastruktur hijau

Abstract

Abstract. According to the Bandung City document detail spatial planning, SWK Gedebage is designated as a Bandung City Service Center with the Technopolis concept. With the existence of these regulations, the development and construction is rapid and triggers the level of demand for land. The increase in the demand for land that occurs requires the conversion of green land into built-up land and has an impact on increasing temperatures due to development. This can affect changes in climate elements which will affect the increase in air temperature. One of the efforts that can be made to reduce air temperature is to apply the concept of green infrastructure in every development process in urban areas. Green infrastructure can help reduce urban heat. This study aims to determine the distribution of hotspots in SWK Gedebage using Landsat 8 OLI imagery and extract TOA, BT, NDVI, PVI and Emissivity values to obtain LST values and compare them to the previous 5 years. Then a simulation of the application of the green infrastructure concept was carried out using the Envi-Met software and the result was that the green wall can reduce the air temperature > 1oC while the green roof can help reduce the air temperature up to 0.89oC.

Abstrak. Menurut RDTR Kota Bandung, SWK Gedebage diperuntukkan sebagai Pusat Pelayanan Kota Bandung dengan konsep Teknopolis. Dengan adanya peraturan tersebut maka perkembangan dan pembangunannya pesat dan memicu terhadap tingkat kebutuhan lahan. Peningkatan akan kebutuhan lahan yang terjadi menuntut adanya alih fungsi lahan hijau menjadi lahan terbangun dan berdampak kepada peningkatan suhu akibat pembangunan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap perubahan unsur iklim yang akan berpengaruh terhadap kenaikan suhu udara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan suhu udara adalah dengan menerapkan konsep infrastruktur hijau dalam setiap proses pembangunan di perkotaan. Infrastruktur hijau mampu membantu menurunkan suhu panas perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran titik panas di SWK Gedebage menggunakan citra landsat 8 OLI dan mengekstraksi nilai TOA, BT, NDVI, PVI dan nilai Emisivitas sehingga mendapatkan nilai LST dan dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan simulasi penerapan konsep infrastruktur hijau menggunakan software Envi-Met dan didapatkan hasil bahwa green wall dapat menurunkan suhu udara >1oC sementara green roof dapat mmebantu menurunkan suhu udara sampai dengan 0.89oC.

References

Bps Kota Bandung, “Badan Pusat Statistik Kota Bandung Bps-Statistics Of Bandung Municipality,” Badan Pusat Statistik Kota Bandung, P. 235, 2021.

I. Fardani And M. R. Yosliansyah, “Kajian Penentuan Prioritas Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Fenomena Urban Heat Island Di Kota Cirebon,” Jurnal Sains Informasi Geografi, Vol. 5, No. 2, P. 93, 2022, Doi: 10.31314/Jsig.V5i2.1708.

H. Fitriansyah And M. Fajrin Ibrahim, “Pengembangan Kawasan Teknopolis Gedebage Kota Bandung Berdasarkan Analisis Daya Dukung Lahan,” Vol. 9, Pp. 57–67, 2301.

L. Tursilowati, “Urban Heat Island Dan Kontribusinya Pada Perubahan Iklim Dan Iklim Dan Hubungannya Dengan Perubahan Lahan Urban Heat Island ( Uhi ) Dicirikan Seperti ‘ Pulau ’ Udara Permukaan Panas Yang Terpusat Suburban / Rural ( Gambar 1 . 1 ). Urban Heat Island Diseba,” Prosiding Seminar Nasional Pemanasan Global Dan Perubahan Global - Fakta, Mitigasi Dan Adaptasi, No. April, Pp. 89–96, 2015.

N. Prilandita, “Perceptions And Responses To Warming In An Urban Environment : A Case Study Of Bandung City , Indonesia,” Journal Infrastructure And Built Environment, Vol. V, No. 1, Pp. 51–58, 2009.

W. Yolanda And S. H. Djoeffan, “Pengaruh Urban Sprawl Terhadap Kondisi Fisik Kota,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, Pp. 119–128, Dec. 2022, Doi: 10.29313/Jrpwk.V2i2.1276.

M. F. Ridho And N. Kurniasari, “Kajian Peran Stakeholder Dalam Pembangunan Kota Berbasis Smart Living Di Pagedangan Tangerang,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, Pp. 9–16, Jul. 2023, Doi: 10.29313/Jrpwk.V3i1.1816.

S. Nugraha, H. Hindersah, And I. Fardani, “Kajian Penggunaan Green Infrastruktur Dalam Upaya Penurunan Suhu Permukaan Di Wilayah Swk Tegalega,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, Vol. 1, No. 1, Pp. 62–71, 2021, Doi: 10.29313/Jrpwk.V1i1.150.

Published
2023-08-09