Kajian Pengendalian Penggunaan Lahan di Kecamatan Cimenyan

  • Muhammad Farhan Perencanaan Wilayah Dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Yulia Asyiawati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Ahli fungsi lahan, Bemcana Longsor, Pengendalian Penggunaan Lahan

Abstract

Abstract.Cimenyan District in the development of land use is still not controlled causing disruption of the protective function. so that it can lead to landslides. The occurrence of landslides from time to time is of course a special concern regarding the area which is prone to landslides. On the other hand, Cimenyan Sub-District has a relatively high population among other sub-districts in Bandung Regency, of course the occurrence of this disaster can not only cause material losses but can also claim lives. From this study aims to identify the level of deviation and identify the suitability of land use control instruments in Cimenyan District. In carrying out this analysis, it was carried out using the overlay method of land use maps, spatial patterns, and data on the level of vulnerability to landslides from KRB Bandung Regency. From these results, land changes from 2013 - 2022 have increased the area of agriculture and settlements, while there is a level of deviation. Large land use deviations are quite high, namely, 7.82% or the equivalent of 353.70 Ha. To identify the causes of landslides due to high rainfall and reduced plant vegetation with strong roots. and identification of control instruments can be done by overlaying a map of land irregularities and the level of vulnerability to landslides, as for the recommendations from the control, of course, first verify the legality of the permit. If there is no legality/permit, of course, sanctions/disincentives must be given.

Abstrak. Kecamatan Cimenyan dalam perkembangan penggunaan lahan masih belum terkendali menimbulkan gangguan fungsi lindung. sehingga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor Terjadinya bencana tanah longsor dari waktu ke waktu tentu dapat menjadi perhatian khusus terkait wilayah tersebut yang rawan akan bencana longsor. Di sisi lain Kecamatan Cimenyan memiliki jumlah penduduk cukup tinggi diantara kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung, tentunya terjadinya bencana tersebut tidak hanya dapat memberikan kerugian berupa materiel saja melainkan dapat merenggut korban jiwa. Dari penelitian tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat penyimpangan dan mengidentifikasi kesesuaian instrumen pengendalian penggunaan lahan di Kecamatan Cimenyan. Dalam melakukan analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode overlay peta penggunaan lahan, pola ruang, dan data tingkat kerentanan bencana tanah longsor dari KRB Kabupaten Bandung. Dari hasil tersebut perubahan lahan dari tahun 2013 - 2022 terjadi penambahan luasan pada pertanian dan permukiman sedangkan untuk adanya tingkat penyimpangan Penggunaan lahan besar penyimpangan cukup tinggi yaitu, 7,82% atau setara dengan 353,70 Ha. Untuk identifikasi penyebab terjadinya tanah longsor diakibatkan karena tingginya curah hujan dan berkurangnya vegetasi tanaman berakar kuat. dan untuk identifikasi instrumen pengendalian dapat dilakukan dengan overlay peta penyimpangan lahan dan tingkat kerentanan tanah longsor, adapun dari rekomendasi dari pengendalian tersebut tentuntunya verifikasi terlebih dahulu legalitas izinnya Apabila tidak ada legalitas/izinnya maka tentu harus diberikan sanksi/disinsentif.

References

Fachrul, Rozy Elba Ansofa, dan Yunus Ashari. “Simulasi Potensi Gerakan Tanah Lereng Alami Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Periode Tahun 2013 - 2020 Wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.” Journal Riset Teknik Pertambangan, 2021: Volume 1, No. 2, Hal: 89-100,

Undang - Undang Republik Indonesia. No. 11 Tahun 2022 Tentang Statuta Politeknik Pekerjaan Umum

Urufi, Zulfadly, dan Aria Panji Anugerah. “Penentuan Titik dan Rute Evakuasi Bencana Tanah Longsor di Kawasan Utara Kabupaten Bandung.” (Seminar Nasional dan Diseminasi Institut Teknologi Nasional) FTSP Series 2 (2021).

Anonim. Laporan Bencana Gerakan Tanah Di Hutan Penelitian Arcamanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi. 15 November 2019. https://vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian- gerakan-tanah/2746-laporan-bencana-gerakan-tanah-di-hutan-penelitian- arcamanik-kecamatan-cimenyan-kabupaten-bandung-provinsi-jawa-barat (diakses Juli 24, 2022).

F. A. R. Sopian and I. Fardani, “Pengembangan Geodatabase Status Kepemilikan Lahan Permukiman Magersari Keraton Kanoman Kota Cirebon,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 75–82, Jul. 2023, doi: 10.29313/jrpwk.v3i1.1994.

W. Yolanda and S. H. Djoeffan, “Pengaruh Urban Sprawl terhadap Kondisi Fisik Kota,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 119–128, Dec. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i2.1276.

Published
2023-08-09