Identifikasi Ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Lokal di Desa Campakamulya

  • Alvina Tania Destiani Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Saraswati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Ekosistem UMKM, Pengembangan Ekonomi Lokal, Desa Campakamulya

Abstract

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in economic growth because they can create jobs and alleviate poverty. Therefore, this research aims to identify the state and condition of the MSME ecosystem to find out what the condition of the MSME ecosystem is, identify components of the MSME ecosystem that can support local economic development and formulate a development strategy. This research uses mixed methods with a sequential explanatory research model. This method is a combination of quantitative and qualitative methods. From the results of the study, it is known that the MSME ecosystem in Campakamulya Village does not yet support creating synergy between its components. Components that are less supportive of systemic conditions are finance, networks and synergy as well as knowledge and empowerment. Meanwhile, in framework conditions, the components that are less supportive of framework conditions are culture, formal institutions and policies. Therefore, it has not supported local economic development and has not been able to utilize existing potential. This condition is due to the lack of cooperation and synergy between the community, government, stakeholders and MSME players. In order to support the development of MSMEs and bring harmony between components of their ecosystem, development strategies can be carried out, namely optimizing the development of business networks between MSME players, optimizing superior products through exhibitions, maintaining existing cultural and creative values ​​and the government assisting in training, empowerment and funding.

Abstrak. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi karena dapat terciptanya lapangan pekerjaan dan pengentasan kemiskinan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  keadaan dan kondisi ekosistem UMKM untuk mengetahui bagaimana kondisi dari ekosistem UMKM, mengidentifikasi komponen ekosistem UMKM yang dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal dan merumuskan suatu strategi pengembangan. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan model penelitian sequential explanatory. Metode ini merupakan gabungan dari metode kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil kajian, diketahui bahwa ekosistem  UMKM Desa Campakamulya belum mendukung untuk menciptakan suatu sinergitas antar komponennya. Komponen yang kurang menunjang dari kondisi sistemik adalah keuangan, jaringan dan sinergitas serta pengetahuan dan pemberdayaan. Sedangkan dalam kondisi kerangka kerja, komponen yang kurang menunjang dari kondisi kerangka kerja adalah budaya, lembaga formal dan kebijakan. Maka dari itu, belum mendukung pengembangan ekonomi lokal dan belum bisa memanfaatkan potensi yang ada. Kondisi tersebut dikarenakan belum adanya kerjasama dan sinergitas antara masyarakat, pemerintah, stakeholders dan para pelaku UMKM. Guna mendukung pengembangan UMKM dan menyatukan keselarasan antar komponen ekosistemnya, dilakukan strategi pengembangan yang dapat dilakukan yaitu melakukan optimalisasi pengembangan jaringan usaha antar pelaku UMKM, melakukan optimalisasi produk unggulan melalui pameran, menjaga nilai – nilai budaya dan kreativitas yang ada serta pemerintah membantu dalam pelatihan, pemberdayaan dan pendanaan.

References

F. A. Tiffani, “Perencanaan Skenario Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis UMKM (Studi Kasus Pada Sentra Pengembangan Kerajinan Kulit Lantung Kelurahan Anggut Atas di Kota Bengkulu),” Universitas Brawijaya, 2014.

M. M. Syadzali, “Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Ekonomi Lokal (Studi Pada UMKM Pembuat Kopi Muria),” Syntax Idea, vol. 2, no. 5, pp. 91–97, 2020.

F. I. Aztamurri, “Identifikasi Ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai Pendukung Desa Wisata Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung,” J. Ris. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 1, no. 2, pp. 175–183, 2021.

G. Siregar and D. Novita, Identifikasi Komoditas dan Jenis Usaha Unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Daerah di Kota Tanjungbalai, Oktober 20. Medan: Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen Medan, 2015.

O. Juwita, A. Firdonsyah, M. Ali, A. P. Widodo, and R. R. Isnanto, “Studi Literatur Platform Digital Sebagai Sarana Dalam Mengembangkan UMKM,” Informatics J., vol. 7, no. 1, 2022.

D. Kurnianingrum, I. D. Utama, N. A. Karim, and C. I. Ratnapuri, “Analisa Potensi Untuk Pengembangan Industri Kulit di Gunung Puntang Kabupaten Bandung,” E-Mabis J. Ekon. Manaj. dan Bisnis, vol. 20, no. 2, pp. 131–140, Oct. 2019.

K. Rahmasari, “Strategi Pengembangan Sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan Pembentukan Perkampunan Industri Kecil (PIK) yang Inovatif,” Pros. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 6, no. 2, pp. 262–269, 2020.

S. Gracia, “Pengembangan UMKM Butuh Ekosistem yang Kondusif,” Stabilitas: Governance, Risk Management and Compliance, 2018.

F. Zain, W. Utomo, and Azwar, “Pemetaan dan Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Dalam Perspektif Pemetaan dan Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Dalam Perspektif Network Theory (Studi Kasus Industri Kreatif Kota Depok),” Semin. Nas. Ris. Terap. Adm. Bisnis Mice XI, vol. 11, no. 1, pp. 235–243, 2022.

R. Purbasari, C. Wijaya, and N. Rahayu, “IDENTIFIKASI AKTOR DAN FAKTOR DALAM EKOSISTEM KEWIRAUSAHAAN : KASUS PADA INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR , JAWA,” J. Pemikir. dan Penelit. Adm. Bisnis dan Kewirausahaan, vol. 5, no. 3, pp. 241–262, 2020, doi: 10.24198/adbispreneur. v5i3.29003.

A. Haratua and C. Wijaya, “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Untuk Usaha Mikro dan Kecil di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur,” JIANA J. Ilmu Adm. Negara, vol. 18, no. 2, pp. 36–47, 2020.

G. W. Mukti, R. A. B. Kusumo, and I. Setiawan, “Ekosistem Kewirausahaan dan Kewirausahaan Sosial: Sebuah Penelusuran Literatur Untuk Memahami Perbedaan dan Persamaan Konsep,” Mimb. Agribisnis J. Pemikir. Masy. Ilm. Berwawasan Agribisnis, vol. 9, no. 1, pp. 1111–1128, 2023.

E. Stam and B. Spigel, “Entrepreneurial Ecosystem,” Discuss. Pap. Ser. Utr. Sch. Econ., vol. 16, no. 13, pp. 105–127, 2016, doi: 10.4337/9781788975933.00009.

T. K. Endasmoro and L. S. Akliyah, “Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 39–46, Jul. 2023, doi: 10.29313/jrpwk.v3i1.1948.

M. I. Rahman and V. Damayanti, “Studi Citra Kawasan Punclut Kota Bandung,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 167–176, Dec. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i2.1404.

Published
2023-08-09