Kesiapan Desa Cipamekar Menuju Desa Wisata di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang
Abstract
Abstract.Cipamekar Village has potential village potential and is included in the group of tourism village plans in Sumedang Regency that will be developed. But with the problems that occurred in Cipamekar Village related to village tourism that is being developed, it will affect the development plans for Cipamekar Village as a tourist village in Sumedang Regency, namely village institutions that still do not have village regulations related to village tourism, human resources, regarding funding, lack of village community participation, there are parties who refuse, and there is no collaboration with investors/third parties. The purpose of this research is to identify the readiness of both the village government and the people of Cipamekar Village to go to a tourist village in the hope of improving the village economy, especially the village community. In this study using a quantitative approach method. Data collection methods were carried out by means of interviews, questionnaires, and observation. Data analysis in this study used a scoring analysis using a Likert scale. The average value of the village government readiness assessment is 70.30%. The average value of the village community readiness assessment is 56.80%. So, it can be concluded that the village government is ready to become a tourist village, while the village community is still not ready.
Abstrak. Desa Cipamekar memiliki potensi desa yang potensial dan termasuk ke dalam kelompok rencana desa wisata di Kabupaten Sumedang yang akan dikembangkan. Tetapi dengan adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi di Desa Cipamekar terkait dengan wisata desa yang sedang dikembangkan akan mempengaruhi terhadap rencana pengembangan Desa Cipamekar sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Sumedang yaitu kelembagaan desa yang masih belum mempunyai peraturan desa terkait wisata desa, sumber daya manusia, perihal pendanaan, kurangnya partisipasi masyarakat desa, terdapat pihak-pihak yang menolak, dan belum adanya kerja sama dengan investor/pihak ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesiapan baik dari pihak pemerintah desa dan masyarakat Desa Cipamekar untuk menuju desa wisata dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa terkhusus masyarakat desa. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu wawancara, kuesioner, dan observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis skoring yang menggunakan skala likert. Nilai rata-rata penilaian kesiapan pemerintah desa adalah 70,30%. Nilai rata-rata penilaian kesiapan masyarakat desa adalah 56,80%. Maka, dapat disimpulkan bahwa pemerintah desa sudah siap dalam menuju desa wisata sedangkan masyarakat desa masih belum siap.
References
Baihaqi, H. (2021, March). Pemkab Sumedang Inventarisir 28 Desa Wisata. Bisnis.Com. https://bandung.bisnis.com/read/20210331/549/1375085/pemkab-sumedang-inventarisir-28-desa-wisata#:~:text=Sebanyak 28 desa wisata di,dan Desa Pasirnanjung (Cimanggung).
Kementerian Koperasi dan UKM. (2021). Buku Panduan Desa Wisata Hijau. Kementerian Koperasi dan UKM.
Tarlani. (2020). Menilai Dampak BUMDes Bersama Danar Terhadap Masyarakat di Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2), 276–284.
A. S. Kenangkinayu and Y. Asyaiwati, “Studi Identifikasi Potensi dan Masalah untuk Pengembangan Desa Secara Berkelanjutan di Desa Tegalrejo,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 111–118, Dec. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i2.1275.
G. Ahmad and T. Ernawati, “Peluang yang Dapat Diraih oleh Desa Patimban dari Pembangunan Pelabuhan Patimban”, doi: 10.29313/jrpwk.v2i2.1963.