Identifikasi Fasilitas Geopark Stone Garden

Studi Kasus Cipatat Kabupaten Bandung Barat

  • Alvy Nabilazzahra Universitas Islam Bandung
  • Weishaguna Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik
Keywords: Identifikasi, Ketersediaan, Fasilitas

Abstract

Abstract. Geopark Stone Garden is one of the tourism potentials in West Java and involves a cultural heritage site that has knowledge, high historical meaning, is unique and has aesthetic value, the community believes these karst rocks were once the seabed which experienced land rise, so that hills were formed with coral rocks. According to Wawan as the manager, the karst of Geopark Stone Garden is called Limestone, which is a sedimentary rock that forms on the seabed in millions of years, through geological processes the rock deposits are finally lifted to the sea surface and form plains or glamping stone mountains. The purpose of this research is to identify the availability, function, and condition of the facilities at Geopark Stone Garden. The method of collecting data in this study was by means of field observations in the form of photo documentation, the analytical method used was weighted scoring based on the Guttman scale measurement scale. The results of the scoring weighting are, availability for each facility is available or scattered, then for facilities that are not functioning properly, namely facilities, gates, and directions, then for facilities that are not in good condition, namely facilities, gates, toilets, tourist information boards, road network, garbage bins, directions, parking lots, sewage drainage, places of worship, and gazebos. The need for maintenance or rejuvenation of every facility in Geopark Stone Garden

Abstrak. Geopark Stone Garden merupakan salah satu potensi wisata di Jawa Barat dan melibatkan situs warisan budaya yang memiliki ilmu pengetahuan, makna sejarah yang tinggi, keunikan dan memiliki nilai estetika, masyarakat percaya bebatuan karst ini dulunya adalah dasar laut yang mengalami kenaikan daratan, sehingga terbentuklah bukit dengan bebatuan karang. Menurut Wawan selaku pengelola, karst Geopark Stone Garden ini bernama Batu Gamping, yaitu batu endapan yang terbentuk di dasar laut dalam kurung waktu jutaan tahun, melalui proses geologi akhirnya endapan batu tersebut terangkat ke permukaan laut dan membentuk dataran atau pegunungan batu glamping. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi ketersediaan, fungsi, dan kondisi fasilitas di Geopark Stone Garden. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi lapangan berupa dokumentasi foto, metoda analisis yang digunakan yaitu pembobotan skoring berdasarkan skala pengukuran skala guttman. Hasil dari pembobotan skoring yaitu, ketersediaan untuk setiap fasilitas sudah tersedia atau tersebar, selanjutnya untuk fasilitas yang tidak berfungsi dengan baik yaitu fasilitas, gapura, dan petunjuk arah, selanjutnya untuk fasilitas yang tidak baik kondisinya yaitu fasilitas, gapura, toilet, papan informasi wisata, jaringan jalan, tempat sampah, petunjuk arah, tempat parkir, drainase air kotor, tempat ibadah, dan gazebo. Perlunya perawatan atau peremajaan pada setiap fasilitas di Geopark Stone Garden.

References

[1] Hanafi. Asiknya Liburan ke Stone Garden Citatah, Geopark Purbakala di Bandung [Internet]. Jawa Barat: Indeks; 2022. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/stone-garden-citatah
[2] Adi Haryanto. Objek Wisata Stone Garden di Geopark Rajamandala Kian Diminati Wisman [Internet]. Jawa Barat: Indeks; 2019. Available from: https://daerah.sindonews.com/artikel/jabar/10712/objek-wisata-stone-garden-di- geopark-rajamandala-kian-diminati-wisman
[3] Adi S. Pengertian Peningkatan Menurut Para Ahli [Internet]. Jawa Barat: Indeks; 2014. Available from: https://www.duniapelajar.com/2014/08/08/pengertian- peningkatan-menurut-para-ahli/
Published
2023-08-09