Pengembangan Inklusivitas Pariwisata Halal Berdasarkan Atensi Masyarakat Desa Alamendah Berbasis Neurosains

  • Ghafira Shofia Kusnandar Teknik PWK
  • Imam Indratno Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik
Keywords: Wisata Halal, Neurosains, Inklusivitas

Abstract

Abstract. Desa Alamendah has the potential to develop the concept of halal tourism compared to other villages. However, there are challenges due to the lack of human resources with a proper understanding of halal tourism concepts and limited response from industry players. To address this, a cognitive approach is used, employing electroencephalography (EEG) measurements to gather real-time and valid data, enabling the formulation of effective development strategies.The main objective of this research is to identify the community's attention towards the development of inclusive Halal Tourism in Desa Wisata Alamendah, utilizing an innovative neuroscientific approach through EEG measurements, and formulating development concepts that can be applied in Desa Alamendah. The research findings indicate a significant level of attention among stakeholders towards the development of inclusive halal tourism. Additionally, survey results and psychological approaches show that the majority of respondents have comprehended the concept of halal tourism and support its implementation in Desa Wisata Alamendah, as it can provide benefits to the community. Therefore, efforts are needed to integrate socio-cultural values in organizing tourism activities in Desa Alamendah and preserve the socio-cultural heritage, which forms the foundation for creating halal tourism.

Abstrak. Desa Alamendah memiliki potensi untuk mengembangkan konsep pariwisata halal dibandingkan desa lainnya. Namun, terdapat tantangan akibat kurangnya sumber daya manusia yang memahami konsep pariwisata halal secara baik dan respon terbatas dari para pelaku industri. Untuk mengatasi hal ini, digunakan pendekatan kognitif dengan menggunakan pengukuran elektroensefalografi (EEG) untuk mengumpulkan data real-time yang valid sehingga dapat merumuskan strategi pengembangan yang efektif. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi atensi masyarakat terhadap pengembangan Pariwisata Halal yang inklusif di Desa Wisata Alamendah, dengan pendekatan neurosains inovatif melalui pengukuran EEG serta merumuskan konsep pengembangan yang dapat diaplikasikan pada Desa Alamendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya tingkat atensi yang signifikan pada stakeholder terhadap pengembangan pariwisata halal yang inklusif. Selain itu, hasil kuesioner dan pendekatan psikologi menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah memahami konsep pariwisata halal dan mendukung penerapannya di Desa Wisata Alamendah, serta dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat. Sehingga dalam pengembangannya diperlukan upaya dalam mengintegrasikan nilai sosial budaya dalam penyelenggaraan kegiatan wisata di Desa Alamendah, serta mewujudkan pelestarian sosial budaya yang menjadi landasan masyarakat dalam menciptakan wisata yang halal.

References

[1] N. Nurhajati, “Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,” p. 13, 2018.
[2] R. E. B. P. Putro, M. F. Notonegoro, M. E. Sakti, and R. D. Nasution, “Dinamika Pembangunan Nasional di Era Pandemi,” Pros. Ilmu Pemerintah., vol. 1, no. 1, Art. no. 1, Mar. 2022.
[3] M. Fairuza, “Kolaborasi antar Stakeholder dalam Pembangunan Inklusif pada Sektor Pariwisata (Studi Kasus Wisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi),” vol. 5, p. 13, 2017.
[4] F. Zakaria and R. Suprihardjo, “Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan,” Journal:eArticle, Sepuluh Nopember Institute of Technology, 2014. Accessed: Dec. 07, 2022. [Online]. Available: https://www.neliti.com/publications/194629/
[5] S. Mandalia, H. Yulianda, and H. Adriz, “Analysis of Muslim-Friendly Tourism Potential in Padang Ganting Hot Spring Tourism, Tanah Datar District, West Sumatra, Indonesia,” J. Pariwisata Nusant. Juwita, vol. 1, no. 3, pp. 264–272, Dec. 2022, doi: 10.20414/juwita.v1i3.5615.
[6] D. Yuliastuti, “Italia Terancam Kehilangan Pendapatan dari Wisata Halal. Apa sebabnya?,” fortuneidn.com, 2021. Accessed: Jun. 12, 2023. [Online]. Available: https://www.fortuneidn.com/business/desy/italia-terancam-kehilangan-pendapatan-dari-wisata-halal-apa-sebabnya
[7] F. Fahma, “Determinant Factors Of Muslim Tourist,” vol. 31, no. 3, 2019, doi: 10.30892/gtg.3.
[8] S. Suryani, “Potensi Pengembangan Pariwisata Halal dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah Provisnsi Riau,” vol. 32, no. 2, 2021.
[9] M. Battour and M. N. Ismail, “Halal tourism: Concepts, practises, challenges and future,” Tour. Manag. Perspect., vol. 19, pp. 150–154, Jul. 2016, doi: 10.1016/j.tmp.2015.12.008.
[10] A. Wijayanti, H. Widyaningsih, M. Faturrahman, and M. Fiyan, “Past, Present, and Future Perspectives on The Concept of Halal Tourism,” Dec. 2018.
[11] A. Muslim, “Economic Community Empowerment Through Tourist Village Development,” Mimb. J. Sos. Dan Pembang., vol. 32, no. 2, p. 343, Dec. 2016, doi: 10.29313/mimbar.v32i2.1839.
[12] E. K. Sinaga and C. Kurniati, “Penyusunan Paket Wisata Pedesaan Untuk Meningkatkan Kompetensi Masyarakat Desa Alamendah Kabupaten Bandung,” Pros. Konf. Nas. Pengabdi. Kpd. Masy. Dan Corp. Soc. Responsib. PKM-CSR, vol. 2, pp. 694–700, Dec. 2019, doi: 10.37695/pkmcsr.v2i0.570.
[13] I. Indratno, A. Rachmiatie, Y. H. Anisa, F. Martian, V. M. Sonya, and N. Yuniar, “Mapping of Tourism Village Ecosystem in Supporting the Development of Halal Tourism Village,” 2022.
[14] I. Indratno and A. Rachmiatie, “Development of Sustainable Halal Tourism in Alamendah Village, Bandung Regency,” Mimb. J. Sos. Dan Pembang., no. 0, Art. no. 0, Dec. 2022, doi: 10.29313/mimbar.v0i0.10860.
[15] M. Ramadhani, “Dilema Regulasi Pariwisata Halal Di Indonesia,” J. Islam. Tour. Halal Food Islam. Travel. Creat. Econ., vol. 1, no. 1, pp. 89–105, Apr. 2021, doi: 10.21274/ar-rehla.2021.1.1.89-105.
[16] H. Budi Utomo, “Keterkaitan Antara Kognitif Dengan Regulasi Emosi,” Sep. 2015. doi: 10.13140/RG.2.1.2410.0325.
[17] V. M. Sonya and I. Indratno, “Pengukuran Minat Masyarakat Desa Rawabogo terhadap Pengembangan Desa Wisata Berbasis Neurosains,” Bdg. Conf. Ser. Urban Reg. Plan., vol. 2, no. 2, Art. no. 2, Jul. 2022, doi: 10.29313/bcsurp.v2i2.3173.
[18] E. Giudici, A. Dettori, and F. Caboni, “Neurotourism: Futuristic perspective or today’s reality?,” p. 12, 2017.
[19] M. A. Amarullah and I. Indratno, “Pengukuran Emosi Komunitas AKUR Cigugur terhadap Kegiatan Pembangunan dengan Aplikasi Neurosains Terapan,” Pros. Perenc. Wil. Dan Kota, vol. 7, no. 1, Art. no. 1, Jan. 2021, doi: 10.29313/pwk.v7i1.26449.
[20] M. R. Pamungkas and I. Indratno, “Persepsi Masyarakat Berbasis Neurosains di Desa Wisata Rawabogo,” J. Ris. Perenc. Wil. Dan Kota, pp. 38–46, Oct. 2021, doi: 10.29313/jrpwk.v1i1.148.
[21] Q. G. Ma, L. F. Hu, G. X. Pei, P. Y. Ren, and P. Ge, “Applying Neuroscience to Tourism Management: A Primary Exploration of Neurotourism,” Appl. Mech. Mater., vol. 670–671, pp. 1637–1640, Oct. 2014, doi: 10.4028/www.scientific.net/AMM.670-671.1637.
[22] S. Warner, Cheat Sheet for Neurofeedback. 2013.
[23] G. A. Light et al., “Electroencephalography (EEG) and event-related potentials (ERPs) with human participants,” Curr. Protoc. Neurosci., vol. Chapter 6, p. Unit 6.25.1-24, Jul. 2010, doi: 10.1002/0471142301.ns0625s52.
[24] A. S. Malik and H. U. Amin, Designing EEG experiments for studying the brain: design code and example datasets. London, United Kingdom ; San Diego, CA: Elsevier/Academic Press, 2017.
Published
2023-08-09