Efektivitas Pembangunan Kolam Retensi Pengendalian Banjir di Kelurahan Andir

  • Shafa Salsabila Ekaputri Laida Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik
  • Hani Burhanudin Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik
  • Ernawati Hendrakusumah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik
Keywords: Efektivitas, Kolam Retensi, Pengendalian Banjir

Abstract

Abstract. The problem in Bandung Regency, precisely in Baleendah District, is flooding that comes from the overflow of the Citarum watershed. Floods from the overflow of the Citarum Watershed that hit Baleendah District, especially the Andir Village, were recorded in the 2020 flood data in the Andir Village, causing a loss of 5,192 households and 15,973 people. The flood height reached 20 cm to 250 cm and has submerged thousands of houses. To deal with this flood problem, the government built a retention pond in Andir Village. Based on this phenomenon, the problem is formulated in the form of "The level of effectiveness of the construction of a flood control retention pond in Andir Village". The purpose of this research is to find out how effective the Andir Retention Pond is in dealing with flood problems. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method with a field observation approach and a community perspective. The results obtained are that the retention pond is considered capable of reducing the area of flooding, reducing the time scale of flooding, reducing the height of flooding, reducing the impact that occurs due to flooding, implementing outreach to the community, and the benefits of the Andir Retention Pond construction have been felt.

Abstrak. Permasalahan di Kabupaten Bandung tepatnya di Kecamatan Baleendah adalah banjir yang berasal dari luapan DAS Citarum. Banjir dari luapan DAS Citarum yang menimpa Kecamatan Baleendah khususnya Kelurahan Andir ini tercatat pada data banjir tahun 2020 di Kelurahan Andir merugikan masyarakat sebanyak 5.192 Kepala Keluarga (KK) dan 15.973 jiwa. Ketinggian banjir mencapai 20 cm hingga 250 cm dan telah merendam ribuan rumah. Untuk menangani permasalahan banjir ini, Pemerintah membangun Kolam Retensi di Kelurahan Andir. Berdasarkan fenomena tersebut, dirumuskan masalah berupa “Besaran tingkat efektivitas dari pembangunan Kolam Retensi pengendalian banjir di Kelurahan Andir”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif Kolam Retensi Andir ini dalam menangani masalah banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan perspektif masyarakat. Hasil yang didapatkan adalah kolam retensi tersebut dinilai mampu mereduksi luasan banjir, mengurangi skala waktu terjadinya banjir, mengurangi ketinggian banjir, mengurangi dampak yang terjadi akibat banjir, terlaksananya sosialisasi terhadap masyarakat, dan telah dirasakannya manfaat dari pembangunan Kolam Retensi Andir tersebut.

References

[1] Rosyidie, A. (2013) ‘Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan’, Journal of Regional and City Planning, 24(3), p. 241. Available at: https://doi.org/10.5614/jpwk.2013.24.3.1.
[2] Cahyanti, R.P. and Santikayasa, I.P. (2016) ‘ANALISIS SEBARAN BANJIR BERDASARKAN SKENARIO PERIODE ULANG DEBIT (STUDI KASUS: SUB DAS CITARUM HILIR)’, Dialog Penanggulangan Bencana, 8, pp. 21–31.
[3] Hasanah, D.I., Adiwilaga, R. and Nurjanah, H. (2021) ‘Fungsi Koordinasi Pemerintah Kelurahan Andir Dan Penanggulangan Bencana Daerah Terkait Penanggulangan Banjir Di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung’, Jurnal Jisipol, 5(2), pp. 80–98.
[4] Nurhasanah, A.S., Hapsah, S. and Rasmilah, I. (2019) ‘POLA ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR MUSIMAN DI DESA ANDIR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG’, 2(2).
Published
2023-08-09