Identifikasi Potensi Bioswales dan Green Street dalam Pengendalian Banjir di Sub DAS Cikapundung Daerah Tengah
Abstract
Abstract. The main factor causing flooding in Cikapundung Sub-watershed Central Region is dense population which results land conversion that water catchment area decreases. Therefore necessary control floods that still pay attention ecological aspects and pay attention limited land, one of which is through the application bioswales and green street that can overcome local scale flooding on small land. The purpose of this research to identify potential locations for implementation bioswales and green street and to identify how well these bioswales and green street are able to control frequent flooding in study area. The methodology used in this research is Pearson log distribution type III, SCS (Soil Conservation Service) method, and general formula for calculating initial flood prediction. The results of this study are that the application bioswales area of 711.46 Ha can reduce flood volume 29.78%. There are 3 types combinations of green street elements that have potential to implemented in Cikapundung Sub-watershed Central Region, the application type 1 green street area of 99.98 Ha can reduce flood volume 5.53%, the application type 2 green street area of 12.62 Ha can reduce flood volume 2.86%, and the application type 3 green street area of 13.47 Ha can reduce flood volume 2.89%.
Abstrak. Faktor utama penyebab terjadinya banjir di wilayah Sub DAS Cikapundung Daerah Tengah adalah padatnya penduduk yang mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan sehingga wilayah resapan air berkurang. Oleh karena itu diperlukan pengendalian banjir yang tetap memperhatikan aspek ekologis dan memperhatikan keterbatasan lahan, dimana salah satunya adalah melalui penerapan bioswales dan green street yang dapat menangani banjir skala lokal pada lahan yang tidak terlalu luas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lokasi potensial penerapan bioswales dan green street serta untuk mengidentifikasi seberapa besar kemampuan bioswales dan green street dalam mengendalikan banjir yang kerap terjadi di wilayah penelitian. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah distribusi log pearson tipe III, metode SCS (Soil Conservation Service), dan rumus umum untuk menghitung prediksi banjir awal. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan bioswales seluas 711,46 Ha mampu mengurangi volume banjir sebesar 29,78%. Terdapat 3 tipe kombinasi elemen green street yang berpotensi untuk diterapkan di Sub DAS Cikapundung Daerah Tengah, penerapan green street tipe 1 seluas 99,98 Ha mampu mengurangi volume banjir sebesar 5,53%, penerapan green street tipe 2 seluas 12,62 Ha mampu mengurangi volume banjir sebesar 2,86%, serta penerapan green street tipe 3 seluas 13,47 Ha mampu mengurangi volume banjir sebesar 2,89%.
References
[2] K. Darmawan, Hani’ah, and A. Suprayogi, “Analysis of Flood Hazard Levels in Sampang District Using Overlay Method with Scoring Based on Geographic Information Systems,” J. Geod. Undip, vol. 6, no. 1, pp. 31–40, 2017.
[3] D. A. Nugroho and W. Handayani, “Kajian Faktor Penyebab Banjir dalam Perspektif Wilayah Sungai: Pembelajaran Dari Sub Sistem Drainase Sungai Beringin,” J. Pembang. Wil. Kota, vol. 17, no. 2, pp. 119–136, 2021, doi: 10.14710/pwk.v17i2.33912.
[4] Cita-Citarum, “Gambaran Umum Sungai Cikapundung,” Citarum Bappenas, 2010. http://citarum.bappenas.go.id/info-citarum/berita-artikel/1174-gambaran-umum-sungai-cikapundung.html
[5] B. A. Rizaldi, “13 kecamatan rawan banjir di Kota Bandung,” jabar.antaranews.com, 2022. https://jabar.antaranews.com/berita/405685/13-kecamatan-rawan-banjir-di-kota-bandung?page=all (accessed Jun. 09, 2023).
[6] E. David, “Drainase Buruk Jadi Penyebab Banjir Kerap Rendam Ruas Jalan di Kota Bandung,” iNewsJabar.id, 2021. https://jabar.inews.id/berita/drainase-buruk-jadi-penyebab-banjir-kerap-rendam-ruas-jalan-di-kota-bandung (accessed Jun. 08, 2023).
[7] A. N. Dzulfaroh, “Mengapa Bandung Kerap Diterjang Banjir?,” KOMPAS.com, 2020. https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/25/200500965/mengapa-bandung-kerap-diterjang-banjir-?page=all (accessed Jun. 08, 2023).
[8] R. Taufik, P. Citra Dewi, K. Widina, and A. Anwar, “Analisis Banjir di Kota Bandung dengan Pemodelan Sistem Rich Picture Diagram,” J. Inov. Masy., vol. 01, no. 02, pp. 202–210, 2021, [Online]. Available: https://bandungkota.bps.go.id/
[9] A. L. Supriyati, “Lapangan Saparua Bandung Kebanjiran Usai Diguyur Hujan Lebat,” pkiranrakyat.com, 2023. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/citizen-report/pr-136657275/lapangan-saparua-bandung-kebanjiran-usai-diguyur-hujan-lebat (accessed Jun. 09, 2023).
[10] H. Hindersah, “Islamic Concept of Sustainable Development in The River Estuary,” Proceeding Int. Conf. Archit. Built Environ. Redefining Concept Islam. Archit. Built Environ., pp. 529–539, 2013.
[11] H. Hindersah, Y. Asyiawati, and A. Afiati, “Green infrastructure concept in supporting rural development,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 830, no. 3, 2020, doi: 10.1088/1757-899X/830/3/032074.
[12] M. A. Benedict and E. T. McMahon, Green Infrastructure : Linking Landscapes and Communities. Island Press, 2006.
[13] I. S. Fatimah, “Green Infrastructure for Urban Sustainability,” in Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil, 2014, vol. 8, no. Pembangunan Infrastruktur Hijau Ditinjau Dari Aspek Material dan Hukum Konstruksi. [Online]. Available: http://repository.ipb.ac.id
[14] F. Priscannanda and H. Hindersah, “Identifikasi Kemampuan Berbagai Jenis Green Infrastructure dalam Upaya Mengurangi Banjir pada Das Ciliwung Hilir DKI Jakarta,” J. Ris. Perenc. Wil. dan Kota, vol. C, pp. 23–35, 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i1.756.
[15] A. A. P. Dipta, “Karakteristik Ruang Koridor Jalan Panggung Pecinan Kembang Jepun Surabaya Sebagai Koridor Wisata Urban Heritage,” Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2015.
[16] P. Wati and H. Hindersah, “Potensi Penerapan Infrastruktur Hijau Dalam Upaya Mengurangi Genangan Banjir di Kawasan Sub DAS Cisangkuy,” Pros. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 7, no. 2, pp. 481–492, 2021, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.29562
[17] H. F. Rahmasari, “Penentuan Potensi Penerapan Infrastruktur Hijau Dalam Mengurangi Genangan Di Daerah Aliran Sungai Kedurus,” 2017.