Efektivitas Kolam Retensi dalam Penanganan Bencana Banjir di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang

  • Luthfiya A'yuni Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Hilwati Hindersah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Banjir, Infrastruktur Hijau, Kolam Retensi

Abstract

Abstract. Flood disaster is one of the disasters that often occur in Jatinangor District. Floods in the Jatinangor District have an impact on residential and agricultural areas. The government implemented the construction of a retention pond as a flood control effort in the Jatinangor District. This study aims to identify the optimization of the application of retention ponds in handling floods in the Jatinangor District. The main cause of the flood disaster in Jatinangor District is the narrowing of the Cikeruh River due to the deposition of mud and garbage. Retention ponds are able to handle planned inundation worth 4.08% at the administrative scope, 4.09% at the sub-watershed scope, and 295% at the scope of the area directly affected by the presence of retention ponds or areas within a 400 meter radius of the retention pond location. The retention pond effectively overcame inundation in the neighboring areas, so that the retention pond could evacuate the residential area consisting of 948 houses from flooding. The retention pond did not effectively alleviate flooding at the administrative and sub-watershed levels.

Abstrak. Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Kecamatan Jatinangor. Banjir di Kecamatan Jatinangor berdampak pada kawasan permukiman dan pertanian. Pemerintah menerapkan pembangunan kolam retensi sebagai Upaya pengendalian banjir di Kecamatan Jatinangor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi optimalisasi penerapan kolam retensi dalam penanganan banjir di Kecamatan Jatinangor. Penyebab utama bencana banjir di Kecamatan Jatinangor yaitu penyempitan Sungai Cikeruh akibat pengendapan lumpur dan sampah. Kolam retensi mampu menangani genangan rencana senilai 4,08% pada lingkup administrasi, 4,09% pada lingkup sub-DAS, dan 295% pada lingkup wilayah yang secara langsung terdampak oleh keberadaan kolam retensi atau wilayah dalam radius 400 meter dari lokasi kolam retensi. Kolam retensi secara efektif mengatasi genangan pada wilayah di dekatnya, sehingga keberadaan kolam retensi dapat mengevakuasi kawasan permukiman yang terdiri dari 948 rumah di sekitarnya dari bencana banjir. Kolam retensi tidak mengatasi banjir secara efektif pada lingkup administrasi dan sub-DAS.

References

N. Azis, “Banjir Terjang Jatinangor, Puluhan Rumah di 5 Desa Terendam,” detikjabar, 2022. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6041013/banjir-terjang-jatinangor-puluhan-rumah-di-5-desa-terendam (accessed Jun. 12, 2023).

Dian Hudawan Santoso, “Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan dengan Metode Ecodrainage Pada Ekosistem Karst di Dukuh Tungu, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY,” Jurnal Geografi, vol. 16, no. 1, pp. 7–15, 2019, doi: 10.15294/jg.v16i1.17136.

A. U. Nurhasan and V. Damayanti, “Evaluasi Fungsi Ekologis Taman Kota dalam Upaya Peningkatan Kualitas Ruang Perkotaan,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 1, no. 2, pp. 149–158, Feb. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v1i2.479.

S. D. Galuh, “APLIKASI METODE LOG PEARSON III DALAM MENGHITUNG CURAH HUJAN SUNGAI BONDOYUDO PERHITUNGAN KALA ULANG 5 (LIMA) TAHUN,” vol. Vol 6, No, 2021.

M. M. N. Ramadani, “Analisa Debit Air Menggunakan Metode Log Person Type Iii Dan Metode Gumbel Berbasis Sistem Informasi Geografi ( Sig ) Di Sub DAS Martapura,” Jurnal Universitas Islam Malang, no. 2110512049, pp. 165–175, 2018.

V. Te Chow, D. R. Maidment, L. W. Mays, and L. W. M. Ven Te Chow, David R. Maidment, “Applied Hydrology Chow 1988.pdf.” New York : McGraw-Hill Book, 1988, pp. 1–294, 1988.

F. Priscannanda and H. Hindersah, “Identifikasi Kemampuan Berbagai Jenis Green Infrastructure dalam Upaya Mengurangi Banjir pada Das Ciliwung Hilir DKI Jakarta,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 21–32, Jul. 2022, doi: 10.29313/JRPWK.V2I1.756.

F. R. Mahardika and H. Hindersah, “Penerapan Konsep Green Infrastructure sebagai Upaya Pengendalian Banjir pada Sub DAS Citepus,” Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning, vol. 2, no. 2, pp. 700–708, 2022, doi: 10.29313/bcsurp.v2i2.3968.

P. Wati and H. Hindersah, “Potensi Penerapan Infrastruktur Hijau Dalam Upaya Mengurangi Genangan Banjir di Kawasan Sub DAS Cisangkuy,” Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 7, no. 2, pp. 481–492, 2021.

F. Fauzan and E. Syaodih, “Kajian Implementasi Smart Environment di Kota Bandung,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 1, no. 2, pp. 167–174, Feb. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v1i2.481.

Published
2023-08-08