Pengaruh Land Value Capture terhadap Pembiayaan Kawasan Heritage Kota Lama Tangerang
Abstract
Abstract. Heritage area located in the City of Tangerang. This area has a lot of history, such as the history of the Chinese nation and the Islamic community that developed since the 80th century. Complex conservation efforts do not accompany this historical character, so gradually the Old City of Tangerang experiences a degradation of historical values; the influencing factor is budget constraints. One way to be observed is by applying land value capture as a measurement instrument in heritage areas through structural equation modeling. This measurement can identify causal relationships obtained from the results of land value capture hypotheses and heritage ecosystems that influence the development of the old Tangerang City area. The final results show a relationship between land value and heritage ecosystem in developing the Kota Lama Tangerang heritage area. The existence of 9 accepted hypotheses indicates this. This research has a novelty in its implementation because the application of land value capture to heritage areas with cases in Indonesia has yet to be carried out by anyone, so this research can contribute to increasing insight into land value capture in a broader scope.
Abstrak. Kawasan heritage yang berada di Kota Tangerang. Kawasan ini menyimpan banyak sejarah didalamnya, seperti sejarah bangsa cina dan masyarakat islam yang berkembang sejak abad-80. Karakter sejarah tersebut tidak diiringi dengan upaya pelestarian yang kompleks sehingga lambat laun Kota Lama Tangerang mengalami degradasi value sejarah, faktor yang mempengaruhinya yaitu keterbatasan anggaran. Salah satu cara yang dapat diamati yaitu dengan menerapkan land value capture sebagai instrument pengukuran pada Kawasan heritage melalui pemodelan structural equational modelling. pengukuran ini mampu mengidentifikasi hubungan sebab akibat yang diperoleh dari hasil hipotesis land value capture dan ekosistem heritage yang berpengaruh terhadap pengembangan Kawasan kota lama Tangerang. Hasil akhir menunjukan bahwa adanya hubungan antara land value dan ekosistem heritage terhadap pengembangan Kawasan heritage Kota Lama Tangerang. Hal ini ditunjukan dengan adanya 9 hipotesis yang diterima. Penelitian ini memiliki kebaharuan dalam pelaksanaannya, karena penerapan land value capture terhadap Kawasan heritage dengan kasus di Indonesia belum dilakukan oleh siapapun, sehingga penelitian ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan wawasan land value capture dalam lingkup yang lebih luas.
References
J. Wu, Y. Hu, T. Liu, and Q. He, “Value capture in protected areas from the perspective of common-pool resource governance: A case study of Jiuzhai Valley National Park, China,” Land Use Policy, vol. 79, pp. 452–462, Dec. 2018, doi: 10.1016/j.landusepol.2018.08.047.
J. Wu, G. Wu, T. Zheng, X. Zhang, and K. Zhou, “Value capture mechanisms, transaction costs, and heritage conservation: A case study of Sanjiangyuan National Park, China,” Land Use Policy, vol. 90, p. 104246, Jan. 2020, doi: 10.1016/j.landusepol.2019.104246.
K. Vu Hoang, “The benefits of preserving and promoting cultural heritage values for the sustainable development of the country,” E3S Web Conf., vol. 234, p. 00076, 2021, doi: 10.1051/e3sconf/202123400076.
A. P. Mulya and Saraswati, “Kajian Pelestarian Kota Lama Tangerang dalam Aspek Elemen Kota berdasarkan Persepsi dan Preferensi Pengguna Ruang,” BCSURP, vol. 1, no. 1, pp. 1–6, Dec. 2021, doi: 10.29313/bcsurp.v1i1.57.
J. Wu, G. Wu, X. Kong, Y. Luo, and X. Zhang, “Why should landowners in protected areas be compensated? A theoretical framework based on value capture,” Land Use Policy, vol. 95, p. 104640, Jun. 2020, doi: 10.1016/j.landusepol.2020.104640.
M. A. Marnala and F. Lestari, “Kajian Pelestarian Dan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Di Kota Lama Tangerang”.
D. A. Jelinčić, “Keep On: E ective policies for durable and self-sustainable projects in the cultural heritage sector,” Urbani izziv, vol. 31, no. 1, 2020.
A. B. Koesalamwardi, S. F. Rostiyanti, and R. T. Reksapernata, “Value Capture Instruments as An Infrastructure Project Financing Alternative For Rail-Based Mass Transportation: Qualitative Study from The Government Perspective,” CSID-JID, vol. 3, no. 2, p. 214, Dec. 2020, doi: 10.32783/csid-jid.v3i2.151.
M. F. Rahman and I. S. Darwin, “Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 76–85, Jul. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i1.931.
M. Z. Mas’ud and G. P. Rochman, “Kohesi Sosial dalam Pengembangan Wisata Budaya: Studi terhadap Generasi Muda Kota Cirebon,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 177–184, Dec. 2022, doi: 10.29313/jrpwk.v2i2.1405.
W. Y. Astari and G. P. Rochman, “Hubungan Timbal Balik antar Aktor dalam Pengembangan Wisata Budaya Keraton Kota Cirebon,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 47–54, Jul. 2023, doi: 10.29313/jrpwk.v3i1.1950.