Estimasi Bangkitan Pergerakan Perjalanan Masyarakat dengan Pendekatan Disagregat
Studi Kasus : Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang
Abstract
Abstract. Transportation within the macroeconomic framework is the backbone of the economy at the national, regional and local levels, for both urban and rural areas. Movement needs is an activity that usually must be done every day. According to the Social Welfare Integrated Data published in 2021, Cemarajaya Village is the village with the highest number of poor people in Cibuaya District. The problem of poverty and the various needs of the movement of the Village Community have prompted researchers to estimate the generation of movement in Cemarajaya Village hoping that it can be a consideration for the Regional Government of Karawang Regency to provide public transportation in Cemarajaya Village. The approach method used in this research is the disaggregated approach, which is an approach to calculate the number of movement generation based on household attributes, such as vehicle ownership, income level and family size. The sampling technique used is proportional stratified random sampling with the aim of obtaining a representative sample by looking at the population of Cemarajaya Village. The method of analysis used in this research is statistical test and category analysis. The statistical test results show that the three household attribute variables affect the trip generation in Cemarajaya Village. After calculating with Category Analysis, there are 3927 trip movements generated in 1 day. Based on the results of the estimation of trip generation, the researcher suggests that the local government conduct a feasibility study on the provision of public transportation for the people of Cemarajaya Village.
Abstrak. Transportasi dalam kerangka makro ekonomi merupakan tulang punggung perekonomian baik di tingkat nasional, regional maupun lokal, untuk wilayah perkotaan maupun pedesaan. Pemenuhan kebutuhan merupakan kegiatan yang biasanya harus di lakukan setiap hari. Menurut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang diterbitkan pada tahun 2021 Desa Cemarajaya merupakan desa dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Kecamatan Cibuaya. Persoalan kemiskinan serta kebutuhan pergerakan Masyarakat Desa yang bermacam - macam mendorong peneliti untuk melakukan estimasi bangkitan pergerakan di Desa Cemarajaya dengan harapan dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk melakukan penyediaan angkutan umum di Desa Cemarajaya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Disagregat, yaitu pendekatan untuk menghitung jumlah bangkitan pergerakan berdasarkan atribut rumah tangga, seperti kepemilikan kendaraan, tingkat pendapatan dan ukuran keluarga. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportional stratified random sampling dengan tujuan untuk meperoleh sampel yang representative dengan melihat populasi Desa Cemarajaya. Adapun Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji statistik dan analisis kategori. Hasil uji statistic menunjukan bahwa ketiga variabel atribut rumah tangga mempengaruhi bangkitan pergerakan di Desa Cemarajaya. Setelah dilakukan perhitungan dengan Analisis Kategori terdapat sejumlah 3927 bangkitan pergerakan perjalanan yang dihasilkan dalam 1 hari. Berdasarkan hasil estimasi bangkitan pergerakan peneliti menyarankan agar Pemerintah Daerah melakukan studi kelayakan penyediaan angkutan umum bagi masyarakat Desa Cemarajaya.