Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir di Kecamatan Periuk
Abstract
Abstract. Floods are one of the most frequent natural disasters in Indonesia, especially in lowland and urban areas, as is the case in Priuk District, Tangerang City. Physically, this sub-district is a type of lowland, which is crossed by 3 rivers including Kali Sabi, Kali Ledug, and Kali Cirarab, as well as 2 lakes, namely Bulakan and Cangkring. Conditions are one of the factors that cause flooding. The impact of flood events with a height of 5 cm - 2 meters has a detrimental impact on the community. Community participation is a key element in sustainable and effective flood management efforts. The aim of this research is to identify the type and level of community participation in flood management in Periuk District. Through the descriptive analysis method, it was found that flooding occurred in each sub-district with different durations, which resulted in damage to infrastructure, with estimated community losses of IDR 5.6 billion. Communities affected by floods have participated in dealing with floods, with the types of participation carried out being property, energy and social. The level of community participation in dealing with floods in this sub-district includes self-management, consensus-building and manipulation. Based on these findings, it can be concluded that the type of participation carried out by the community in flood areas is property with a consensus-building level of participation. Sub-districts that were not affected by flooding provided participation in the form of personnel, with manipulation of participation levels. This research recommends strengthening community participation mechanisms through inclusive policies and sustainable education to create an environment that is more resilient to flood disasters.
Abstrak. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama di daerah dataran rendah dan perkotaan, begitu juga halnya dengan Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. Secara fisik kecamatan ini merupaka dataran rendah dengan jenis, yang dilewati oleh 3 sungai meliputi Kali Sabi, Kali Ledug, dan Kali Cirarab, serta 2 situ, yaitu Bulakan dan Cangkring. Kondisi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya banjir, Dampak dari kejadian banjir dengan ketinggian 5 cm – 2 mater memberikan dampak kerugian bagi masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan elemen kunci dalam upaya penanggulangan banjir yang berkelanjutan dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis dan tingkat partisipasi masyarakat dalam penanganan banjir di Kecamatan Periuk. Melalui metode analisis deskriptif ditemukan bahwa banjir terjadi disetiap kelurahan dengan durasi yang berbeda-beda, yang memberikan dampak kerusakan infrastruktur, yang diperkirakan kerugian masyarakat adalah sebesar Rp 5,6 Miliar. Masyarakat yang terdampak banjir sudah berpartisipasi untuk menangani banjir, dengan jenis partisipasi yang dilakukan adalah Harta benda, tenaga dan sosial, Tingkat partisipasi masyarakat dalam menangani banjir di kecamatan ini meliputi self-management, consensus-building dan Manipulation. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa jenis partisipasi yang dilakukan masyarakat pada kawasan banjir adalah harta benda dengan tingkat partisipasi consensus-building. Kelurahan yang tidak terdampak banjir memberikan partisipasi berupa tenaga , dengan tingkat partisipasi manipulation Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme partisipasi masyarakat melalui kebijakan inklusif dan edukasi berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana banjir.
References
Findayani, A. 2015. Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Penanggulangan Banjir di Kota Semarang. Jurnal Geografi, Volume 12, Nomor 1, (hal 103–114).
Asyiawati Y, Hindersah H, Putri YY. Identifikasi Partsipasi Masyarakat dalam Mewujudkan Pembangunan Desa Berkelanjutan (Studi Kasus: Desa Ketapang Indah - Kecamatan Singkil Utara). ETHOS J Penelit dan Pengabdi Kpd Masy. 2021;9(1):63–71.
BPS Kota Tangerang, 2022. Kota Tangerang Dalam Angka Badan Pusat Statistik Kota Tangerang BPS-STATISTICS of Tangerang Municipality. BPS Kota Tangerang, Kota Tangerang.
Naufal, M., 2022. 19 Titik di Kota Tangerang Terendam Banjir, Tertinggi sampai 1 Meter Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “19 Titik di Kota Tangerang Terendam Banjir, Tertinggi sampai 1 Meter” [WWW Document]. KOMPAS.com. URL https://megapolitan.kompas.com/read/2022/07/16/11584381/19-titik-di-kota-tangerang-terendam-banjir-tertinggi-sampai-1-meter (accessed 1.16.24).
Perwal No 67 Tahun 2021, 2021. JDHI Provinsi Banten, Tangerang.
Septiana, W., 2022. Upaya Penanggulangan Banjir Oleh DPUPR Kota Tangerang [WWW Document]. tangerang kota.go.id. URL https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/30687/berikut-upaya-penanggulangan-banjir-oleh-dpupr-kota-tangerang (accessed 1.16.24).
Umeidini, F., Nuriah, E., Fedryansyah, M., 2019. Partisipasi Masyarakat Dalam Penanggulangan Bencana Di Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor. Jurnal Pekerjaan Sosial 2, 13–22.
Yutantri, V., Suryandari, R.Y., Putri, M.N., Widyawati, L.F., 2023. Persepsi Masyarakat terhadap Faktor-Faktor Penyebab Banjir di Perumahan Total Persada Raya Kota Tangerang. Journal of Regional and Rural Development Planning 7, 199–214. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2023.7.2.199-214
Mikkelsen, Britha. (2011). Metode Penelitian Partisipatoris Dan Upaya-Upaya Pemberdayaan.
Huraerah, A. (2008). Pengorganisasian dan pengembangan masyarakat: model dan strategi pembangunan berbasis kerakyatan. Humaniora.
Harun, H. Rochajat, dan Eluinaro Adriunto, 2011, Komunikasi Pembangunan Perubahan Sosial Persepktif Dominan Kajian Ulang Dan Teori Kritis, Rajawali Pres, Jakarta.
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D, penerbit Alfabeta,Bandung.
Bitta Ikarani Wiyajanti, & Chamid, C. (2021). Kajian Pengendalian Pencemaran Air Laut Berdasarkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(1), 23–29. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i1.74.
Rahmatullah, Z. G., & Saraswati. (2021). Kajian Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Budaya Lokal di Kampung Adat Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(2), 99–106. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i2.372.
Virgi Fathurrahman, Ina Helena Agustina, & Riswandha Risang Aji. (2024). Partisipasi Masyarakat Desa Jagara dalam Pengembangan Objek Wisata Waduk Darma Kabupaten Kuningan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota (JRPWK), 4(1).