Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang dengan Kegiatan Penambangan Pasir di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang
Abstract
Abstract. This study aims to analyze the spatial utilization compliance with sand mining activities in Srumbung District, which is located within the Mount Merapi National Park area. Sand mining in this area holds significant economic value for the local community but has the potential to damage the ecosystem if not properly managed. According to Presidential Regulation No. 70 of 2014, sand mining in the national park area is conditionally permitted, particularly in certain protected areas. The research methodology uses a qualitative approach, with spatial data overlay techniques through ArcGIS to analyze land suitability. Data was collected through interviews, observations, and surveys, and then analyzed descriptively. The analysis results show that in protected area 3 (L3), located along the riverbanks, sand mining activities comply with the regulations. This is evidenced by the fact that 56.28% of this area is used for rice paddy fields, while sand areas only cover 1.1% of the total area. However, field observations revealed an expansion of mining activities into protected area 4 (L4), which does not comply with regulatory provisions and covers an area of approximately 89.21 hectares. This mining activity has the potential to cause environmental damage and long-term negative impacts. Therefore, this study emphasizes the importance of strict control and supervision of sand mining activities, particularly in areas that should be protected, to maintain a balance between environmental, social, and economic aspects in Srumbung District.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang dengan kegiatan penambangan pasir di Kecamatan Srumbung, yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Kegiatan penambangan di kawasan ini memiliki nilai ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal, namun berpotensi merusak ekosistem jika tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan Perpres No 70 Tahun 2014, penambangan pasir di kawasan taman nasional diperbolehkan secara bersyarat, terutama di kawasan lindung tertentu. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik overlay data spasial melalui ArcGIS untuk menganalisis kesesuaian lahan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan survei, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa di kawasan lindung 3 (L3), yang terletak di sepanjang sempadan sungai, kegiatan penambangan pasir telah sesuai dengan peraturan. Hal ini ditunjukkan dengan sebanyak 56,28% dari kawasan ini digunakan untuk lahan pertanian sawah, sementara area pasir hanya mencakup 1,1% dari total luas kawasan. Namun, observasi lapangan mengungkap adanya penambangan yang meluas ke kawasan lindung 4 (L4), yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan mencakup area seluas sekitar 89,21 Ha. Kegiatan penambangan ini berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan dampak negatif jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian dan pengawasan ketat terhadap kegiatan penambangan pasir, khususnya di kawasan yang seharusnya dilindungi, untuk menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi di Kecamatan Srumbung.
References
M. N. Fatlulloh, R. Hayati, Dan A. Indrayati, “Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Ramah Lingkungan Penambang Pasir di Sungai Krasak,” Vol. 8, 2019.
15313261 Kusmiyati, “Analisis Dampak Adanya Penambang Pasir Merapi Modern Terhadap Penambang Pasir Tradisional Merapi,” Feb 2019, Diakses: 5 Desember 2023. [Daring]. Tersedia Pada: Https://Dspace.Uii.Ac.Id/Handle/123456789/14463
A. K. Syaifulloh, “Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Penambangan Pasir Merapi Di Klaten,” J. Penegakan Huk. Dan Keadilan, Vol. 2, No. 2, Hlm. 147–161, Nov 2021, Doi: 10.18196/Jphk.V2i2.9990.
I. Saputra, Ferry, D. Rahmawati, S. S. Aulia, Dan H. Sidik, “The Impact of Sand Mining on Socio-Economic And Environmental Sectors: A Case Study On Sedau Village, Narmada District, West Lombok Regency, Indonesia,” Iop Conf. Ser. Earth Environ. Sci., Vol. 1175, No. 1, Hlm. 012022, Mei 2023, Doi: 10.1088/1755-1315/1175/1/012022.
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. 2014.
A. Mulyana Dkk., “Kebijakan Pengelolaan Zona Khusus: Dapatkah Meretas Kebuntuan Dalam Menata Ruang Taman Nasional di Indonesia,” Center For International Forestry Research (Cifor), 2010. Doi: 10.17528/Cifor/003100.
V. K. M. Putri, “Jenis-Jenis Tanah Di Indonesia Beserta Persebarannya Halaman All,” Kompas.Com. Diakses: 2 Agustus 2024. [Daring]. Tersedia Pada: Https://Www.Kompas.Com/Skola/Read/2022/09/14/100000269/Jenis-Jenis-Tanah-Di-Indonesia-Beserta-Persebarannya
Sks, “Pt Surya Karya Setiabudi.” Diakses: 29 Maret 2024. [Daring]. Tersedia Pada: Https://Ptsksjogja.com/#[Object%20object]
Ditjen Minerba, “Https://Www.Minerba.Esdm.Go.Id/.” Diakses: 30 Maret 2024. [Daring]. Tersedia Pada: Https://Www.Minerba.Esdm.Go.Id.
Abizar Aria Ghifar, Safitri, I., & Fardani, I. (2021). Pemantauan Progres Pemanfaatan Ruang Kawasan Prioritas RDTR Perkotaan Singaparna Menggunakan UAV. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(1), 1–6. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i1.71
Endasmoro, T. K., & Akliyah, L. S. (2023). Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 39–46. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1948
Luthfiyyah Nurjaman, & Ernawati Hendrakusumah. (2023). Identifikasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Publik Pusat Kota Sukabumi. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 139–150. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i2.2751