Konfigurasi Ruang Jaringan Jalur Pejalan Kaki di Sekitar Stasiun Rawa Buntu Kota Tangerang Selatan dengan Analisis Space Syntax

  • Firda Fathihah Rahmah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Fachmy Sugih Pradifta Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Tonny Judiantono Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Jaringan Jalur Pejalan Kaki, Space Syntax, Stasiun Rawa Buntu

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menganalisis tingkat konektivitas dan aksesibilitas jalur pejalan kaki di sekitar Stasiun Rawa Buntu dengan menggunakan metode space syntax. Fokus utama dari studi ini adalah pada pergerakan pejalan kaki menuju dan dari stasiun sebagai titik sentral. Infrastruktur jalur pejalan kaki yang efektif menjadi krusial untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas di kawasan perkotaan yang padat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana jalur pejalan kaki di sekitar stasiun terhubung dengan baik dan membentuk jaringan yang memfasilitasi pergerakan menuju stasiun. Melalui analisis space syntax, dilakukan perhitungan "degree of choice" dan "degree of integration" pada radius pendek (400 meter) dan menengah (800 meter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa ruas jalan di sekitar Stasiun Rawa Buntu memiliki konektivitas dan aksesibilitas yang kurang baik, terutama pada segmen-segmen jalan yang mengelilingi stasiun. Selain itu, meskipun beberapa perumahan di sekitar stasiun memiliki konektivitas yang baik, keberadaan Stasiun Rawa Buntu sendiri tidak berada pada segmen jalan dengan konfigurasi ruang yang memadai, sehingga mengurangi kemudahan akses bagi pejalan kaki. Studi ini menekankan pentingnya mempertimbangkan konfigurasi ruang dalam perencanaan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pejalan kaki.
Kata Kunci: jaringan jalur pejalan kaki, konektivitas, aksesibilitas, space syntax, Stasiun Rawa Buntu.

References

Akhirul, Witra Y, Umar I, Erianjoni. Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk Terhadap Lingkungan Dan Upaya Mengatasinya. J Kependud dan Pembang Ligkungan. 2020;1(3):76–84.

Aqli W, Mauliani L, Anisa A. Permeabilitas Kawasan Jalan Mh. Thamrin Terhadap Akses Pejalan Kaki Menuju Stasiun Mrt Bundaran Hi Jakarta. NALARs. 2019;18(1):75.

Ginting AAN. Pengaruh Jalur Pedstrian Terhadap Perilaku Pejalan Kaki di Blok M Jakarta Berdasarkan Konektivitas Lokasi Transit. 2017;1–14.

Mohamad S, Said I. Visibility in street connectivity analysis using UCL Depthmap version 10. Conf South East Asia Tech Univ Consort Symp. 2014;(July).

Raniasta YS. Intergrasi Ruang Jalan pada Area Kampung Studi Kasus: Kampung Rangko, Manggarai Barat, NTT. Pros Semin Nas Desain dan Arsit. 2019;2:582–8.

Rosid M. Analisis Konfigurasi Ruang Pada Lantai Tiga Bangunan Pasar Beringhajo Yogyakarta. Tolis Ilmiah; J Penelit. 2019;1(2):124–9.

Sholahuddin M. Setting Ruang Dan Pengaruhnya Terhadap Aksesibilitas Para Penyandang Cacat Tubuh Di Pusat Rehabilitasi Yakkum Yogyakarta. Lintas Ruang J Pengetah Peranc Desain Inter. 2012;1(1):31–41.

Yudhanta WC. Pengaruh Konfigurasi Dan Visibilitas Ruang Pada Aksesibilitas, Studi Kasus pada Kawasan XT Square Yogyakarta. J Arsit KOMPOSISI. 2018;12(1):67 .

Muhammad Fakhriza, & Ira Safitri Darwin. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kenyamanan Berjalan Kaki di Jalan Otto Iskandardinata Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 91–96. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i2.2646

Muhammad Vino Fahlen, & Weishaguna. (2022). Studi Kinerja Walkability Jalur Pejalan Kaki. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 69–75. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i1.930.

Siti Ruqoyyah, Dadan Mukhsin, & Tonny Judiantono. (2024). Analisis Pengaruh Operasional Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah pada Kinerja Jalan Mempawah-Pontianak. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota (JRPWK), 4(1).

Published
2024-08-14