Identifikasi Kesesuaian Penerapan Kolam Retensi dan Kolam Detensi dalam Upaya Adaptasi Konsep Water Sensitive Urban Design pada Kawasan Peruntukan Industri Dayeuhkolot
Abstract
Abstract. In the Bandung Regency Spatial Plan, 40.73% of the Dayeuhkolot District area has been designated as an industrial area. At least 352 industrial units have been operating, placing the Dayeuhkolot Industrial Area (KPI) as the area with the largest number of industrial units in Bandung Regency. However, the current condition of the Dayeuhkolot KPI is facing several major problems, including river flooding, critical air absorption, geohistorical issues of the Bandung Basin, unintegrated surface water management, waste management issues, and other geophysical problems that are quite common. This study aims to identify the suitability of the Water Sensitive Urban Design (WSUD) concept in the Dayeuhkolot District Industrial Area with the components tested being retention ponds and detention ponds. The analysis method used is overlay analysis consisting of intersect and superimpose techniques within the synoptic method design framework. The results of the study indicate that the WSUD components in the form of retention ponds and detention ponds have the potential to be applied in the area. These components can be used to retain and accommodate surface air. Retention area Placed in the northern part of the area that has a higher topography with the recommended component in the form of a detention pond. While the reservoir area in the south which is the lowest topography adjacent to the Citarum River can be recommended for the use of retention pond components. To combine the function of the components, it is recommended that land use patterns, drainage networks, and wastewater management schemes adapt the WSUD concept.
Abstrak. Dalam RTRW Kabupaten Bandung telah ditetapkan 40,73% luas Kecamatan Dayeuhkolot sebagai kawasan peruntukan industri. Setidaknya 352 unit industri telah beroperasi hingga menempatkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Dayeuhkolot sebagai kawasan dengan jumlah unit industri terbanyak di Kabupaten Bandung. Namun, kondisi KPI Dayeuhkolot saat ini menghadapi beberapa permasalahan utama antara lain banjir luapan sungai, kekritisan resapan air, isu geohistoris Cekungan Bandung, tidak terintegrasinya manajemen air permukaan, isu pengelolaan limbah, serta permasalahan geofisik lainnya yang cukup banyak ditemukan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian konsep Water Sensitive Urban Design (WSUD) pada Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Dayeuhkolot dengan komponen yang diuji adalah kolam retensi dan kolam detensi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis overlay yang terdiri dari teknik intersect dan superimpose dalam framework perancangan synoptic method. Hasil kajian menunjukan bahwa komponen WSUD berupa kolam retensi dan kolam detensi berpotensi untuk diterapkan di kawasan. Komponen tersebut dapat difungsikan kepada fungsi penahan dan penampung air permukaan. Area penahan ditempatkan pada bagian utara kawasan yang memiliki topografi yang lebih tinggi dengan komponen yang direkomendasikan berupa kolam detensi. Sedangkan area penampung berada pada sebelah selatan yang merupakan topografi paling rendah berdekatan dengan Sungai Citarum dapat direkomendasikan penggunaan komponen kolam retensi. Untuk memadukan fungsi komponen, maka direkomendasikan pola penggunaan lahan, jaringan drainase, serta skema pengelolaan air limbah yang mengadaptasi konsep WSUD.
References
Burhanudin, H., Asdak, C. And Hendarmawan, M.T. The Analysis of Cross-Regional Water Resources Management in Indonesia: A System Dynamic Approach. Journal of Engineering Science and Technology, 16(2), pp.1444-1462. 2021.
Certified Energy. WSUD Everything You Need to Know. 2020. Available from: certifiedenergy.com
Creswell, J. W. A Concise Introduction to Mixed Methods Research. 2014.
Oktariadi, O., Memed, M. W., Yuwana, D. A., & Hidayat, T. Geologi Lingkungan Cekungan Bandung. Bandung; 2021.
Shirvani, H. The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold Company Inc:1985
Wong, T. Integrating Nature-Based Solutions for Water In Urban Water Infrastructure. Part 1. International Water Association. 2018.
Bitta Ikarani Wiyajanti, & Chamid, C. (2021). Kajian Pengendalian Pencemaran Air Laut Berdasarkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Pesisir Pantai Santolo Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(1), 23–29. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i1.74.
Wijayakusuma, B. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Kecamatan Cimenyan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 29–38. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1929.
Wijayakusuma, B. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Kecamatan Cimenyan. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 29–38. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1929.