Persebaran Fenomena Urban Heat Island di Kota Tasikmalaya Menggunakan Penginderaan Jauh

  • Syifa Qanita Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Hilwati Hindersah Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Urban Heat Island, Suhu Permukaan, Penginderaan Jauh

Abstract

Abstract. Tasikmalaya City is one of the major cities in West Java. In previous research there was a discussion of the Urban Heat Island phenomenon in West Java from 1989 to 2021, Tasikmalaya City was included in the location of the previous research. This research aims to map the wide distribution of the Urban Heat Island (UHI) phenomenon that occurred in Tasikmalaya City during the 2014-2023 period. The research uses quantitative methods with remote sensing techniques, utilizing Landsat 8 imagery through Google Earth Engine. It can be seen that the surface temperature from 2014 - 2023 has increased significantly, from an average of 23.55 ℃ in 2014 to 28.04 ℃ in 2023. Then there is an expansion of the Urban Heat Island phenomenon in Tasikmalaya City. The Urban Heat Island area in Tasikmalaya City increased by 7.67 km², from 50.25 km² in 2014 to 57.92 km² in 2023. The extent of the Urban Heat Island phenomenon increases over time, due to the lack of vegetation or vegetated land with a fairly dense building density and an increase in the rate of population growth in Tasikmalaya City.

Abstrak. Kota Tasikmalaya salah satu kota besar yang terdapat di Jawa Barat. Pada penelitian terdahulu terdapat pembahasan mengenai fenomena Urban Heat Island di Jawa Barat tahun 1989 sampai 2021, Kota Tasikmalaya termasuk dalam lokasi penelitian terdahulu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran luas fenomena Urban Heat Island (UHI) yang terjadi di Kota Tasikmalaya selama periode 2014-2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik penginderaan jauh, memanfaatkan citra Landsat 8 melalui Google Earth Engine. Dapat diketahui suhu permukaan dari tahun 2014 - 2023 mengalami kenaikan yang signifikan, dari rata-rata 23,55℃ pada tahun 2014 menjadi 28,04℃ pada tahun 2023. Lalu adanya perluasan fenomena Urban Heat Island di Kota Tasikmalaya. Luas Urban Heat Island di Kota Tasikmalaya meningkat sebesar 7,67 km², dari 50,25 km² pada tahun 2014 menjadi 57,92 km² pada tahun 2023. Luasan fenomena Urban Heat Island ini seiring berjalannya waktu bertambah luas, disebabkan kurangnya vegetasi maupun lahan vegetasi dengan kerapatan bangunan yang cukup padat dan adanya kenaikan laju pertumbuhan penduduk di Kota Tasikmalaya.

References

Darmawan, S., & Barry,T. Al. (2022). Analisis Fenomena Urban Heat Island Menggunakan Google Earth Engine (Studi kasus: Jawa Barat,Indonesia). In FTSP Series

Fakhrian, R., Hindersah, H., & Burhanudin, H. (2015). Arahan Pengembangan Sabuk Hijau (Green Belt) di Kawasan Industri Kariangau (KIK) Kota Balikpapan. Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota, 15-20.

Fawzi, N.I. (2017). Mengukur Urban Heat Island Menggunakan Penginderaan Jauh, Kasus Di Kota Yogyakarta, Majalah Ilmiah Globe. 19(2). 195, https://doi.org/10.24895/mig.2017.19-2.603

Haryanto, H.C., & Prahara, S, A. (2019). Perubahan Iklim, Siapa Yang Bertanggung Jawab? Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi. 21(2).50. https://doi.org/10.26486/psikologi.v21i2.811

Hermawan, E. (2017). Fenomena Urban Heat Island (Uhi) Pada Beberapa Kota Besar Di Indonesia Sebagai Salah Satu Dampak Perubahan Lingkungan Global.

Murtiningsih, Siti. (2023). Manusia dan Perubahan Iklim. https://www.kompas.id/baca/opini/2023/08/07/manusia-dan-perubahan-iklim

Nandana, K. D., & Hindersah, H. (2021). Evaluasi Pemanfaatan Area Kiara Artha Park Sebagai Ruang Publik. Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota, 7(1), 257-264.

Rakuasa, H., & Lasaiba, M.A. (2023). Analisis Suhu Permukaan Daratan di Kabupaten Buru Menggunakan Data Citra Satelit MODIS Berbasis Cloud Computing Google Earth Engine. Jurnal Geografi Dan Pendidikan Geografi. 2(2).71–80. https://doi.org/10.30598/geoforumvol2iss2pp71-81.

Weishaguna, W., Hindersah, H., Damayanti, V., & Pradifta, F. S. (2022). Kampung Hejo SAE: Design Assistance of a Covid-19-Resilience Neighborhood. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 34-43.

Wibowo, L.A., Sholichin, M., Rispiningtati, & Asmaranto, R. (2013). Penggunaan Citra Aster dalam Identifikasi Peruntukan Lahan Pada Sub DAS Lesti (Kabupaten Malang). Jurnal Teknik Pengairan.4(1). 39–46, www.aster-indonesia.com

Yuan, S., Ren.Z., Shan,X., Deng,Q., & Zhou,Z. (2023). Seasonal Different Effects of Land Cover on Urban Heat Island in Wuhan’s Metropolitan Area, Urban Climate. 49. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2023.101547

Yuhandri. (2019). Perbandingan Metode Cropping Pada Sebuah Citra Untuk Pengambilan Motif Tertentu Pada Kain Songket Sumatera Barat. Jurnal Komtek Info. 6(1). 96–105. http://lppm.upiyptk.ac.id/ojsupi/index.php/KOMTEKINFO5th ed. Jakarta: Erlangga; 2000.

Ariyani, D. (2018). Variabilitas Curah Hujan dan Suhu Udara serta Pengaruhnya Terhadap Neraca Air Irigasi di Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Jurnal Irigasi, 12(2), 97. https://doi.org/10.31028/ji.v12.i2.97-108.

Nugraha, S., Hindersah, H., & Fardani, I. (2021). Kajian Penggunaan Green Infrastruktur dalam Upaya Penurunan Suhu Permukaan di Wilayah SWK Tegalega. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(1), 62–71. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i1.150.

Rahmatullah, Z. G., & Saraswati. (2021). Kajian Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Budaya Lokal di Kampung Adat Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 1(2), 99–106. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i2.372.

Published
2024-08-13