Pengaruh Kondisi Fasilitas Pejalan Kaki terhadap Livabilitas Ruang Pejalan Kaki di Koridor Jalan Braga, Kota Bandung
Abstract
Abstract. In the issue of rapid urbanization, especially in urban areas, pedestrian space is one of the factors that create a good quality of life (livability) for city residents. A livable street is indicated by the presence of diverse human activities in the pedestrian space with varying time spans, so the presence of human activity on the street is a determinant of the livability of a city. This phenomenon can be seen in the activities that occur in the Jalan Braga corridor, especially on the pedestrian path. However, when observed the physical condition of pedestrian facilities in the Jalan Braga corridor began to experience a decline in quality, but this did not reduce activity in the road corridor, especially in the pedestrian space. Where pedestrian facilities and supporting facilities are physical elements that will affect the livability of the road. Therefore, this study aims to determine how much influence the condition of pedestrian facilities has on the livability of pedestrian space in the Braga Street corridor. This research uses a quantitative approach method using a questionnaire distributed to pedestrians in the Jalan Braga corridor. The analysis method used was multiple linear regression analysis. Based on the results of the analysis, it is known that all these physical variables have an insignificant influence on the livability, which is 16.4%. This shows that the condition of the pedestrian facilities in the Jalan Braga corridor does not affect the livability of the pedestrian space.
Abstrak. Dalam isu urbanisasi yang pesat khususnya di kawasan perkotaan, ruang pejalan kaki menjadi salah satu faktor yang menciptakan kualitas hidup (livabilitas) yang baik bagi warga kota. Jalan yang layak huni ditunjukan oleh adanya aktivitas manusia yang beragam di ruang pejalan kaki tersebut dengan rentang waktu yang bervariasi, sehingga adanya aktivitas manusia di jalan merupakan penentu kelayakan hidup suatu kota. Fenomena tersebut dapat dilihat pada aktivitas yang terjadi di koridor Jalan Braga khususnya pada jalur pedestriannya. Namun apabila diamati kondisi fisik fasilitas pejalan kaki di koridor Jalan Braga mulai mengalami penurunan kualitas, akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi keaktifan di koridor jalan tersebut, khususnya pada ruang pejalan kakinya. Dimana fasilitas pejalan kaki dan fasilitas pendukungnya merupakan elemen fisik yang akan mempengaruhi daya hidup jalan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kondisi fasilitas pejalan kaki terhadap livabilitas ruang pejalan kaki di koridor Jalan Braga. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada pejalan kaki di koridor Jalan Braga. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa semua variabel fisik tersebut memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap livabilitas, yaitu sebesar 16,4%. Hal tersebut menunjukan bahwa kondisi fasilitas pejalan kaki di koridor Jalan Braga tidak mempengaruhi livabilitas ruang pejalan kakinya.
References
N. Martino, C. Girling, and Y. Lu, “Urban Form and Livability: socioeconomic and built environment indicators,” Build. Ciites, vol. 2, no. 1, pp. 220–243, 2021, doi: https://doi. org/10.5334/bc.82.
M. Shintya and Ardiansyah, “Alih Fungsi Jalur Pedestrian,” J. Arsit., vol. 8, no. 2, pp. 9–16, 2018.
J. Jacobs, The Death and Life of Great American Cities. Harmondsworth: Penguin Book, 1961.
Rejabar.Republika.co.id, “Tinjau Jalan Braga, Plh Wali Kota Bandung Soroti Kondisi Trotoar,” Jul. 2023.
A. B. Jacobs, Greet Streets. Massachusetts: The N.I.T. Press, Cambridge, 1993.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA, 2019.
Muhammad Fakhriza, & Ira Safitri Darwin. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kenyamanan Berjalan Kaki di Jalan Otto Iskandardinata Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 91–96. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i2.2646
Muhammad Vino Fahlen, & Weishaguna. (2022). Studi Kinerja Walkability Jalur Pejalan Kaki. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 69–75. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i1.930
Luthfiyyah Nurjaman and Ernawati Hendrakusumah, “Identifikasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Publik Pusat Kota Sukabumi,” Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, pp. 139–150, Dec. 2023, doi: 10.29313/jrpwk.v3i2.2751.