Identifikasi Penyimpangan Kegiatan Pemanfaatan Ruang Kawasan Komersial di SWK Gedebage

  • Annisa Nurhayati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Asep Hariyanto Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Irland Fardani Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
Keywords: Penyimpangan Pemanfaatan Ruang, Komersial, RDTR

Abstract

Abstract. The growth of a city is a spatial process and a component in which urban areas are viewed as meeting the needs of the community through the provision of various types of social and economic institutions. Based on the Bandung City RDTR 2015–2035, there are City Sub-Regions or SWKs that provide various social and economic institutions as an integral part of urban infrastructure. SWK Gedebage is one of four (four) other SWKs in the East-Bandung region, including the districts of gedebage and rancasari. It serves as the second major center and plays an important role in its development in the East Bandung region. Commercial areas, as part of the dynamics of urban development, also trigger a rapid area transformation. Due to the rapid commercial development in the SWK Gedebage, there are still irregularities in the intended use of land. Therefore, this investigation aims to identify irregularities in the area use of commercial areas in the SWK Gedebage on the basis of the activity regulations listed in the Bandung City RDTR 2015–2035. The analysis used in research is overlay. The data used include the existing land use SHP and the RDTR area pattern SHP of the city of Bandung for 2015–2035. The results of the overlay analysis show that the planned commercial area use of 2,141.021 m2 and 214 ha with a share of 98% and 30,347 m2 or 3 ha with an share of 2% is not in accordance with the designation established in the RDTR of the city of Bandung for 2015-2035.

Abstrak. Pertumbuhan sebuah kota menjadi proses spasial dan komponen yang melihat perkotaan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan berbagai macam fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi. Berdasarkan RDTR Kota Bandung Tahun 2015-2035, terdapat Sub Wilayah Kota atau SWK untuk menyediakan berbagai fasilitas sosial dan ekonomi sebagai bagian intergral dalam infrastruktur perkotaan. SWK Gedebage menjadi salah satu diantara 4 (empat) SWK lainnya yang terletak di wilayah Bandung Timur, mencakup Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Rancasari dan diamanatkan sebagai pusat primer kedua dan memegang peran signifikan dengan pengembangannya di wilayah Bandung Timur. Kawasan komersial sebagai bagian dalam dinamika perkembangan kota turut memicu transformasi lahan dengan pesat. Dari pesatnya perkembangan komersial di SWK Gedebage tidak luput dari masih adanya penyimpangan dalam pemanfaatan ruang sesuai peruntukannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyimpangan kegiatan pemanfaatan ruang kawasan komersial di SWK Gedebage berdasarkan ketentuan kegiatan yang tercantum dalam RDTR Kota Bandung Tahun 2015-2035. Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu overlay. Data-data yang digunakan antara lain shp penggunaan lahan eksisting dan shp pola ruang RDTR Kota Bandung Tahun 2015-2035. Hasil dari analisis overlay menunjukan bahwa penggunaan lahan kawasan komersial yang sesuai dengan rencana 2.141.021m² atau 214 Ha dengan persentase 98% dan 30.347m² atau 3 Ha dengan persentase 2% tidak sesuai dengan peruntukan yang sudah ditetapkan dalam RDTR Kota Bandung Tahun 2015-2035.

References

Adityo Ragil Sulistyo, M., Putra Wijaya, A., & Wahyuddin, Y. (2022). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Dan Zona Nilai Tanah Perkotaan Ditinjau Dari Rencana Rdtr Kota Bandung (Studi Kasus Kawasan Kecamatan Rancasari). Jurnal Geodesi Undip, 11.

Asyiawati, Y. (2021). Strategi Pengendalian Pemanfaatan Lahan Sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi Secara Berkelanjutan. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 14(1). https://doi.org/10.29313/jpwk.v14i1.274

Barwanto, L. A., & Sutriadi, R. (2024). Branding Kota, Upaya Terstruktur atau Hanya Gagasan Konseptual: Evaluasi Terhadap Dokumen Perencanaan di Kota Bandung. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 19(1), 11–23. https://doi.org/10.29313/jpwk.v19i1.3567

Butudoka, Z. (2004). Evaluasi Pemanfaatan Ruang dan Struktur Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tolitoli. SMARTek.

Cakrapravastha, A. (2023). Analisis Pengaruh Perubahan Pola Penggunaan Lahan terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Gedebage. https://doi.org/https://doi.org/

29313/bcsurp.v3i2.8513

Dadras, M., Shafri, H. Z. M., Ahmad, N., Pradhan, B., & Safarpour, S. (2015). Spatio-temporal analysis of urban growth from remote sensing data in Bandar Abbas city, Iran. Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Science, 18(1), 35–52. https://doi.org/10.1016/j.ejrs.2015.03.005

Desta, M. A., Somantri, L., & Setiawan, I. (2022). Analisis Harga Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Gedebage Kota Bandung.

Isradjuningtias, A. C. (2017). Faktor Penyebab Penyimpangan Tata Ruang (Studi Pembangunan Condominium) Di Kota Bandung. Veritas Et Justitia, 3(2), 437–467. Https://Doi.Org/10.25123/Vej.2687

Manek, M. P. M. (2018). Visualisasi rencana detail tata ruang kota berbasis mobile GIS (Studi kasus: Kecamatan Lowokwaru Kota Malang). ITN Malang.

Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Pedoman Audit Tata Ruang (2017).

Rahmawati, T. (2021). Model Cellular Automatauntuk Prediksi Pola Perubahaan Penggunaan Lahan Permukiman. Seminar Nasional Dan DiseminasiTugas Akhir.

Sarjono, A. G. A., & Simamora, J. (2020). Urgensi Regulasi Penataan Ruang dalam Rangka Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Nommensen Journal of Legal Opinion, 1(01), 1–26. https://doi.org/10.51622/njlo.v1i01.35

Sri, R. A. , & Ghinia, A. M. (2018). Pemetaan Persebaran Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Atas dan Sederajat melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) di Kabupaten Bone Bolango. Semnas Geografi.

Sarjono, A. G. A., & Simamora, J. (2020). Urgensi Regulasi Penataan Ruang dalam Rangka Perwujudan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Nommensen Journal of Legal Opinion, 1(01), 1–26. https://doi.org/10.51622/njlo.v1i01.35.

Sri, R. A. , & Ghinia, A. M. (2018). Pemetaan Persebaran Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Atas dan Sederajat melalui Pemanfaatan Sistem Informasi Geografi (SIG) di Kabupaten Bone Bolango. Semnas Geografi.

Endasmoro, T. K., & Akliyah, L. S. (2023). Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 39–46. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v3i1.1948

Published
2024-08-11