Keabsahan Jual Beli Ijon Padi Perspektif Istihsan, 'Urf, dan Maslahah Mursalah
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25888Keywords:
Ijon Sale and Purchase, Istihsan, 'UrfAbstract
Abstract. The practice of buying and selling rice through the ijon system in Karangtengah Village, Kadungora Subdistrict, Garut Regency, remains a common practice among the community to meet their economic needs prior to the harvest season. However, this practice raises issues such as uncertainty regarding the subject matter of the contract, unreasonable pricing, and the potential for gharar and injustice in transactions. This study aims to examine the mechanism of rice buying and selling under the ijon system while assessing its validity from the perspectives of istihsan, 'urf and maslahah mursalah. This study employs a normative-empirical research method with a descriptive qualitative approach. Primary data were obtained through observation and in depth interviews with five farmers, two grain collectors (tengkulak) and one farmers' group leader selected through purposive sampling, while secondary data were obtained from the Qur'an, Hadith, the Compilation of Sharia Economic Law, and literature on muamalah fiqh. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that transactions are conducted verbally with cash payments based on an assessment of the rice crop condition prior to harvest. This practice contains elements of gharar and ghubn fahisy, therefore, from the perspectives of istihsan, 'urf and maslahah mursalah, it is deemed invalid due to uncertainty regarding the subject matter of the contract and the imbalance of risk in the transaction. A salam contract is recommended as an alternative transaction that better ensures certainty regarding the subject matter and fair pricing for farmers.
Abstrak. Praktik transaksi jual beli padi melalui sistem ijon di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, masih berkembang sebagai bentuk kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sebelum masa panen. Meskipun demikian, praktik tersebut menimbulkan permasalahan berupa ketidakpastian objek akad, ketidakwajaran harga, serta potensi gharar dan ketidakadilan dalam transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme jual beli padi sistem ijon sekaligus menilai keabsahannya berdasarkan perspektif istihsan, 'urf, dan maslahah mursalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap lima petani, dua pedagang pengumpul (tengkulak), dan satu ketua kelompok tani yang dipilih secara purposive sampling, sedangkan data sekunder bersumber dari Al-Qur'an, Hadis, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, serta literatur fikih muamalah. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi dilakukan secara lisan dengan pembayaran tunai berdasarkan penaksiran terhadap kondisi tanaman padi sebelum panen. Praktik tersebut mengandung unsur gharar dan ghubn fahisy, sehingga berdasarkan perspektif istihsan, 'urf, dan maslahah mursalah dinilai tidak sah karena terdapat ketidakpastian objek akad dan ketidakseimbangan risiko dalam transaksi. Akad salam disarankan sebagai alternatif transaksi yang lebih menjamin kepastian objek dan keadilan harga bagi petani.
References
Akram Ista , Ristiyanti Ahmadul Marunta Andi Muh. Taqiyuddin, Y. (2024). Riba, Gharar, Dan Maysir dalam Sistem Ekonomi. Jurnal Tana Mana, 4(3), 316–330.
Al-Bukhari, M. I. (1422 H). Sahih al-Bukhari (M. Z. I. Nasir, Ed.). Dar Tawq al-Najah. (n.d.).
Ali Mahfud, & Umar Taufiq Mahri. (2025). Tinjauan Mashlahah Mursalah Terhadap Praktik Penetapan Harga Jual Beli di Rumah Makan dengan Sistem Prasmanan Tanpa Label Harga. Jurnal Pajak Dan Analisis Ekonomi Syariah, 2(4), 186–193. https://doi.org/10.61132/jpaes.v2i4.1871
Al-Jaziri, A. (2003). Al-Fiqh ’ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Jilid II. Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqh ’ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, Jilid II (Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Maqdisi, I. Q. (1997). Al-Mughni, Jilid IV. Dar ’Alam al-Kutub.
Amrullah Hayatudin, S.H.I., M. Ag. (2021). Ushul Fiqh (Budiyadi, Ed.). Amzah.
Anna Rizkiyana, Bahtiar Effendi, dan M. K. F. (2025). Analisis Etika Bisnis Islam dalam Jual Beli Sistem Ijon Buah Mangga. Jurnal Sahmiyya, 4(1), 1–12.
An-Nawawi, I. (n.d.). Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Jilid IX. Maktabah al-Irsyad.
Ariyanti, D. I., Achmad Budi Susetyo, & Roisatun Kasanah. (2024). Pengaruh Struktur Modal dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada DES Sektor Halal. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 87–96. https://doi.org/10.29313/jres.v4i2.5428
Arumandani, S., Aris Safi’i, M., & Adinugraha, H. H. (2024). “Ijon Yang Tak Lekang Oleh Waktu” Alasan Sistem Ini Masih Menjadi Tradisi Petani Padi. Jurnal Agricore: Jurnal Agribisnis Dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 9(2), 117–126.
Asa’ari, Zufriani, Arzam, & Witro, D. (2021). Urgensi Pemahaman Terhadap Maqashid Al-Syari’ah dan Perubahan Sosial dalam Istinbath Al-Ahkam. De Jure: Jurnal Hukum Dan Syar’iah, 13(2), 222–239. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v13i2.13818
Az-Zuhaili, W. (2011a). Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Jilid V. Gema Insani.
Az-Zuhaili, W. (2011b). Fiqih Islam wa Adillatuhu Jilid 5. Gema Insani.
Dr. Hj. Darmawati H., S.Ag., M. H. I. (2020). Ushul Fiqh. Kencana.
Dwi, K., Rahayu, A., Alrasyid, H., & Taqwiem, A. (2025). Analisis Praktik Jual Beli Hasil Padi Melalui Sistem Ijon Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang). Warta Ekonomi, 8(1), 73–90.
Fira Audia Kusnadi. (2022). Tinjauan Hukum dan Ekonomi Islam terhadap Jual Beli Hasil Panen Secara Ijon. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 12–17. https://doi.org/10.29313/jrih.v2i1.654
Hardiati, N., Ginanjar, W. A., Fitria, E., & Nurfauziah, A. (2023). Urf Sebagai Metode Dan Sumber Hukum Ekonomi Syariah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 6(1), 18–26. https://doi.org/10.29103/jimfh.v6i1.10410
Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Pasal 25. (n.d.).
Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Pasal 76 huruf e dan f. (n.d.).
Mohammad Arifin, Reza Hilmy Luayyin, dan M. A. S. (2022). Analisis Akad Salam dan Ijon menurut Hukum Ekonomi Syariah. JSE: Jurnal Sharia Economica, 1(2), 106–118.
Mufidah, M. R., Aryani, N., & Yulianti, T. A. (2021). Pemahaman Konsep Gharar Di Masyarakat Dalam Melakukan Muamalah Sehari-Hari. Prosiding Pekan Ilmiah Mahasiswa UNIS, 1(1), 434–443.
Muslim Ibn Al-Hajjaj. (n.d.). Sahih Muslim. Dar Ihya’ al-Turats al-’Arabi. (n.d.).
Nadianti, N. A., & Anshori, A. R. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli dengan Sistem Cashback di Tokopedia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 27–34. https://doi.org/10.29313/jres.v3i1.1738
Nurfadhilannisa, A., & Juliana, J. (2025). Konsep Muamalah Madzhab Maliki : Telaah Pemikiran Ekonomi Imam Malik bin Anas. Ilmu Ekonomi Dan Keuangan Islam, 1–11.
Rahmawati, I., Diyah Ayu Saputri, & Badaruzzaman, M. (2025). Analisis Prinsip Larangan Gharar Dan Implementasinya Dalam Jual Beli Online Menurut Perspektif Hukum Ekonomi Islam. MIZANUNA: Jurnal Hukum
Ekonomi Syariah, 3(2), 122–132. https://doi.org/10.59166/mizanuna.v3i2.399
Septian Nugraha, Zaini Abdul Malik, & Neng Dewi Himayasari. (2024). Efektivitas Penyaluran Zakat Produktif Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik. Jurnal Riset Ekonomi
Syariah, 31–38. https://doi.org/10.29313/jres.v4i1.3666
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian Yang Bersifat Eksploratif, Enterpretif, Interaktif, Dan Konstruktif, Edisi Ke-4. Alfabeta.
Sultan Harun Arrasyid Harahap, Azizah Nafisah, Wahyu Ariandhika Lutfi, Bilal Alfarobbi, dan H. Nazhif. (2025). Istihsan sebagai Metode Istinbath Hukum dalam Perspektif Mazhab Hanafi. Jurnal Hukum, Sosial Dan Humaniora, 01(01), 141–149.
Yasir, M. (2025). Kaidah Fikih yang Berkaitan dengan Adat Kebiasaan. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 1(03), 949–959.
Yesi Agustina, R. S. (2023). Implementasi Praktik Jual Beli Hasil Kebun dengan Sistem Ijon Ditinjau dari Ekonomi Islam (Studi di Desa 57 Giriklopomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur). Al Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 4(01), 144–154.