Program Zakat Produktif BAZNAS BMM Perspektif Yusuf Qardhawi: Analisis SWOT

Authors

  • Sofi Andriani Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Redi Hadiyanto Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Zia Firdaus Nuzula Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25725

Keywords:

Zakat Produktif, Yusuf Qardhawi, BAZNAS Microfinance Masjid

Abstract

Abstract. This research is motivated by the great potential of zakat as an instrument for the economic empowerment of the ummah, although its utilization has tended to be consumptive. The BAZNAS Mosque-Based Microfinance (BMM) program in Tasikmalaya Regency is present as an effort to utilize zakat productively through a mosque-based micro-financing scheme. This study aims to analyze the concept of productive zakat according to the thought of Yusuf Qardhawi, to examine the management of the BMM program from the perspective of productive zakat, and to formulate its development strategy through a SWOT analysis. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and a literature study, then analyzed using the IFAS matrix, EFAS matrix, and the SWOT quadrant diagram. The results show that the BMM program is implemented through a qardhul hasan contract, namely a benevolent financing without any return, accompanied by business mentoring. Its implementation is in line with the five indicators of productive zakat according to Yusuf Qardhawi. The SWOT analysis obtained an IFAS score of 3.42 and an EFAS score of 3.00, placing the program in Quadrant I (Cell I), the growth and build position that demands an aggressive strategy of program development and strengthening.

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, meskipun pemanfaatannya selama ini masih cenderung bersifat konsumtif. Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) di Kabupaten Tasikmalaya hadir sebagai upaya pendayagunaan zakat secara produktif melalui skema pembiayaan mikro berbasis masjid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep zakat produktif menurut pemikiran Yusuf Qardhawi, mengkaji pengelolaan Program BMM dalam perspektif zakat produktif, serta merumuskan strategi pengembangannya melalui analisis SWOT. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan diagram kuadran SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program BMM dilaksanakan melalui akad qardhul hasan, yaitu pembiayaan kebajikan tanpa imbalan yang disertai pendampingan usaha. Pelaksanaan program telah sejalan dengan lima indikator zakat produktif menurut Yusuf Qardhawi. Analisis SWOT memperoleh nilai IFAS sebesar 3,42 dan EFAS sebesar 3,00 sehingga program berada pada Kuadran I (Sel I), yaitu posisi growth and build yang menuntut strategi agresif berupa pengembangan dan penguatan program.

References

Al Farisi, S. (2025). Efektivitas pengelolaan dana zakat produktif pada program BAZNAS Microfinance Masjid. Universitas Islam Negeri.

Azhar, M. F., Hamdani, I., & Gustiawati, S. (2022). Pengaruh penyaluran dana zakat produktif terhadap peningkatan usaha mikro: Studi kasus BAZNAS Microfinance Desa Jabon Mekar. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 3(3), 599–607.

Dirga. (2023). Strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare (Analisis SWOT). IAIN Parepare.

Dulay, J. R., Khoiri, N., & Syahputera, A. (2023). Zakat produktif: Tinjauan hukum Islam dalam karya Prof. Dr. Yusuf Al-Qardawi. At-Tafahum: Journal of Islamic Law, 10(2), 1001–1016.

Hanifah, M., dkk. (2025). Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) sebagai model pemberdayaan mustahiq. Nidhomiya, 4(1), 43–55.https://doi.org/10.21154/nidhomiya.v4i1.5008

Iqbal, M. N. (2022). Pendayagunaan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi umat menurut Yusuf Qardhawi. Jurnal Landraad, 1(1), 22–42.

Judijanto, L., & Rusdi, M. (2025). Impact of zakat, waqf, and Islamic microfinance on poverty alleviation in Indonesia. Journal of Islamic Economics, 3(2), 132–141.

Kasim, M., & Yunus, I. M. (2022). Review of Islamic law on the distribution of zakat funds for productive activities and general benefits. Journal of Islamic Law, 3(3), 321–338.

Lawang, H., Jamaluddin, Ihwana, & Afni, L. (2025). Pendampingan penguatan ekonomi mustahik melalui zakat produktif di Wahdah Inspirasi Zakat Makassar. AKM: Aksi Kepada Masyarakat, 6(2), 513–522.

Mubasirun. (2013). Distribusi zakat dan pemberdayaan ekonomi umat. Inferensi: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 7(2), 493–512.

Munir, M. (2025). A qualitative case study on productive zakat and pentahelix-based empowerment: Insights from BAZNAS Malang Regency. Journal of Islamic Economics and Finance, 11(1), 429–454.

Qardhawi, Y. (2004). Hukum zakat (S. Harun, dkk., Penerj.). Pustaka Litera AntarNusa. (Karya asli Fiqh az-Zakat diterbitkan 1973).

Safitri, F. A., dkk. (2024). Efektivitas program BAZNAS Microfinance dalam upaya pemberdayaan usaha mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Islam Indonesia.

Sari, T. N., dkk. (2025). Determinants of poverty reduction in Indonesia: Evidence from Islamic social finance, Islamic microfinance institutions, and government interventions. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 8(1), 167–190.

Sari, T. N. (2025). Peran Kepemimpinan Islam dalam Mengoptimalkan Fungsi Lembaga Zakat: Tinjauan Literatur. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 1–12. https://doi.org/10.29313/jres.v5i1.5802

Septian Nugraha, Zaini Abdul Malik, & Neng Dewi Himayasari. (2024). Efektivitas Penyaluran Zakat Produktif Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 31–38. https://doi.org/10.29313/jres.v4i1.3666

Sri Apriliyani, Malik, Z. A., & Surahman, M. (2021). Peran Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Banjarnegara dalam Meningkatkan Perekonomian Kaum Dhuafa. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 1(1), 7–12. https://doi.org/10.29313/jres.v1i1.100

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. (2011).

Zulfahmi, F., Ekawati, E., & Syarif, A. H. (2026). Analisis strategi pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah (ZIS) dalam mendorong optimalisasi pencapaian BAZNAS Microfinance Masjid (Studi Lembaga BAZNAS Kota Cilegon). JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), 12(1), 247–257.

Downloads

Published

2026-08-03