Kepatuhan Syariah terhadap Praktik Jual Beli Mobil Bekas Kecelakaan
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25681Keywords:
Sharia Compliance, Jual Beli, Mobil Bekas KecelakaanAbstract
Abstract. The sale and purchase of accident-damaged used cars may create information asymmetry when the condition of the vehicle is not fully disclosed to prospective buyers. This study aims to analyze the implementation of Sharia Compliance in the sale and purchase of accident-damaged used cars at Showroom JP Accesories, Bandung, based on the principles of transparency, honesty (ṣidq), and justice ('adl). This research employed an empirical juridical approach using a case study method. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation and analyzed using descriptive qualitative methods based on Islamic commercial law principles and DSN-MUI Fatwa Number 110/DSN-MUI/IX/2017 concerning Sale and Purchase Contracts. The findings indicate that the sales practices at Showroom JP Accesories generally comply with the principles of Sharia Compliance. Transparency is reflected in the disclosure of vehicle history and condition, honesty is demonstrated by the absence of tadlīs (fraudulent concealment), while justice is reflected in proportional pricing, opportunities for vehicle inspection before the contract, and post-sale warranties. The study concludes that transparency, honesty, and justice are the key factors in achieving Sharia-compliant practices in the sale and purchase of accident-damaged used cars.
Abstrak. Praktik jual beli mobil bekas kecelakaan berpotensi menimbulkan asimetri informasi apabila kondisi kendaraan tidak disampaikan secara terbuka kepada calon pembeli. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sharia compliance pada praktik jual beli mobil bekas kecelakaan di Showroom JP Accesories Kota Bandung berdasarkan prinsip transparansi, kejujuran (ṣidq), dan keadilan ('adl). Penelitian menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan prinsip fikih muamalah dan Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli di Showroom JP Accesories secara umum telah memenuhi prinsip sharia compliance. Transparansi diterapkan melalui penyampaian riwayat dan kondisi kendaraan, kejujuran ditunjukkan dengan tidak ditemukannya praktik tadlīs, sedangkan keadilan diwujudkan melalui penetapan harga yang proporsional, kesempatan pemeriksaan kendaraan sebelum akad, dan pemberian garansi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan transparansi, kejujuran, dan keadilan menjadi faktor utama dalam mewujudkan praktik jual beli mobil bekas kecelakaan yang sesuai dengan prinsip kepatuhan syariah.
References
Ahnan, M., Maghfur, M., & Lestari, D. (2024). Rekayasa Penilaian di Online Shop: Studi Perbandingan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif Indonesia. El Hisbah: Journal of Islamic Economic Law, 4(2), 129–140.
Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press.
Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli. DSN-MUI.
Fauzia, I. Y. (2014). Etika Bisnis Islam. Kencana.
Hidayat, E. (2020). Dampak Gharar terhadap Keabsahan Akad Muamalah Kontemporer. Jurnal Syarikah: Jurnal Ekonomi Islam, 6(2), 114–125. https://doi.org/10.30997/jsei.v6i2.2147
Hafid, A., Bahri, S., Marzuki, S. N., Muis, M., & Idayanti, R. (2024). The Application of Khiyar Principles to E-Commerce Transaction: The Islamic Economy Perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 8(1), 403–420. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i1.20890
Haryati, Y., Ibrahim, M. A., & Maulida, I. S. R. (2021). Pengaruh Etika Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan BAZNAS Kota Bandung. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 1(1), 59–62. https://doi.org/10.29313/jres.v1i2.197
Indriati, D. S. (2016). Penerapan Khiyar dalam Jual Beli. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah, 14(2). https://doi.org/10.30984/as.v2i2.220
Karim, A. (2007). Ekonomi Mikro Islami. Rajagrafindo Persada.
Karim, A. A., & Sahroni, O. (2015). Riba, Gharar, dan Kaidah-Kaidah Ekonomi Syariah: Analisis Fikih dan Ekonomi. Rajawali Pers.
Kusuma, A. D., Zanti, L., Azzahra, W. E., Ramadhani, W. A., & Wismanto, W. (2024). Gharar dalam Transaksi Ekonomi: Analisis Hukum Islam dan Implikasinya. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(6), 140–152. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i6.1413
Lubis, U. R., & Ismaulina, I. (2020). Tadlis dalam Bisnis Jual Beli Online Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Mahasiswa Ekonomi Syariah Febi IAIN Lhokseumawe). Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi, dan Perbankan, 4(2), 247–256.
Rasyid, H. D. (2020). Concept of Khiyar in Transaction in Islamic Law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 4(2), 361–378. https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.8148
Rohman, M. T., Rosidah, A., Sholatiah, L., & Muhris, A. (2025). Implementasi Hukum Jaminan dalam Akad Rahn Tasjliy di PT. Pegadaian Syariah: Analisis Ketidakwajiban APHT. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 23–30. https://doi.org/10.29313/jres.v5i1.6247
Sabiq, S. (1995). Fiqh Sunnah, Jilid 3 (terj. A. Qadir Hassan dkk). Darul Fikri.
Suhendi, H. (2014). Fiqih Muamalah. PT Raja Grafindo Persada.
Tika Noerhidayah, & Maman Surahman. (2024). Analisis Hukum Islam pada Denda Keterlambatan atas Piutang Kelompok terhadap Pembiayaan Perempuan Prasejahtera. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 45–50. https://doi.org/10.29313/jres.v4i1.3704
Yansyah, F., Karini, E., & Miswanto. (2026). Hak Khiyar dalam Jual Beli Mobil Bekas Perspektif Hukum Ekonomi Syariah: Studi pada Showroom Garasi 87 Bandar Lampung. I’THISOM: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.70412/its.v5i1.350