Analisis Implementasi Fatwa DSN-MUI Nomor 166/DSN-MUI/II/2-26 Tentang Kegiatan Usaha Bullion Berdasarkan Prinsif Syariah pada Produk Emas di Bank Syariah Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25190Keywords:
Fatwa DSN-MUI, Bullion, EmasAbstract
Abstract. Public interest in gold investment through Bank Syariah Indonesia (BSI) has increased because gold is considered a stable instrument for preserving wealth. This study examines the practice of using gold obtained through the Gold Installment financing product as collateral for the Gold Pawn product within the same bank, which raises questions regarding its compliance with DSN-MUI Fatwa Number 166 of 2026 on Sharia-Based Bullion Business Activities. The research aims to analyze the implementation of the fatwa in BSI’s gold products and to evaluate their operational mechanisms. A qualitative descriptive method was used, with data collected through interviews, observations, and documentation involving BSI officers and customers. The findings indicate that the Gold Installment, Gold Pawn, and Gold Savings products generally comply with Sharia principles through the proper application of murabahah, rahn, qardh, mu’nah, and wadiah yad dhamanah contracts. The study also shows that gold financed through the Gold Installment product may be used as collateral for the Gold Pawn product as long as ownership is legally established and the transaction remains free from riba, gharar, and maisir. Overall, these mechanisms support transparent, practical, and Sharia-compliant bullion business activities.
Abstrak. Tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas melalui produk Bank Syariah Indonesia (BSI) menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi yang diminati. Penelitian ini berangkat dari adanya praktik penggunaan emas yang berasal dari pembiayaan Cicil Emas sebagai jaminan pada produk Gadai Emas di bank yang sama, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 166 Tahun 2026 tentang Kegiatan Usaha Bullion Berdasarkan Prinsip Syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi fatwa tersebut serta mekanisme operasional produk emas di BSI. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Fatwa DSN-MUI Nomor 166 Tahun 2026 pada produk Cicil Emas, Gadai Emas, dan Tabungan Emas secara umum telah sesuai dengan prinsip syariah melalui penerapan akad murabahah, rahn, qardh, mu’nah, dan wadiah yad dhamanah yang dilakukan secara jelas dan transparan. Praktik penggunaan emas sebagai jaminan Gadai Emas diperbolehkan sepanjang kepemilikannya telah sah, tidak mengandung unsur riba, gharar, maupun maisir, serta tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian syariah. Dengan demikian, implementasi fatwa tersebut mendukung kepastian hukum, keadilan, dan kemaslahatan dalam penyelenggaraan kegiatan usaha bullion di BSI.
References
Abdul Rahman al-Jaziri. Kitab al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah. Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2021.
Adiwarman A. Karim. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers, 2022.
Al Arif, M. Nur Rianto. Lembaga Keuangan Syariah: Suatu Kajian Teoretis Praktis. Bandung: Pustaka Setia, 2021.
Antonio, Muhammad Syafii. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani, 2021.
Bank Indonesia. Blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2025–2029. Jakarta: Bank Indonesia, 2024.
Badan Pusat Statistik. Statistik Kesejahteraan Rakyat 2024. Jakarta: BPS, 2024
Budi Setiadi, Nurhasanah, N., & Sulistiani, S. L. (2021). Perbandingan Efektivitas Penghimpunan Dana Wakaf Melalui Uang Berbasis Online di Global Wakaf dan Dompet Dhuafa. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 1(1), 34–38. https://doi.org/10.29313/jres.v1i1.97
Chapra, M. Umer. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: Islamic Foundation, 2021.
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Fatwa DSN-MUI Nomor 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual Beli Emas secara Tidak Tunai. Jakarta: DSN-MUI, 2021.
Fatwa DSN-MUI Nomor 166/DSN-MUI/II/2026 tentang Kegiatan Usaha Bullion Berdasarkan Prinsip Syariah. Jakarta: DSN-MUI, 2026.
Fahrurrozi, M. H., Febriadi, S. R., & Irwansyah, S. (2021). fikih muamalah akad bai’terhadap praktik jual beli mystery box di situs tokopedia. Prosiding hukum ekonomi syariah, 7(1), 108-112.
Fikriani, F., & Permana, I. (2022). Tinjauan Fikih Muamalah dan Peraturan Daerah terhadap Penggunaan Tanah Hak Milik Pemerintah. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 137–146. https://doi.org/10.29313/jres.v2i2.1402
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2022.
Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2024. Jakarta: OJK, 2024.
London Bullion Market Association. Global Precious Metals Market Report. London: LBMA, 2022.
Oni Sahroni, dan Hasanuddin. Fikih Muamalah Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers, 2021.
Otoritas Jasa Keuangan. Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2023. Jakarta: OJK, 2023.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Laporan Tahunan Bank Syariah Indonesia 2024. Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk., 2024.
Rizkia Putri Firdhausya, & Redi Hadiyanto. (2022). Analisis Konsep Gadai dalam Fikih Muamalah di Desa Mekarmukti Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 7–16. https://doi.org/10.29313/jres.v2i1.636
Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020–2025. Jakarta: OJK, 2021.
Rusydiana, Aam Slamet, dan Abrista Devi. “Development of Islamic Banking in Indonesia.” Journal of Islamic Monetary Economics and Finance 8, no. 3 (2022): 311–326.