Analisis Fatwa DSN-MUI No.25/III/DSN-MUI/2002 tentang Rahn terhadap Mekanisme Penentuan Tarif Ujrah pada produk Rahn emas di BMT Amanah Bersama
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25120Keywords:
Rahn, Ujrah, Fatwa DSN-MUIAbstract
Abstract. The gold rahn product is an Islamic financing service that provides loans with gold as collateral and charges ujrah as a fee for the maintenance and storage of the pledged items. The determination of ujrah must refer to DSN-MUI Fatwa No. 25/DSN-MUI/III/2002, which states that maintenance and storage costs of the marhun should not be based on the loan amount. This study aims to understand the mechanism for determining ujrah rates in gold rahn products at BMT Amanah Bersama and to analyze its compliance with the fatwa. The study uses a qualitative approach with field research and normative-legal methods. Data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the ujrah rate is determined based on the estimated value of the gold used as collateral, not based on the amount of financing the customer receives.
Abstrak. Produk rahn emas merupakan layanan pembiayaan syariah yang memberikan pinjaman dengan jaminan emas serta mengenakan ujrah sebagai imbalan atas jasa pemeliharaan dan penyimpanan barang jaminan. Penetapan ujrah harus mengacu pada Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 yang menegaskan bahwa biaya pemeliharaan dan penyimpanan marhun tidak boleh didasarkan pada jumlah pinjaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme penentuan tarif ujrah pada produk rahn emas di BMT Amanah Bersama serta menganalisis kesesuaiannya dengan fatwa tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan metode normatif-yuridis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif ujrah ditentukan berdasarkan nilai taksiran emas yang dijadikan jaminan, bukan berdasarkan jumlah pembiayaan yang diterima nasabah. Besaran pembiayaan diberikan sekitar 80% dari nilai taksiran emas, sedangkan ujrah sebesar 1,5% per 30 hari dihitung sesuai lama penyimpanan barang jaminan. Mekanisme tersebut secara formal telah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 karena ujrah didasarkan pada nilai jaminan. Namun, masih terdapat keterkaitan tidak langsung antara nilai taksiran dan besaran pembiayaan serta perlunya peningkatan edukasi dan transparansi kepada nasabah mengenai mekanisme penetapan ujrah.
References
Akmal, A. N., Nurtajuddin, A. N., Supandi, R. A., & Al Hakim, M. A. (2025). Fenomena Cashback dalam E-Commerce: Analisis Akad Hibah bi Syarth dalam Perspektif Fuqaha. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 141–152. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8523
Alexander, O., Fauzi, M., & Yani, A. (2023). Konsep Rahn ( Gadai ) Dalam Islam Dan Peraturan Perundang-Undangan Indonesia Kajian Fikih Muamalah. 2(1), 41–54.
Annisa Iskandar, & Zaini Abdul Malik. (2022). Tinjauan Jual Beli Sneakers dalam Islam Menggunakan Sistem Raffle (Undian) di Hoops Indonesia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 23–32. https://doi.org/10.29313/jres.v2i1.730
Aulia Nisma, U. H. (2024). HUKUM PENETAPAN BIAYA PENYIMPANAN EMAS DALAM AKAD RAHNPERSPEKTIF FATWA DSN-MUI NOMOR. 25/III/2002. 8(1), 122–135.
Azzahra, E. H., & Rohmayanti, S. A. A. (2025). Analisis Pengembangan Produk Tabungan Emas Syarah Pada Pegadaian Syariah Di Indonesia. Jma), 3(11), 3031–5220.
BIMA ADITIA WIJAYA. (2017). Rahn Atau Gadai. Academia.Edu, 1–15.
Desy, A., Rianti, M., Hikmah, S. F., Ujrah, P., & Islam, E. (2021). Analisis Penetapan Ujrah Menurut Ekonomi Islam Studi Kasus BMT UGT Sidogiri Glenmore. 1(2), 182–193.
Fatwa DSN MUI No.25/DSN-MUI/III/2002. (2002). Fatwa DSN MUI No.25/DSN-MUI/III/2002.
Hafid Hudzaefi, Udin Saripudin, & Liza Dzulhijjah. (2023). Analisis Fikih Muamalah dan UU terkait Nilai Hak Cipta sebagai Objek Jaminan Fidusia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 119–126. https://doi.org/10.29313/jres.v3i2.2815
Hardiati, N., Fitriani, & Nugroho, W. (2024). Pendapat Ulama tentang Implementasi Akad Qard dan Akad Rahn dalam Perekonomian Islam. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(July), 10.
Hilma Maudi, Hazki Ziadatur Rizki, & Lina Marlina. (2025). Konsep Keadilan Harga Dalam Pemikiran Ibnu Taimiyyah Dan Relevansinya Terhadap Mekanisme Pasar Modern. Iqtishodiah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 7(1), 20–26. https://doi.org/10.62490/iqtishodiah.v7i1.1142
Larasati, K. N. A. (2022). Perkembangan Konsep Rahn dalam Konsep Gadai. Institut Agama Islam Negri Pekalongan, IV.
Maulida, B. N., & Hanifiyyah, M. (2026). Analisis Gadai Emas ( Rahn Emas ) Dalam Perspektif Ekonomi Islam Analysis of Gold Pawn ( Rahn Emas ) from an Islamic Economic Perspective. 14559–14571.
Mudjia Rahardjo, Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif (Malang: UIN Malang Press, 2019), hlm. 41. (2019). No Title. Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif.
Purbasari, I., & Rahayu, S. (2017). Analisis Penerapan Akad Rahn (Gadai) dan Pengenaan Biaya Administrasi Rahn di Pegadaian Syariah (Studi Empiris di Kantor Cabang Pegadaian Syariah Pamekasan). Jurnal Hukum Ekonomi Islam, 1(1), 144–170.
Rustan, R. A. (2024). Analisis Penetapan Biaya Penyimpanan Pada Rahn Emas Di Pegadaian Syariah Pangkajene Kabupaten Sidrap. 1–38.
Sakirah Sakirah, Wahyuni Wahyuni, Andi Oddang, & Sitti Nikmah Marzuki. (2025). Tinjauan Ekonomi Islam pada Implementasi Gadai Emas di Pegadaian Syariah. Journal of Islamic Economics and Finance, 3(1), 51–63. https://doi.org/10.59841/jureksi.v3i1.2189
Sugiyono. (2023). Pengaruh Biaya Ujrah Terhadap Keputusan Nasabah Pada Produk Gadai Emas (Rahn) PT. Pegadaian Persero Cabang Syariah. Mirza Astia Amri*, Yusnita**, Melva Ardana, 1(1), 53–62.
Tahir, N. P. (2023). Skripsi analisis implementasi fatwa dsn mui pada produk gadai (rahn) emas di pegadaian syariah kcp sidenreng rappang.