Keabsahan Akad Endorsement Intagram: Kajian Ijarah dan Pasal 1320 KUHPerdata
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25061Keywords:
Endorsement, ijarah, Pasal 1320 KUHPerdataAbstract
Abstract. The rapid growth of social media, particularly Instagram, has produced a new digital-marketing phenomenon in the form of endorsement services offered by influencers, most of which are arranged informally without written agreements, raising legal issues concerning contract validity, object clarity, and certainty of compensation. This study analyzes the endorsement practice of the Instagram account @selebgram_X from the perspective of fiqh muamalah, particularly the ijarah contract, and from the perspective of Article 1320 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata), then compares the conformity between both perspectives. A qualitative descriptive-analytical case-study method was used, with data obtained through in-depth interviews with the account owner, content observation, and documentation of the rate card and Terms and Conditions. The findings show the practice is partially compliant with both legal systems: the pillars of ijarah are substantively fulfilled, yet conditions such as content display duration, halal verification of skincare products, and formal valuation of bartered ujrah remain unmet. The subjective requirements of Article 1320 are met, while the objective requirements need improvement. Both systems are complementary, converging on clarity, voluntariness, and fairness, and harmonization can be pursued through more comprehensive written agreements and consistent disclosure of paid content.
Abstrak. Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, melahirkan fenomena baru dalam pemasaran digital berupa praktik jasa endorsement oleh influencer yang umumnya dilakukan secara informal tanpa perjanjian tertulis, sehingga menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan akad, kejelasan objek, dan kepastian kompensasi. Penelitian ini menganalisis praktik endorsement pada akun Instagram @selebgram_X dari perspektif fikih muamalah, khususnya akad ijarah, serta dari perspektif Pasal 1320 KUHPerdata, kemudian mengomparasikan kesesuaian kedua perspektif tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analisis dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik akun, observasi konten, serta dokumentasi rate card dan Terms and Conditions (TNC). Hasil penelitian menunjukkan praktik endorsement @selebgram_X bersifat partially compliant terhadap kedua sistem hukum. Rukun ijarah terpenuhi secara substantif, namun sejumlah syarat seperti durasi tayang konten, verifikasi kehalalan produk skincare, dan penyetaraan nilai ujrah barter belum terpenuhi optimal sehingga berpotensi menimbulkan gharar. Dari perspektif KUHPerdata, syarat subjektif terpenuhi, sedangkan syarat objektif, terutama kejelasan objek perjanjian, memerlukan penyempurnaan. Kedua sistem hukum terbukti bersifat komplementer, sama-sama menghendaki kejelasan, kesukarelaan, dan keadilan, sehingga harmonisasi dapat ditempuh melalui penyusunan perjanjian tertulis yang lebih komprehensif dan penerapan disclosure konten berbayar secara konsisten.
References
Adam, P. (2018). Fikih Muamalah Adabiyah (Anna, Ed.; 1st ed.). PT Refika Aditama.
Auli, R. C. (2023). Asas-asas dalam Pasal 1338 KUH Perdata.
Aurelia, B. O. (2025). 4 Syarat Sah Perjanjian dan Akibatnya Jika Tak Terpenuhi. https://www.hukumonline.com/klinik/a/4-syarat-sah-perjanjian-dan-akibatnya-jika-tak-dipenuhi-cl4141/
Ayuningtyas, F. N. (2022). Strategi Promosi Endorsement oleh Digital Influencer dalam Etika Bisnis Islam. Jurnal Ekonomika Dan Bisnis Islam, 4(3), 160–173. https://doi.org/10.26740/jekobi.v4n3.p160-173
Berliantha, B., Shavira, A., Fasya, I., & Rhakasiwi, G. (2022). PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM INFLUENCER YANG MELANGGAR TATA CARA PERIKLANAN DALAM MELAKUKAN ENDORSEMENT. IBLAM LAW REVIEW, 2, 45–55. https://doi.org/10.52249/ilr.v2i3.92
Dźwigoł, H., & Barosz, P. (2020). OBSERVATION AS A RESEARCH METHOD IN SOCIAL SCIENCE. (148).
Fadlurohman, R., & Mufidi, M. F. (2012). Wanprestasi atas Perjanjian Jasa Promosi oleh Influencer pada Media Sosial Ditinjau dari Perspektif KUH Perdata. 784–790.
Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia No: 112/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Ijarah, Pub. L. 112 (2017).
Gunariah, F., Al Hakim, S., Jubaedah, D., Apriani, T., & Fadhlya Hidayatunnisa, N. (2024). Perbandingan Fikih Tentang Gharar. Rayah Al-Islam, 8(1), 161–174. https://doi.org/10.37274/rais.v8i1.922
Hadiyan Achfas, M. (2024). Ulasan Singkat Tinjauan Yuridis Pendayagunaan Kekurangan Syarat Subyektif Dan Obyektif Dalam Pembatalan Perjanjian The Brief And The Juridical Review Of The Use Of The Lack Subjective And Objective Terms In The Cancellation Of Agreement Article Info Abstr. Jurnal Hukum Mimbar Justitia (JHMJ), 10(2), 2477–5681.
Haki, U., Prahastiwi, E. D., & Selatan, U. T. (2024). Strategi Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif Pendidikan. Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pendidikan, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.46306/jurinotep.v3i1.67
Hasna, N., & Yunita, A. (2025). Tanggung Jawab Influencer dalam Iklan Endorsement: Perspektif Perlindungan Hukum Konsumen. Media of Law and Sharia, 6(4), 359–377. https://doi.org/10.18196/mls.v6i4.441
Irnando, K., & Irwansyah, I. (2021). Presentasi diri influencer dalam product endorsement di instagram. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 5(2), 509–532. https://doi.org/10.25139/jsk.v5i2.2649
Muhammad Irkham Firdaus. (2023). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jasa Endorser di Media Sosial. At-Tasyri’: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 3(2), 35–46. https://doi.org/10.55380/tasyri.v3i2.403
Nadianti, N. A., & Anshori, A. R. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli dengan Sistem Cashback di Tokopedia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 27–34. https://doi.org/10.29313/jres.v3i1.1738
Noviyanti Ramdhani, Panji Adam Agus Putra, & Ira Siti Rohmah Maulida. (2023). Analisis Fatwa DSN-MUI tentang Akad Ijarah terhadap Praktik Jasa Endorsement. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 83–90. https://doi.org/10.29313/jres.v3i2.2789
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). BERAKHIRNYA PERJANJIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA. 2(2), 306–312.
Rohman, M. T., Rosidah, A., Sholatiah, L., & Muhris, A. (2025). Implementasi Hukum Jaminan dalam Akad Rahn Tasjliy di PT. Pegadaian Syariah: Analisis Ketidakwajiban APHT. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 23–30. https://doi.org/10.29313/jres.v5i1.6247
Rosaliza, M. (2015). WAWANCARA, SEBUAH INTERAKSI KOMUNIKASI DALAM PENELITIAN KUALITATIF. Jurnal Ilmu Budaya, 11, 71–79. https://doi.org/10.31849/jib.v11i2.1099
Rosário, A., Lopes, P., & Rosario, F. (2023). Influencer Marketing in the Digital Ecosystem (pp. 132–166). https://doi.org/10.4018/978-1-6684-8898-0.ch009
Suryaningsih, S., Rojak, E., & Himayasari, N. (2023). Analisis Fiqh Muamalah dan Pasal 1320 Kuhperdata terhadap Perjanjian Endorsement Melalui Direct Message. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 91–98. https://doi.org/10.29313/jres.v3i2.2790
Syaripudin, E. I., & Laili Ahad, T. (2022). Analisis Hukum Islam tentang Akad Endorsement. Jurnal Hukum Ekonomi
Syariah (JHESY), 1(1), 82–92. https://doi.org/10.37968/jhesy.v1i1.119
Wahbah Az-Zuhaili. (1985). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz V). Dar al-Fikr.