Kesadaran Syariah terhadap Penggunaan PayLater pada Mahasiswa UIN Bandung dan UNISBA
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.25054Keywords:
PayLater, Kesadaran Syariah, RibaAbstract
Abstract. The rapid growth of PayLater services in Indonesia's e-commerce industry raises concern from the perspective of Islamic economic law, especially among students of Islamic universities who have already studied the concepts of riba and gharar in their curriculum. This gap between religious knowledge and daily financial behavior becomes the main issue of this research. This study aims to analyze the level of Sharia awareness among students of two Islamic universities in Bandung, namely UIN Bandung and UNISBA, regarding PayLater services, and to identify the patterns and factors influencing their decision to use it. A descriptive qualitative method was used, with semi structured interviews conducted on ten students who have used PayLater, and the data were processed using the Miles and Huberman interactive model. The result shows that students' Sharia awareness is fragmented into three patterns, namely critical awareness, ambiguous awareness, and unawareness, with the ambiguous pattern through the "pay on time" strategy being the most dominant among informants. Understanding of gharar is found much weaker than understanding of riba, shown by the habit of not reading terms and conditions before activating the service. The decision to use PayLater is mostly driven by ease of access, promotion, and urgent needs, rather than Sharia consideration. This condition reflects a fragmented Sharia awareness, where students' normative knowledge does not consistently align with what they actually practice in daily financial transactions.
Abstrak. Pertumbuhan layanan PayLater yang begitu cepat di industri e-commerce Indonesia menimbulkan kekhawatiran tersendiri jika ditinjau dari sudut pandang hukum ekonomi syariah, terutama di kalangan mahasiswa perguruan tinggi Islam yang sebenarnya sudah mempelajari konsep riba dan gharar dalam perkuliahan. Kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik keuangan sehari-hari inilah yang menjadi persoalan utama penelitian ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesadaran prinsip syariah mahasiswa UIN Bandung dan UNISBA terhadap layanan PayLater, sekaligus mengidentifikasi pola dan faktor yang memengaruhi keputusan penggunaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh mahasiswa pengguna PayLater, yang datanya diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kesadaran syariah mahasiswa terbagi ke dalam tiga pola, yaitu kesadaran kritis, kesadaran ambigu, dan ketidaksadaran, dengan pola ambigu melalui strategi "bayar tepat waktu" menjadi pola yang paling banyak ditemukan pada informan. Pemahaman tentang gharar terbukti jauh lebih lemah dibanding pemahaman tentang riba, terlihat dari kebiasaan tidak membaca syarat dan ketentuan sebelum mengaktifkan layanan. Keputusan menggunakan PayLater lebih banyak didorong oleh kemudahan akses, promo, dan kebutuhan mendesak, dibanding pertimbangan syariah. Kondisi ini mencerminkan kesadaran syariah yang terfragmentasi, di mana pengetahuan normatif mahasiswa tidak selalu selaras dengan apa yang benar-benar mereka praktikkan dalam transaksi keuangan sehari-hari.
References
Affero, M. I., & Mustofa, I. (2024). Dinamika Konsep Gharar dalam Transaksi Keuangan Perspektif Ulama Fikih Klasik. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 5(5), 477–497. https://doi.org/10.15642/mal.v5i5.383
Ajidin, Z. A., & Kuswanjono, A. (2025). Epistemologi Mulla Sadra dan Relevansinya dalam Pengilmuan Ekonomi Islam. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 173–182. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8000
Al-Sheikh, DR. A. bin M. bin A. bin I. (2003). Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1. Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
A’mala, A. K., Wijaya, C. R., Tussa’adah, F., Khikmah, P. L., & Khoiriawati, N. (2024). Aspek Syariah Dalam Paylater Online: Analisis Dari Sudut Pandang Ekonomi Islam. Paraduta : Jurnal Ekonomi Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 2(2), 39–45. https://doi.org/10.56630/paraduta.v2i2.624
Amarta, P. C., & Nisa, F. L. (2024). Pandangan Proses Transaksi PayLater Terhadap Perilaku Konsumtif Dalam Prespektif Ekonomi Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Bisnis Dan Akuntansi, 1(2), 152–162. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jemba.v1i2.115
Budiantoro, R., Sasmita, R. N., Widiastuti, T., Pascasarjana, S., & Airlangga, U. (2018). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam , 4 ( 01 ), 2018 , 1-13 Sistem Ekonomi ( Islam ) dan Pelarangan Riba dalam Perspektif Historis. JurnalIlmiahEkonomiIslam, 4(01), 1–13.
Candrawati, I., & Robbani, S. (2025). Understanding the 7 Key Prohibitions in Islamic Trade Practices. Profit : Jurnal Kajian Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 9(1), 43–53. https://doi.org/10.33650/profit.v9i1.10642
Ingratubun, Dr. H. M. H., & Ingratubun, Dr. H. B. S. (2024). PENGANTAR EKONOMI SYARIAH. READS MEDIA INDONESIA.
Ista, A., Ahmadul, R. M., Taqiyuddin, A. Muh., Yakub, & Ista, N. A. (2024). Riba, Gharar, Dan Maysirdalam Sistem Ekonomi. Jurnal Tana Mana, 4(3).
Katterbauer, K., Syed, H., Genc, S. Y., & Cleenewerck, L. (2023). Ai Driven Islamic Buy Now Pay Later (Bnpl) – a Legal Analysis. Journal of Management and Islamic Finance, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.22515/jmif.v3i1.6671
Najiha Azzahra, Merli Anggelia, Laily Sartika, Ratih Kumala Sari, & Wismanto Wismanto. (2024). Prinsip-Prinsip Muamalah dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Mahasiswa Kreatif, 3(1), 29–39. https://doi.org/10.59581/jmk-widyakarya.v3i1.4419
Pratika, Y., Salahudin, S., Riyanto, D. W. U., & Ambarwati, T. (2021). Analysis of Pay Later Payment System on Online Shopping in Indonesia. Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura, 23(3), 329–339. https://doi.org/10.14414/jebav.v23i3.2343
RI, K. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya (Edisi Penyempurnaan 2019).
Saifuddin, & Febrianti, E. W. (2025). Gharar Dalam Transaksi Online : Analisis Akad Jual Beli Pada Marketplace Digital. Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT), 4(2), 178–184.
Setiawati, S. (n.d.). Utang Pinjol Menggunung, Gen Z & Milenial Paling. CNBC Indonesia. Retrieved July 31, 2026, from https://www.cnbcindonesia.com/research/20241104062333-128-585270/utang-pinjol-menggunung-gen-z-milenial-paling-demen-ngutang
Siti Fauziah Azis, Busmar, A. A., & Zaeni, M. R. (2025). TikTok PayLater dan Praktik Riba: Kajian Hukum Islam atas Mekanisme Pembiayaan Digital. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 55–62. https://doi.org/10.29313/jres.v5i1.5841
Tika Noerhidayah, & Maman Surahman. (2024). Analisis Hukum Islam pada Denda Keterlambatan atas Piutang Kelompok terhadap Pembiayaan Perempuan Prasejahtera. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 45–50. https://doi.org/10.29313/jres.v4i1.3704
Utari, P. H. (n.d.). Pengguna Paylater di Indonesia 13,4 Juta Orang, Jawa Barat Terbanyak. Retrieved March 31, 2026, from https://finansial.bisnis.com/read/20240307/563/1747467/pengguna-paylater-di-indonesia-134-juta-orang-jawa-barat-terbanyak
Utomo, F. W., Nastiti, A. S., Akbar, H., & Arghani, T. A. (2025). PayLater Antara Kemudahan Digital Ekonomi dan Jebakan Masyarakat yang Hidup di Era Society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Ilmu-Ilmu Sosial, Dan Hukum(SENPISHUM), 1–12.
Yonatan, A. Z. (n.d.). Pengguna PayLater Indonesia Tumbuh 17 Kali Lipat dalam 5 Tahun Terakhir. Retrieved March 31, 2026, from https://goodstats.id/article/pengguna-paylater-indonesia-tumbuh-17-kali-lipat-dalam-5-tahun-terakhir-355VL
Zhanaty, N. A. (2025). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik PayLater: Perspektif Riba Dalam Keuangan Digital. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 14(4), 1–10. https://doi.org/https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/6652