Analisis Maqashid Syariah dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen terhadap Penjualan TCM di Marketplace

Authors

  • Siti Zahra Rahmawani Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Sandy Rizki Febriadi Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Iwan Permana Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.24981

Keywords:

Maqashid Syariah, Perlindungan Konsumen, Obat Tradisional Cina

Abstract

Abstract. The rapid growth of digital marketplaces has accelerated the circulation of imported Traditional Chinese Medicine (TCM) products in Indonesia, often accompanied by exaggerated health claims (overclaims), a lack of ingredient transparency, and unclear BPOM authorization and halal-certification status, which may harm consumers, particularly Muslim consumers, both financially and healthwise. This study examines the practice of selling TCM products in online marketplaces and analyzes it from the perspective of three core Maqashid Shariah principles (hifz al-nafs, hifz al-maal, and hifz al-din) and Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection. The research uses a normative-empirical juridical approach with a descriptive-analytical qualitative method. Data were collected through library research, non-participant observation on Shopee and Tokopedia, semi-structured interviews with an MUI representative, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman model. Findings show that TCM products on both platforms frequently carry unsubstantiated health claims, some lack valid BPOM authorization, and none hold official halal certification from BPJPH. Such practices contradict hifz al-nafs, hifz al-maal, and hifz al-din, while violating consumer rights and business obligations under the Consumer Protection Law. This study recommends strengthening digital oversight by BPOM and BPJPH and increasing consumer diligence in verifying TCM legality before purchase.

Abstrak. Pesatnya pertumbuhan marketplace digital turut mendorong peredaran produk Traditional Chinese Medicine (TCM) impor di Indonesia, yang kerap disertai klaim kesehatan berlebihan (overclaim), minimnya keterbukaan komposisi, serta ketidakjelasan status izin edar BPOM dan sertifikasi halal, yang berpotensi merugikan konsumen, khususnya konsumen Muslim, baik secara materiil maupun kesehatan. Penelitian ini mengkaji praktik penjualan produk TCM di marketplace serta menganalisisnya dari perspektif tiga prinsip pokok Maqashid Syariah (hifz al-nafs, hifz al-maal, dan hifz al-din) serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif-empiris dengan metode kualitatif deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi non-partisipan pada Shopee dan Tokopedia, wawancara semi-terstruktur dengan narasumber MUI, serta dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk TCM di kedua marketplace tersebut kerap mencantumkan klaim kesehatan tanpa bukti ilmiah, sebagian tidak memiliki NIE BPOM yang valid, dan tidak satu pun bersertifikat halal dari BPJPH. Praktik ini bertentangan dengan prinsip hifz al-nafs, hifz al-maal, dan hifz al-din, sekaligus melanggar hak konsumen dan kewajiban pelaku usaha dalam UUPK. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan digital oleh BPOM dan BPJPH serta peningkatan kehati-hatian konsumen dalam memverifikasi legalitas produk TCM sebelum membeli.

References

Ajidin, Z. A., & Kuswanjono, A. (2025). Epistemologi Mulla Sadra dan Relevansinya dalam Pengilmuan Ekonomi Islam. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 173–182. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8000

Alamin, Z., Missouri, R., Sutriawan, S., Fathir, F., & Khairunnas, K. (2023). Perkembangan e-commerce: Analisis dominasi Shopee sebagai primadona marketplace di Indonesia. J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah), 6(2), 120–131. https://doi.org/10.52266/jesa.v6i2.2484

Antonio, M. S. (2022). Maqashid syariah dalam ekonomi Islam. Gema Insani.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2025). Laporan tahunan pengawasan obat tradisional 2024. BPOM.

DataReportal. (2026, Februari). Digital 2026: Indonesia. DataReportal.

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli.

Febriadi, S. R. (2017). Aplikasi maqashid syariah dalam bidang perbankan syariah. Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 1(2), 231–245.

Grand View Research. (2026). Traditional Chinese medicine market size, share & trends analysis report. https://www.grandviewresearch.com/industry-analysis/traditional- chinese-medicine-market

Ihwanudin, N. (2026, 22 Juni). Wawancara pribadi (Anggota Bidang Pendidikan dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung). Bandung.

Julianti, F., & Zakiran, A. H. (2025). Pertanggungjawaban terhadap obat tradisional tanpa izin edar yang dijual secara online melalui e-commerce berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999. Bandung Conference Series: Law Studies, 5(1), 293–300. https://doi.org/10.29313/bcsls.v5i1.16036

Liu, J., Taufik, & Daud, S. (2025). Traditional Chinese Medicine in Indonesia: History and Contemporary Cooperation. Chinese Medicine and Culture, 8(4), 409–416. https://doi.org/10.1097/MC9.0000000000000158

Mutakin. (2025). Analisis SWOT terhadap Implementasi Fintech Syariah. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 183–190. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.7582

Nabita, R. T., & Satino. (2023). Perlindungan konsumen terkait praktik pemasaran yang menyesatkan melalui media digital di Indonesia (Studi UU No. 8 Tahun 1999). Jurnal Interpretasi Hukum, 5(3), 1171–1180.

Nilfatri, N., Syukri, A., & Ramlah, R. (2025). Implementation of Law Number 8 of 1999 on consumer protection in online buying and selling practices: A Maqashid Shariah perspective. Journal of Law, Politic and Humanities, 6(1), 8–18. https://doi.org/10.38035/jlph.v6i1.2414

Puad, N. A. M., & Hamdi, A. S. (2025). Maqasid shariah and consumer protection in e- commerce: Strengthening legal safeguards in Indonesia's digital economy. International Journal of Islamic Economics and Finance Research(1), 64–75. https://doi.org/10.53840/ijiefer222

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Republik Indonesia. (2024). Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Windari, W., Nizar, M., & Iltiham, M. F. (2025). Menggali Potensi Keterlibatan Masyarakat di Masjid Merah (Moekhlas Sidik) Pandaan untuk Pemberdayaan yang Efektif. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 83–92. https://doi.org/10.29313/jres.v5i1.6969

Witro, D., Nurjaman, M. I., Ayu, D., & Al-Rasyid, C. S. (2022). Kontestasi marketplace di Indonesia pada era pandemi: Analisis strategi promosi Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan Blibli dalam pemulihan ekonomi nasional. OIKONOMIKA: Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah, 2(2), 35–37. https://doi.org/10.53491/oikonomika.v2i2.178

Downloads

Published

2026-08-02