Konfirmasi Bertahap dalam Custom Order Produk Handmade Tinjauan Akad Istishna’
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.24970Keywords:
Akad Istishna’, Konfirmasi Bertahap, Custom OrderAbstract
Abstract. The rapid growth of digital commerce on social media has given rise to custom order transactions for handmade products, particularly on Instagram. This study examines the staged confirmation mechanism implemented by a handmade product store (Store X) in managing custom orders and analyzes its compliance with istishna’ contract principles in Islamic jurisprudence. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with one seller and three buyers, alongside observation of transactions via Instagram. The findings reveal that the staged confirmation mechanism consists of four phases, namely ordering and specification, production progress delivery, confirmation and revision, and finalization. Four of the five analyzed aspects, namely contracting parties, manufactured goods, price, and offer-acceptance, have been fully fulfilled. Revisions made by buyers are categorized as accessory adjustments to technical details without altering the core contract object. This study concludes that the mechanism generally complies with istishna’ principles. Referring to Abu Yusuf’s opinion, the contract becomes binding (lazim) from the moment of offer and acceptance, with subsequent confirmations serving as reinforcement (ta’kid). Buyers who cancel after production has commenced without a valid sharia reason are obliged to compensate the seller for production costs incurred.
Abstrak. Pertumbuhan perdagangan digital di media sosial yang pesat telah mendorong munculnya transaksi custom order untuk produk handmade, khususnya melalui Instagram. Penelitian ini mengkaji mekanisme konfirmasi bertahap yang diterapkan oleh sebuah toko produk handmade (Toko X) dalam mengelola pesanan custom dan menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip akad istishna’ dalam fikih muamalah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu penjual dan tiga pembeli Toko X, serta observasi terhadap proses transaksi melalui Instagram. Temuan menunjukkan bahwa mekanisme konfirmasi bertahap terdiri dari empat fase, yaitu pemesanan dan spesifikasi, pengiriman progres produksi, konfirmasi dan revisi, serta finalisasi. Empat dari lima aspek yang dianalisis yaitu aqidain, masnu’, tsaman, dan sighat, telah terpenuhi secara penuh. Revisi yang diajukan pembeli tergolong penyesuaian aksesori pada detail teknis tanpa mengubah pokok objek akad. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme konfirmasi bertahap secara umum sesuai dengan prinsip akad istishna’. Dengan mengacu pada pendapat Abu Yusuf, akad telah bersifat mengikat (lazim) sejak ijab dan qabul terjadi, sementara konfirmasi selanjutnya berfungsi sebagai penguatan (ta’kid). Pembeli yang membatalkan setelah produksi berjalan tanpa alasan syar’i wajib mengganti biaya produksi yang telah dikeluarkan penjual.
References
Adam, P. (2019). Hukum Islam (Konsep, Filosofi, dan Metodologi) (K. Hasanah, Neneng Ahmad, Ed.; Cet. 1). Sinar Grafika.
Ajidin, Z. A., & Kuswanjono, A. (2025). Epistemologi Mulla Sadra dan Relevansinya dalam Pengilmuan Ekonomi Islam. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 173–182. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8000
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024.
Creswell, J. W. C. J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fadilla, N., Saleh, M., & Sinaga, A. (2024). Analisis Penggunaan Akad Istishna Pada Sistem Pre Order Dengan Study Kasus Pedagang Online Shop di Pangkalan Brandan. JEKSya Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah, 3(3), 294–306.
Febrianto, V., Clarissa, M., Karyaadi, A., Hudiyah, I. F., Rahmatillah, R. A., Andarini, S., & Kusumasari, I. R. (2025). Strategi Pengembangan dan Pemasaran Produk Aksesoris Handmade “ Manikara Beads ” Melalui Media Digital dan Segmentasi Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 17098–17106.
Khotimah, L. K., Angraini, Z. N., Nurfianti, A. I., & Kharisma, M. (2025). Implementasi Akuntansi Syariah Akad Istishna Pada System Pre Order Studi Kasus Jual Beli Online Marketplace Shopee. Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi, 1(4), 3521–3531. https://doi.org/doi.org/10.63822/featn165
Lestari, R. I., Suci, N. W., Amalia, E. M., & Islam, B. (2022). Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Yang Terlibat Dalam Transaksi Jual Beli Pada Media Sosial Instagram. Jurnal Analisis Hukum(JAH), 5(8), 189–202. https://doi.org/10.38043/jah.v5i2.3621
Majelis Ulama Indonesia. (2000). Fatwa DSN-MUI Nomor 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Istishna’. DSN-MUI.
Nadianti, N. A., & Anshori, A. R. (2023). Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli dengan Sistem Cashback di Tokopedia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 27–34. https://doi.org/10.29313/jres.v3i1.1738
Patahuddin, A., Dunia, J. P., & Mursyid, F. (2022). Kaidah al-Kitābah ka al-Khiṭāb dan Penerapannya dalam Fikih Muamalah. AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah Dan Ekonomi Islam, 2(1), 56–69. https://doi.org/10.36701/al-khiyar.v2i1.536
Siregar, H. S., & Khoerudin, K. (2019). Fikih Muamalah: Teori dan Implementasi (P. Latifah, Ed.; Cet. 1). PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2023a). Metode Penelitian Kualitatif (Cet. 6). PT. Alfabeta.
Sugiyono. (2023b). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Sutopo, Ed.; 2nd, Cet. 5 ed.). Alfabeta.
Syaichoni, A. (2023). Fikih Muamalah Konsep Dasar Transaksi Bisnis Islam (Cet. 1). Bintang Semesta Media.
Tania, F. D., & Purnamasari, P. (2025). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Produk Handmade Di Era Pasar Digital : Studi Kasus Pada Media Sosial Instagram @ Idekuhandmade. Jurnal Perubahan Ekonomi, 9(1), 152–158.
Tika Noerhidayah, & Maman Surahman. (2024). Analisis Hukum Islam pada Denda Keterlambatan atas Piutang Kelompok terhadap Pembiayaan Perempuan Prasejahtera. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 45–50. https://doi.org/10.29313/jres.v4i1.3704
Ulfah, I. F. (2025). Analisis Akad Istishna dalam Praktik Jual Beli Online. JMI: Jurnal Muamalat Indonesia, 5(1), 841–855. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26418/jmi.v5i2
Utami, I. P. (2022). Praktik Jual Beli Pre Order dengan Sistem Online. Al-Muamalat : Jurnal Ekonomi Syariah, 9(1), 20–28. https://doi.org/10.15575/am.v9i1.14045
Wahbah Az-Zuhaili. (2011a). Fiqh Islam Wa Adillatuhu Jilid 4 (Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk) (Cet. 1). Gema Insani.
Wahbah Az-Zuhaili. (2011b). Fiqih Islam Wa Adillatuhu Jilid 5 (Terj.Abdul Hayyie al-Kattani, dkk) (Cet. 1). Gema Insani.
Wardan, S. (2025). Dampak Kemajuan Teknologi Informasi dalam Transformasi Bisnis dan Ekonomi di Indonesia. Economica Insight, 2(1), 21–30. https://doi.org/https://doi.org/10.71094/ecoin.v2i1.200
We Are Social & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia