Tinjauan Maqashid Syariah dan UU No. 33 Tahun 2014 Tentang BPJPH terhadap Kewajiban Sertifikasi Halal pada Program Makan Bergizi Gratis di Kota Cimahi

Authors

  • Nasywa Nathani Salsabila Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Arif Rijal Anshori Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Ira Siti Rohmah Maulida Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i2.24899

Keywords:

Sertifikasi Halal, Makan Bergizi Gratis, Maqasid Syariah

Abstract

Abstract. This study analyzes the implementation of halal certification obligations in the Free Nutritious Meal Program (MBG) in Cimahi City based on the Halal Product Assurance Law. The MBG program as a strategic policy of the government aims to meet nutritional needs, but faces a gap in compliance. It is recorded that only 9 out of a total of 63 (14.3%) Nutrition Fulfillment Service Units (SPPG) in Cimahi have halal certificates as of April 2026. Through a juridical-normative and qualitative approach, data was explored from literature studies and interviews with SPPG managers, BPJPH authorities, and MUI. The results of the study revealed that the root of non-compliance was purely structural obstacles such as the delay of third-party documents and long laboratory queues, not the legal literacy crisis. From the perspective of Maqashid Sharia, this obligation is essential to fulfill hifdz al-din (eliminating syubhat), hifdz al-nafs (preventing the danger of pesticide residues), and hifdz al-mal (accountability of state funds). The transition policy in the form of postponing administrative sanctions until October 2026 is considered to be in line with the principle of siyasah syar'iyyah to accommodate the unpreparedness of the state's service infrastructure which is currently not fully adequate.

Abstrak. Penelitian ini menganalisis implementasi kewajiban sertifikasi halal pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cimahi berdasarkan Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Program MBG sebagai kebijakan strategis pemerintah bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, namun menghadapi kesenjangan kepatuhan. Tercatat hanya 9 dari total 63 (14,3%) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi yang mengantongi sertifikat halal per April 2026. Melalui pendekatan yuridis-normatif dan kualitatif, data digali dari studi literatur serta wawancara pengelola SPPG, otoritas BPJPH, dan MUI. Hasil penelitian mengungkap bahwa akar ketidakpatuhan murni hambatan struktural seperti kelambatan dokumen pihak ketiga dan panjangnya antrean laboratorium, bukan krisis literasi hukum. Dalam perspektif Maqashid Syariah, kewajiban ini sangat esensial guna memenuhi hifdz al-din (menghilangkan syubhat), hifdz al-nafs (mencegah bahaya residu pestisida), serta hifdz al-mal (akuntabilitas dana negara). Kebijakan transisi berupa penundaan sanksi administratif hingga bulan Oktober 2026 dinilai sejalan dengan prinsip siyasah syar'iyyah untuk mengakomodasi ketidaksiapan infrastruktur pelayanan negara yang saat ini belum sepenuhnya memadai.

References

Ajidin, Z. A., & Kuswanjono, A. (2025). Epistemologi Mulla Sadra dan Relevansinya dalam Pengilmuan Ekonomi Islam. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 173–182. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8000

Amar Al Fawzan. (2026). Skema sertifikasi halal SPPG.

Arif Iman. (2026). Hambatan Ketika pengajuan sertifikasi halal.

Arifin, B. (2026). Mengungkap Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ayu Widyaningsih, D. A. W. (2023). Halal Certification from the Perspective of Maqashid Syariah. Falah Journal of Sharia Economic Law, 4(1), 61–72.

Faisol, A. (2025). Sertifikasi Halal Bagi UMKM di Indonesia: Kesenjangan Das Sollen dan Das Sein Pasca Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Ilmu Syari ’ Ah Dan Hukum, 02(01), 65–82.

Mawardi, I. A. (2020). Al-Ahkam As-Sulthaniyyah: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam. Darul Falah.

Mertokusumo, S. (2019). Mengenal Hukum Suatu Pengantar, Cet. In Ke-4,(Liberty, Yogyakarta, 2008). cvmaha karya pustaka.

Muhyidin, A., & Syarofi, M. (2026). Relevansi Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) di Indonesia dengan Prinsip Maqashid Syariah : Hifz al-Nafs. Journal of Innovative and Creativity Journal, 6(1), 5214–5220.

Mulyati, S., Abubakar, A., & Hadade, H. (2023). Makanan Halal dan Tayyib dalam Perspektif Al-Quran. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 23–33.

Mutakin. (2025). Analisis SWOT terhadap Implementasi Fintech Syariah. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 183–190. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.7582

Nur Azizah, B. (2024). Tinjauan Maqasid Syariah Terhadap Tantangan Sertifikasi Halal Self Declare Di Indonesia. Syaddudz Dzaria’ah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, I(1), 18–25.

Nurul Hikmah, Ainun Fadillah, Siti Mukti Intan, & Mahmud Yunus. (2025). Tantangan Sertifikasi Halal pada UMKM di Indonesia: Studi Kualitatif terhadap Aspek Sosialisasi, Biaya, dan Regulasi. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 5(2), 78–89. https://doi.org/10.55606/jebaku.v5i2.5335

Ratih Rahayu, & Akhmad Yusup. (2022). Analisis Kesadaran Hukum dan Perlindungan Pelaku Usaha terhadap Konsumen tentang Kepemilikan Sertifikat Halal. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 129–136. https://doi.org/10.29313/jres.v2i2.1390

Rayhan, M., & Zulham. (2025). Implementasi Jaminan Halal pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Medan Timur. Al-Sulthaniyah, 14(2), 370–380. https://doi.org/10.37567/al-sulthaniyah.v14i2.4154

Salma Nabila Prasetyo, Redi Hadiyanto, & Arif Rijal Anshori. (2024). Analisis Konsep Maslahah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal terhadap Implementasi Program Sehati di Jawa Barat. Bandung Conference Series: Sharia Economic Law, 4(2), 470–477. https://doi.org/10.29313/bcssel.v4i2.13796

Sumarna, D., & Kadriah, A. (2023). Penelitian Kualitatif Terhadap Hukum Empiris. JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM, 16(02), 101–113. https://doi.org/10.59582/sh.v16i02.730

Downloads

Published

2026-08-02