Analisis Perilaku Mahasiswa Fakultas Syariah terhadap Game Online dalam Perspektif Maqashid Syariah
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcssel.v6i1.23454Keywords:
Game Online, Mahasiswa Syariah, Maqashid SyariahAbstract
Abstract. The rapid advancement of digital technology has positioned online games as a primary source of entertainment and a complex economic activity for young people, particularly Islamic university students. This phenomenon raises concerns about shifts in consumption behavior and declining moral values within religious academic environments. This study aims to analyze the preferences and behaviors of students from the Faculty of Sharia at Universitas Islam Bandung who have an Islamic religious education background toward online games from the perspective of Maqashid Syariah. A mixed-methods approach (qualitative and quantitative) was employed, involving questionnaire distribution and in-depth interviews with students from cohorts 2022 to 2025 (n=73 questionnaires; interviews with 2 students). The results reveal that 18.52% of respondents are active online game players. An analysis based on Maqashid Syariah uncovers significant negative impacts on al-dharuriyyat al-khamsah: violations of hifz al-din (neglect of prayer, toxic behavior), hifz al-'aql (decline in academic concentration), hifz al-nafs (emotional disturbances, stress, insufficient rest), hifz al-nasl (social isolation, exposure to negative content), and hifz al-mal (impulsive overspending on virtual item top-ups). The study concludes that there is a gap between normative Sharia understanding and the digital lifestyle practices of Sharia students, necessitating integrative character-building strategies on campus, such as integrating Islamic digital education to achieve holistic community welfare.
Abstrak. Pesatnya kemajuan teknologi digital telah menempatkan game online sebagai sarana hiburan utama serta aktivitas ekonomi yang rumit bagi generasi muda, khususnya mahasiswa perguruan tinggi Islam. Fenomena ini menimbulkan keresahan atas pergeseran perilaku konsumsi dan penurunan nilai moral di lingkungan akademik berbasis agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi dan perilaku mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung yang memiliki latar belakang pendidikan agama Islam terhadap game online dalam perspektif Maqashid Syariah. Metode mixed-methods (kualitatif dan kuantitatif) diterapkan melalui penyebaran kuesioner serta wawancara mendalam kepada mahasiswa angkatan 2022 hingga 2025 (n=73 kuesioner, wawancara ke 2 orang mahasiswa). Hasil menunjukkan 18,52% responden sebagai pemain aktif game online. Analisis berbasis Maqashid Syariah mengungkap dampak negatif signifikan terhadap al-dharuriyyat al-khamsah: pelanggaran hifz al-din (kelalaian sholat, perilaku toxic), hifz al-'aql (penurunan konsentrasi akademik), hifz al-nafs (gangguan emosi, stres, kurang istirahat), hifz al-nasl (isolasi sosial, paparan konten negatif), dan hifz al-mal (pemborosan impulsif untuk top-up item virtual). Penelitian menyimpulkan kesenjangan antara pemahaman normatif syariah dengan praktik gaya hidup digital mahasiswa syariah, sehingga menuntut strategi pembinaan karakter integratif di kampus seperti pengintegrasian pendidikan digital Islami untuk mewujudkan kemaslahatan umat secara holistik.
References
Al-Qardhawi, Y. (2019). Maqashid syariah sebagai filsafat hukum Islam. Darul Ma’arif.
Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Auda, J. (2007). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law. The International Institute of Islamic Thought.
Chapra, M. U. (2016). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.
Departemen Agama RI. (2019). *Al-Qur’an dan terjemahnya (Edisi penyempurnaan 2019)*. Jakarta.
Griffiths, M. (2022). Online gaming and positive youth development. Computers in Human Behavior, 136(3), 107–121.
Haryati, Y., Ibrahim, M. A., & Maulida, I. S. R. (2021). Pengaruh Etika Kerja Islam terhadap Kinerja Karyawan BAZNAS Kota Bandung. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 1(1), 59–62. https://doi.org/10.29313/jres.v1i2.197
Indonesia Game Association (AGI). (2024). Indonesia game industry report 2024.
Karim, A. (2021). Konsumsi dalam perspektif ekonomi Islam. Rajawali Press.
Nurrachmi, I., & Putra, P. A. A. (2025). Pesantren sebagai Agen Perlindungan dan Pemberdayaan Anak Jalanan: Perspektif Fikih Sosial. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 133–140. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.7871
Rahmawati, N. (2023). Perilaku konsumsi digital di era ekonomi kreatif. Jurnal Ekonomi Islam, 11(2), 145–158.
Salwa, Z. A., Febriadi, S. R., & Dzulhijjah, L. (2025). Analisis Hukum Taflis dan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 terkait Gagal Bayar Tabungan Siswa. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 163–172. https://doi.org/10.29313/jres.v5i2.8650
Sarwat, A. (2019). Maqashid syariah. Rumah Fiqih Publishing.
Setiadi, N. J. (2013). Perilaku konsumen (5th ed.). Kencana Prenada Media Group.
Statista. (2025). Online games market - Indonesia overview.
Suryani, T. (2018). Perilaku konsumen implikasi pada strategi pemasaran. Graha Ilmu.