Analisis Tradisi Hajat Gantangan di Desa Sindangsari Kampung Pabuaran Kabulaten Subang Perspektif Maqasid Syariah

Authors

  • Fachri Fatur Rachman Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • N Eva Fauziah Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Redi Hadiyanto Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcssel.v5i2.20460

Keywords:

Tradisi Gantangan, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Ḥifẓ al-Māl

Abstract

Abstract. The hajat gantangan tradition in Sindangsari Village, Pabuaran Hamlet, Subang Regency, is a hereditary socio-economic practice that remains preserved to this day. This tradition involves contributions in the form of rice or money given during social celebrations such as weddings, circumcisions, and thanksgiving ceremonies, which are recorded to be reciprocated in equivalent value when the contributor subsequently hosts a similar event. This study aims to analyze the implementation of the gantangan tradition and assess its conformity with the principles of Maqāṣid al-Syarī‘ah, particularly in the aspect of wealth protection (ḥifẓ al-māl). Utilizing a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and documentation, the findings indicate that the tradition serves as an important instrument of social solidarity while supporting the economic stability of the community. Within the framework of Maqāṣid al-Syarī‘ah, it is categorized as al-ḥājiyyāt that sustains al-ḍarūriyyāt. Despite its benefits, effective administrative measures are needed to maintain its maṣlaḥah (benefit) and prevent potential mafsadah (harm), such as disputes resulting from lost records.

Abstract. Tradisi hajat gantangan di Desa Sindangsari Kampung Pabuaran Kabupaten Subang merupakan praktik sosial-ekonomi turun-temurun yang masih lestari hingga kini. Tradisi ini berbentuk sumbangan berupa beras atau uang yang diberikan dalam acara hajatan seperti pernikahan, khitanan, dan syukuran, yang dicatat untuk dikembalikan dalam jumlah setara saat pihak penyumbang mengadakan hajatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi gantangan dan mengkaji praktik tersebut dari perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya dalam aspek perlindungan harta (ḥifẓ al-māl). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi gantangan memiliki peran penting sebagai sarana solidaritas sosial dan mendukung stabilitas ekonomi masyarakat. Dalam kerangka Maqāṣid al-Syarī‘ah, tradisi ini masuk kategori al-ḥājiyyāt yang mendukung al-ḍarūriyyāt. Meskipun memberikan manfaat, diperlukan pengelolaan yang lebih baik agar nilai maslahatnya tetap terjaga dan potensi mafsadah seperti sengketa akibat pencatatan yang hilang dapat dihindari.

References

Abu Ishaq Al-Syatibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah, jil. I, (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1996), hlm. 350.

Abu Ishaq Al-Syatibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah, jil. I, (Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1996), hlm. 353.

Ahmad Imam Mawardi, Fiqh Minoritas Fiqh Aqalliyât dan Evolusi Maqāṣid alSyarīah Dari Konsep ke Pendekatan, (Yogyakarta: LKiS, 2010), hal. 178-179.

Al-Imam Al-Gazali, al-Mustashfa min Ilm Usul, Tahqiq Muhammad Sulaiman al-Asyqar, (Beirut/Lebanon: Al-Resalah, 1997 M/1418 H), 416-417.

Al-Imam Al-Gazali, al-Mustashfa min Ilm Usul, Tahqiq Muhammad Sulaiman al-Asyqar, (Beirut/Lebanon: Al-Resalah, 1997 M/1418 H), 420

Al-Imam Al-Gazali, al-Mustashfa min Ilm Usul, Tahqiq Muhammad Sulaiman al-Asyqar, (Beirut/Lebanon: Al-Resalah, 1997 M/1418 H), 430

Ali Sodiqin, Fiqh Ushul Fiqh, Sejarah, Metodologi dan Implementasinya di Indonesia, (Yogyakarta: Beranda Publishing, 2012), hlm. 163.

As-Syatibi, Al-Muwafaqat fi Ushul as-Syari’ah, Jilid II (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, t.th), hlm. 25.

Citriadin, Y. (2020). Metode penelitian kualitatif (suatu pendekatan dasar). In Sanabil Creative.

Eko Sugiarto. (2015). Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif: Skripsi Dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media,.

Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019”, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019),

Muhammad Furqan, Syahrial. Kedudukan ‘Urf Sebagai Sumber Hukum Dalam Mazhab Syāfi’ī. hlm. 4.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-08-07