Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Kaid Di Toko Mas Tasik Sari 1 Kabupaten Tasikmalaya

  • Novita Siti Mulyasari Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Nandang Ihwanudin Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Intan Nurrachmi Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
Keywords: Jual Kaid, Ujrah, Fikih Muamalah

Abstract

Abstract. Jual kaid is the name of a gold pawn in Tasikmalaya Regency which is one of the traditions of the Tawangbanteng Village community. The Mas Tasik Sari 1 store is one of the places that provides this product jual kaid. The jual kaid financing system carried out at Toko Mas Tasik Sari 1, in practice the cost of storage and maintenance (ujrah) depends on the amount of money borrowed. The purpose of this study was to determine the determination of ujrah and the review of fiqh muamalah on the practice of jual kaid carried out at the Mas Tasik Sari Store 1. The research method used in this study was qualitative with a sociological juridical approach. The data collection technique uses descriptive, namely the preparation of the results of the data obtained from the field which includes observation, interviews, documentation and literature study. Then it is processed based on written sources to become an accurate answer. The results of the study indicate that the practice of jual kaid at Toko Mas Tasik Sari 1 is not in accordance with the fatwa of DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 which states that the amount of storage and maintenance costs for marhun should not be based on the size of the loan.

Abstrak. Jual kaid merupakan sebutan gadai emas di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Desa Tawangbanteng. Toko Mas Tasik Sari 1 merupakan salah satu tempat yang menyediakan produk jual kaid ini. Sistem pembiayaan jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1 ini, pada praktiknya biaya penyimpanan dan pemeliharaan (ujrah) tergantung pada besarnya jumlah uang pinjaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan ujrah dan tinjauan fikih muamalah terhadap praktik jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan deskriptif, yaitu penyusunan hasil data-data diperoleh dari lapangan yang mencakup observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kemudian diolah berdasarkan sumber-sumber tertulis untuk menjadi suatu jawaban yang akurat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik jual kaid di Toko Mas Tasik Sari 1 belum sesuai dengan fatwa DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 yang menyebutkan bahwa besar biaya penyimpanan dan pemeliharaan marhun  tidak boleh berdasarkan jumlah besar pinjaman.

Published
2022-01-12