Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Kopi Campuran di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat

  • irwan syah Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Muhammad Yunus Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Irwan Permana Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
Keywords: jual beli, kopi campuran, fikih muamalah

Abstract

Abstract. Buying and selling is an activity that has long been carried out by humans to fulfill their obligations and fulfill their needs. The sale and purchase of coffee carried out in the District of Kebun Cane uses a mixture of different qualities. This mixing system uses a predetermined dose. Therefore, in every sale and purchase transaction between the seller and the buyer, as well as the buyer and the coffee dealer, there are differences in the quality produced. The purpose of this study is the first to find out the concept of buying and selling according to muamlah fiqh, second to find out the practice of buying and selling mixed coffee carried out in the District of Kebun Tebu, West Lampung, third to find out the fiqh muamalah analysis of the sale and purchase of mixed coffee carried out in the District of Kebun Tebu. The research approach uses case studies, the type of research data is field research, data sources use observation, interviews, and documentation. The results of this study that the sale and purchase carried out in the District of Sugarcane Gardens is not in accordance with the concept of buying and selling fiqh muamalah, because there are buying and selling conditions that are not fulfilled, namely the conditions for the object of the goods being traded must know both the size, scale, dose, and the overall quality of the coffee. to determine the quality of the coffee. Therefore, the sale and purchase is also categorized as fasid buying and selling and contains an element of gharar.

Abstrak. Jual beli merupakan suatu kegiatan yang sudah lama dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kewajibanya dan memenuhi kebutuhanya. Jual beli kopi yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu menggunakan percampuran perbedaan kualitas. System percampuran ini menggunakan takaran yang sudah ditentukan. Oleh karena itu dalam setiap transaksi jual beli antara penjual dan pembeli, maupun pembeli dan bandar kopi terdapat perbedaan kualitas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mengetahui konsep jual beli menurutut fiqih muamlah, kedua untuk mengetahui praktek jual beli kopi campuran yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu Lampung Barat, ketiga untuk mengetahui analisis fiqih muamalah terhadap jual beli kopi campuran yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu.Pendektan penelitian menggunakan studi kasus, jenis data penelitian yaitu penelitian lapangan, sumber data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini jual beli yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu Tidak sesuai dengan konsep jual beli fiqih muamalah, karena ada syarat jual beli yang tidak terpenuhi yaitu syarat objek barang yang diperjual belikan harus mengetahui baik ukuran, timbangan, takaran, maupun kualitas keseluruhan kopi tersebut agar diketahui kadar kualitras kopi tersebut. Oleh karena itu, jual belinyapun  dikatagorikan kepada jual beli fasid dan mengandung unsur gharar.

Published
2022-01-12