Pengaruh BOPO dan NPF Terhadap Net Profit Margin (NPM) Bank Muamalat

Authors

  • Tasya Caroline Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Ifa Hanifia Senjiati Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung
  • Intan Manggala Wijayanti Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcssb.v5i2.25623

Keywords:

BOPO, NPM, NPF, PRODITABILITAS, BANK MUAMALAT

Abstract

Abstract. The extreme fluctuation in profit margin income at Bank Muamalat during 20182025 underlies this research, with Net Profit Margin (NPM) changing by only 0.5% over eight years—indicating the bank’s limited capacity to increase net profit. This condition is influenced by BOPO (Operating Expenses to Operating Income), which tends to rise up to 98% (indicating inefficient cost management), and NPF (Non-Performing Financing), which has declined sharply yet fluctuated. This study aims to analyze the effect of BOPO and NPF on NPM, both partially and simultaneously. This research employs a quantitative method with an associative approach, using secondary data from Bank Muamalat’s quarterly financial reports for 2018–2025. Data analysis includes descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, the coefficient of determination (R²) test, the partial test (t-test), and the simultaneous test (F-test). The results show that BOPO has a negative and significant effect on NPM (regression coefficient -0.019408; probability 0.0011), and NPF also has a negative and significant effect on NPM (regression coefficient -0.017325; probability 0.0016). Simultaneously, BOPO and NPF significantly affect Bank Muamalat’s NPM. These findings confirm that operational efficiency and financing quality control are key factors in improving profitability, so the bank needs to maintain cost efficiency and minimize non-performing financing for optimal financial performance.

Abstrak. Fluktuasi ekstrem pendapatan margin keuntungan Bank Muamalat periode 20182025 menjadi latar belakang penelitian ini, di mana Net Profit Margin (NPM) hanya berubah 0,5% dalam 8 tahun—menunjukkan keterbatasan bank dalam memperbesar laba bersih. Kondisi ini dipengaruhi oleh BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) yang cenderung meningkat hingga 98% (indikasi pengelolaan biaya belum efisien), dan NPF (Non Performing Financing) yang menurun tajam namun fluktuatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh BOPO dan NPF terhadap NPM, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan triwulanan Bank Muamalat periode 2018–2025. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji F). Hasil penelitian menunjukkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPM (koefisien regresi -0,019408; probabilitas 0,0011), begitu pula NPF (koefisien regresi -0,017325; probabilitas 0,0016). Secara simultan, BOPO dan NPF berpengaruh signifikan terhadap NPM Bank Muamalat. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi operasional dan pengendalian kualitas pembiayaan merupakan faktor kunci profitabilitas Bank Muamalat, sehingga bank perlu menjaga efisiensi biaya serta meminimalkan pembiayaan bermasalah demi kinerja keuangan yang optimal.

References

Allen, F., & Santomero, A. M. (2024). The theory of financial intermediation. 21. Astuti, R. P. (2022). Pengaruh CAR, FDR, NPF, dan BOPO terhadap profitabilitas perbankan syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 3213–3223. Bank Muamalat. (2025). Laporan keuangan tahunan. Diambil dari situs resmi Bank Muamalat. Dewi Selviani Yulientinah, & Khatami, R. N. (2024). Pengaruh rasio biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) dan non performing financing (NPF) terhadap net operating margin (NOM) pada bank umum syariah yang terdaftar di OJK. Land Journal, 5, 55–68. Doni Pardian, Kuntadi, C., & Maidani. (2022). Pengaruh non performing financing, financing to deposit ratio, capital adequacy ratio, biaya operasional pendapatan operasional, dan bank size terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia periode 2014–2021. Journal of Comprehensive Science, 1(5), 1176–1187. Fitri, A. A. S., Fauzi, A., & Respati, D. K. (2022). The effect of non performing financing, operational efficiency ratio, and size firm on profitability of Islamic banking in Indonesia. 7(2). Manalu, L., & Asbari, M. (2024). Pengaruh biaya operasional terhadap laba bersih perusahaan: Systematic literature review. 1(2), 74–78. Nurhaliza, & Meiria, E. (2025). Pengaruh total pembiayaan, NPF, dan BOPO terhadap laba bank umum syariah periode 2019–2023. 29(1), 49–63. Perbankan, Lembaga Keuangan. (2025). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Rahmadani, S. (2025). Examining bank health ratings and their impact on non-performing financing in Indonesian Islamic banks. 4(2), 250–260. Setiawan, I., & Senjiati, I. H. (2025). Pengaruh BOPO, CAR, NPF dan FDR terhadap return on aset (ROA) BTPN Syariah 2013–2023, 21–30. Sugiyono. (2023). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Wuku Astuti. (2021). A literature review of net profit margin. 1(2), 115–128. Yoga, M. (2024). Pengaruh CAR, FDR, NPF dan BOPO terhadap profitabilitas bank syariah (studi kasus pada Bank Muamalat Indonesia periode tahun 2015–2022). 1(2), 427–442.

Published

2026-08-03