Pengelompokan Provinsi Berdasarkan Karakteristik Pendidikan Pemuda Menggunakan K-Medoids

Authors

  • Ramadhanni Firman Prodi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Ilham Faishal Mahdy Prodi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcss.v6i2.25707

Keywords:

K-Medoids, Klasterisasi, Principal Component Analysis

Abstract

Abstract. Youth are valuable assets in achieving the vision of Golden Indonesia 2045. Differences in youth characteristics across provinces, particularly in educational aspects, indicate the need to classify regions in order to identify patterns and similarities among provinces. This study aims to classify provinces in Indonesia based on the educational characteristics of youth using the K-Medoids clustering method. The study employed secondary data obtained from the Indonesian Youth Statistics publication issued by Statistics Indonesia (BPS). The unit of analysis consisted of 38 provinces, while the variables included literacy rate, mean years of schooling, percentage of youth completing senior high school/vocational high school, and internet access. The analytical procedures comprised data standardization, dimensionality reduction using Principal Component Analysis (PCA), determination of the optimal number of clusters using the Silhouette method, and clustering using the K-Medoids algorithm. The results showed that the optimal number of clusters was two, with an average silhouette value of 0.8388, indicating a very good clustering quality. The first cluster consisted of 36 provinces characterized by relatively higher educational attainment and internet access, whereas the second cluster consisted of Central Papua and Highland Papua, which exhibited relatively lower educational attainment and internet access. These findings are expected to provide useful information for policymakers in formulating more targeted youth development policies to support the realization of Golden Indonesia 2045.

Abstrak. Pemuda merupakan aset penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Perbedaan karakteristik pemuda di setiap wilayah Indonesia, khususnya pada aspek pendidikan, menunjukkan perlunya pengelompokan wilayah untuk mengetahui pola kesamaan antarprovinsi. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan provinsi di Indonesia berdasarkan karakteristik pendidikan pemuda menggunakan metode K-Medoids. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Statistik Pemuda Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Unit analisis penelitian adalah 38 provinsi di Indonesia dengan variabel angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, persentase tamat SMA/SMK sederajat, dan akses internet. Tahapan analisis meliputi standarisasi data, reduksi dimensi menggunakan Principal Component Analysis (PCA), penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Silhouette, dan pengelompokan menggunakan metode K-Medoids. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah dua klaster dengan nilai rata-rata silhouette sebesar 0,8388, yang menunjukkan kualitas pengelompokan yang sangat baik. Klaster pertama terdiri atas 36 provinsi dengan karakteristik tingkat pendidikan dan akses internet relatif lebih tinggi, sedangkan klaster kedua terdiri atas Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang memiliki karakteristik tingkat pendidikan dan akses internet relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan kepemudaan menuju Indonesia Emas 2045.

References

Bahri, S., & Midyanti, D. M. (2023). Penerapan Metode K-Medoids untuk Pengelompokan Mahasiswa Berpotensi Drop Out. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 10(1), 165–172. https://doi.org/10.25126/jtiik.2023106643
Finding Groups in Data. (n.d.).
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate Data Analysis (8th ed.). Cengage.
Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Indonesia Emas 2045: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045.
Muningsih, E., Hasan, N., & Sulistyo, G. B. (n.d.). Bianglala Informatika Penerapan Metode Principle Component Analysis (PCA) untuk Clustering Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia. 8(2), 2020. Retrieved www.bps.go.id
Nahdliyah, M. A., Widiharih, T., & Prahutama, A. (2019). METODE k-MEDOIDS CLUSTERING DENGAN VALIDASI SILHOUETTE INDEX DAN C-INDEX (Studi Kasus Jumlah Kriminalitas Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Tahun 2018). 8(2), 161–170. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/gaussian
Rahmah, E., Haerani, E., Nazir, A., Ramadhani, S., & Informatika UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jl Soebrantas Km, T. (2022). Penerapan Algoritma K-Medoids Clustering Untuk Menentukan Srategi Promosi Pada Data Mahasiswa (Studi Kasus : Stikes Perintis Padang). Jurnal Nasional Komputasi Dan Teknologi Informasi, 5(3).
Rousseeuw, P. J. (1987). Silhouettes: a graphical aid to the interpretation and validation of cluster analysis. In Journal of Computational and Applied Mathematics (Vol. 20).
Sindi, S., Ratnasari, W., Ningse, O., Sihombing, I. A., Fikrul, P. P. P. A. N. W., Zer, I. R. H., & Hartama, D. (2020). ANALISIS ALGORITMA K-MEDOIDS CLUSTERING DALAM PENGELOMPOKAN PENYEBARAN COVID-19 DI INDONESIA. Jurnal Teknologi Informasi, 4(1).
statistik-pemuda-indonesia-2024. (n.d.).

Published

2026-08-03