Perbandingan Model VAR Tanpa dan Dengan Seasonal Dummy untuk Peramalan Inflasi

Authors

  • Muhammad Wildan Ramadhan Prodi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Reny Rian Marliana Prodi Statistika, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcss.v6i2.25442

Keywords:

Peramalan Inflasi, Seasonal Dummy, Vector Autoregression

Abstract

Abstract. Amid persistent global economic uncertainty and elevated inflationary pressure in 2026, accurate inflation forecasting has become essential for effective monetary policy. This study forecasts monthly (Month-over-Month) inflation in Indonesia, South Korea, and Thailand for the period January 1986–June 2026 using a Vector Autoregression (VAR) model, comparing specifications without and with the addition of seasonal dummies. Optimal lag selection based on the Akaike Information Criterion (AIC) produced a VAR(13) model. Diagnostic tests show that the model without seasonal dummies still exhibits residual autocorrelation, while the model with seasonal dummies is free of autocorrelation and shows a reduced ARCH effect, particularly for South Korea. Both models are confirmed stable based on inverse roots of the AR characteristic polynomial. Granger causality tests reveal that only the relationship from Thailand to South Korea remains consistently significant across both models, while four other causal directions change in significance after seasonal dummies are added, indicating that some previously identified relationships were influenced by shared seasonal patterns rather than genuine economic causality. Twelve-month-ahead forecasting results (July 2026–June 2027) show that the VAR(13) model with seasonal dummies consistently produces lower MAE and RMSE for all three countries, making it a more reliable model for monthly inflation forecasting.

Abstrak. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut dan tekanan inflasi yang meningkat pada 2026, kemampuan meramalkan inflasi secara akurat menjadi hal penting bagi efektivitas kebijakan moneter. Penelitian ini bertujuan meramalkan inflasi bulanan (Month-over-Month) Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand periode Januari 1986–Juni 2026 menggunakan model Vector Autoregression (VAR), dengan membandingkan model tanpa dan dengan penambahan seasonal dummy. Penentuan lag optimal berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC) menghasilkan model VAR(13). Hasil uji diagnosis menunjukkan model tanpa seasonal dummy masih menunjukkan autokorelasi residual, sedangkan model dengan seasonal dummy bebas autokorelasi dan menunjukkan penurunan efek ARCH, khususnya pada Korea Selatan. Kedua model dinyatakan stabil berdasarkan inverse roots pada AR characteristic polynomial. Uji kausalitas Granger menunjukkan hanya hubungan Thailand terhadap Korea Selatan yang tetap signifikan secara konsisten pada kedua model, sementara empat arah kausalitas lainnya mengalami perubahan signifikansi setelah seasonal dummy ditambahkan, mengindikasikan bahwa sebagian hubungan yang teridentifikasi sebelumnya dipengaruhi oleh kesamaan pola musiman, bukan murni hubungan kausal ekonomi. Hasil peramalan 12 bulan ke depan (Juli 2026–Juni 2027) menunjukkan bahwa model VAR(13) dengan seasonal dummy secara konsisten menghasilkan nilai MAE dan RMSE yang lebih rendah pada ketiga negara, sehingga lebih direkomendasikan untuk peramalan inflasi bulanan.

References

Bank Indonesia. (2026, April). Inflasi. Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/inflasi/default.aspx
Berlian Amanda Lucky, Wilandari Yuciana, & Yasin Hasbi. (2014). Peramalan InflasiMenurut Kelompok Pengeluaran Makanan Jadi,Minuman, Rokok dan Tembakau Menggunakan Model Variasi Kalender(Studi Kasus Inflasi Kota Semarang).
Enders, Walter. (2015). Applied econometric time series. Wiley.
Granger, C. W. J. (1969). Investigating Causal Relations by Econometric Models and Cross-spectral Methods. Econometrica, 37(3), 424. https://doi.org/10.2307/1912791
Jarque, C. M., & Bera, A. K. (1987). A Test for Normality of Observations and Regression Residuals. International Statistical Review / Revue Internationale de Statistique, 55(2), 163. https://doi.org/10.2307/1403192
Kompas.com. (2024). Lengkap Kronologi Krisis Moneter 1997-1998 di Indonesia. Kompas.Com. https://money.kompas.com/read/2024/08/16/093106526/lengkap-kronologi-krisis-moneter-1997-1998-di-indonesia?page=all
Kompas.com. (2026, July 22). Perang AS-Iran Kembali Memanas, BI Perkirakan Inflasi Global Naik menjadi 4,5 Persen. Kompas.Com. https://money.kompas.com/read/2026/07/22/181943526/perang-as-iran-kembali-memanas-bi-perkirakan-inflasi-global-naik-menjadi-45
Kumah, F. (2006). The Role of Seasonality and Monetary Policy in Inflation Forecasting. IMF Working Papers, 2006(175), 1. https://doi.org/10.5089/9781451864359.001
Lütkepohl, Helmut. (2005). New introduction to multiple time series analysis. New York : Springer.
Mankiw, N. Gregory. (2012). Principles of economics. South-Western Cengage Learning.
Rialita Hardani, P., & Hoyyi, A. (2016). Peramalan Laju Inflasi, Suku Bunga Indonesia Dan Indeks Harga Saham Gabungan Menggunakan Metode Vector Autoregressive (VAR). JURNAL GAUSSIAN, 6(1), 101–110. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/gaussian
Wichern, D. W., Makridakis, S., & Wheelwright, S. C. (1979). Forecasting: Methods and Applications. Journal of the American Statistical Association, 74(367), 733. https://doi.org/10.2307/2287014

Published

2026-08-03