Analisis Uji Mann-Whitney dan Uji Wilcoxon pada Kasus Tuberkulosis Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Bandung Tahun 2023
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcss.v6i1.23662Keywords:
Tuberkulosis, Uji Mann-Whitney, Uji WilcoxonAbstract
Abstract. Indonesia ranks second in the world after India in terms of the number of tuberculosis cases, followed by China. Based on data from the West Java Provincial Health Office, Bandung City is one of 27 districts/cities in West Java with the highest number of tuberculosis cases. Although tuberculosis prevention programs have been implemented, there are still differences in the effectiveness of treatment and case management between men and women. Therefore, the purpose of this study is to examine the effectiveness of treatment for tuberculosis patients and to observe gender differences in response to tuberculosis. This study uses paired data before and after treatment and independent data on men and women with tuberculosis. After conducting a normality test, it was found that all data were not normally distributed. Therefore, a Wilcoxon test was required for paired data and a Mann-Whitney test for unpaired or independent data. The data used were obtained from the Bandung City Health Office in 2023. The results of the study showed that there were differences in the body's response to tuberculosis based on gender. There were also differences in the effectiveness of the drug in patients who had been given treatment and those who had not been given treatment for tuberculosis.
Abstrak. Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia setelah India, dan diikuti oleh Cina. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung merupakan salah satu dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi. Meskipun program pencegahan tuberkulosis telah diterapkan, akan tetapi tetap ada perbedaan dalam efektivitas pengobatan dan penanganan kasus antara laki-laki dan perempuan. Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu melihat efektivitas pengobatan terhadap pasien tuberkulosis dan melihat perbedaan respon jenis kelamin terhadap penyakit tuberkulosis. Dengan menggunakan data berpasangan sebelum dan sesudah diberikan pengobatan serta menggunakan data saling bebas laki-laki dan perempuan terhadap penyakit tuberkulosis. Setelah dilakukan uji normalitas, diperoleh hasil bahwa seluruh data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis uji Wilcoxon untuk kasus data berpasangan dan uji Mann-Whitney untuk kasus data tidak berpasangan atau saling bebas. Data yang digunakan berasal dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2023. Hasil dari penelitian menunjukan adanya perbedaan respon tubuh terhadap penyakit tuberkulosis berdasarkan jenis kelamin. Serta terdapat perbedaan efektivitas obat terhadap pasien yang sudah diberikan pengobatan dan sebelum diberikan pengobatan terkait penyakit tuberkulosis.
References
Humayun, M., Chirenda, J., Ye, W., Mukeredzi, I., Mujuru, H. A., & Yang, Z. (2022). Effect of gender on clinical presentation of tuberculosis (TB) and age-specific risk of TB, and TB-human immunodeficiency virus coinfection. Open Forum Infectious Diseases, 9(10), ofac512.
Ilma Diana Rosa, & Yayat Karyana. (2023). Perkiraan Angka Migrasi Neto Perkelompok Umur Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 dan 2021. Jurnal Riset Statistika, 35–42. https://doi.org/10.29313/jrs.v3i1.1773
Iman Herdiana. (2024). Memetakan Penyakit TBC di Kota Bandung, Perempuan dalam Posisi Rentan. Bandung Bergereak.Id. https://bandungbergerak.id/article/detail/1597462/memetakan-penyakit-tbc-di-kota-bandung-perempuan-dalam-posisi-rentan
Jabar, R. H. (2024). West Java Tuberculosis Case Findings Have Always Been 100 Percent in the Last Two Years. JabarProv. https://www.jabarprov.go.id/en/berita/temuan-kasus-tuberkulosis-jabar-selalu-100-persen-dalam-dua-tahun-terakhir-12478
Khalis Syahril Suryana, Syahla Anisah, & Aceng Komarudin Mutaqin. (2024). Uji Dua Rata-Rata Waktu Belajar Mandiri Antara Mahasiswa Laki-Laki dan Perempuan. Jurnal Riset Statistika, 103–110. https://doi.org/10.29313/jrs.v4i2.5002
Lestari, N. P. W. A., Dedy, M. A. E., Artawan, I. M., & Buntoro, I. F. (2022). Perbedaan usia dan jenis Kelamin Terhadap Ketuntasan Pengobatan TB Paru di Puskesmas di kota kupang. Cendana Medical Journal, 10(1), 24–31.
Martias, L. D. (2021). Statistika deskriptif sebagai kumpulan informasi. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 16(1), 40–59.
Oktoriandi, D. (2022). Penerapan uji Q Cochran terhadap Atribut Produk Laptop Menggunakan Multiple Response Analysis (MRA). Jurnal Riset Statistika, 1(2), 127–134. https://doi.org/10.29313/jrs.v1i2.521
Quraisy, A. (2022). Normalitas Data Menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov dan Saphiro-Wilk. J-HEST Journal of Health Education Economics Science and Technology, 3 (1), 7–11.
Rahmawati, A. N., Vionalita, G., Mustikawati, I. S., & Handayani, R. (2022). Faktor–faktor yang berhubungan dengan kejadian Tuberkulosis paru pada usia produktif di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(5), 570–578.
Rokhmah, D. (2013). Gender dan Penyakit Tuberkulosis: Implikasinya Terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Miskin yang Rendah. Kesmas, 7(10), 447–452.
Sianturi, R. (2022). Uji homogenitas sebagai syarat pengujian analisis. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 8(1), 386–397.
Wanda, L. P. (2021). Teori Tentang Pengetahuan Perespan Obat. Jurnal Medika Hutama, 2(04 Juli), 1036–1039.
Wildan, & Karyana, Y. (2021). Evaluasi Kesalahan Proyeksi Penduduk Tahun 2020 untuk Memproyeksikan Penduduk Tahun 2025 Provinsi Jawa Barat. Jurnal Riset Statistika, 1(2), 92–98. https://doi.org/10.29313/jrs.v1i2.407
World Heart Organization. (2022). Fakta-fakta utama Tuberkulosi. World Heart Organization. https://www.who.int/indonesia/news/campaign/tb-day-2022/fact-sheets
World Heart Organization. (2023). World malaria report 2023. World Heart Organization. https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2023